Coba perhatikan berita di media Indonesia beberapa pekan terakhir ini. Rata-rata semuanya tentang hal yang negatif dan bikin kita berfikir ulang tentang rasa aman. Tampaknya ga ada tempat yang aman lagi diluar sana untuk menyatakan bahwa negeri ini memang sudah terlalu parah sakitnya.

Betapa berita-berita tentang korupsi,ketidakadilan,kesemrawutan jalanan kota,pembunuhan,perampokan,kecelakaan,tingkah laku hedonisme, dan kemaksiatan lainnya begitu menjadi headline dan pokok utama berita yang selalu menempati posisi cover.

Beh, hal yg paling ironi adalah betapa berita ttg pembangunan desa terpencil,kesehatan,kemenangan putra bangsa di ajang internasional,ketauladanan, dan hal positif lainnya selalu mendapat porsi kecil. Bahkan hanya menjadi fitur tambahan media tersebut.

Bagaimana kemudian berita2 tersebut masuk ke dalam pikiran dan menjadi bahan pembicaran kita di kantor,di restoran, temen kongkow.Hufff berputar2 aja tuh berita negatif menjajah semua lini.Ujung-ujungnya kita menjadi orang yg apatis,mudah curiga, ga tepa selira,penakut, bahkan menjadi orang yg sangat negatif terhadap segala sesuatu.Yang berpengaruh terhadap kurangnya kepedulian terhadap lingkungan dan membuat lingkungan memperlakukan sama  kepada kita yaitu ga bersahabat.

Oh bukan ini yang kita harapkan. Tampaknya semua orang begitu terpenjara dengan semua yg berbau negatif.Coba kalau dibalik? Kalau setiap hari, media memberitakan ttg hal positif. Ada apresiasi yang secara simultan tumbuh dalam setiap pikiran dan tindakan.Orang begitu terharu melihat ada seorang dermawan membantu pemulihan desa tertinggal sehingga turut membantu,seorang anak termotivasi melihat berita keberhasilan anak kampung menjuarai olimpiade kecerdasan, seorang ibu menjadi begitu teladan setelah melihat perjuangan seorang wanita single parents, dsb. Oh alangkah indangnya dunia…so berhenti untuk memulai atau jangan pernah berhenti untuk memulai. Mudah-mudahan tulisan sederhana ini berarti buat kalian semua. Luv you all

Advertisements