Ada cinta dalam setiap pemberian maaf (Welsh)

Sudah 8 hari penyakit ini belum sembuh juga.Ternyata pikiran satu-satunya penyebab aku terkena tipus.Sendirian mengatasi penyakit ini memang sangat berat.Tapi aku harus mandiri,bukankah ini yang dulu sering diperdebatkan dikeluarga bahwa aku bisa melakukannya sendiri.Walaupun tak enak tak ada teman ngobrol dan orang yang menawarkan diri membelikan sup atau makanan kesukaanku seperti biasa.Tapi sudahlah, dokter bilang penyakitku sudah berangsur baik.Lekositku sudah menurun dan trombosit juga sudah mulai naik.Demam yang biasanya datang tiap sore dan malam, semalem tampaknya cuma mampir sebenatar dan reda setelah meminum obat penurun demam.Sekarang otakku harus diisi dengan motivasi dan pikiran-pikiran positif agar tidak terlalu memperburuk tubuh.Dokter bilang aku mesti bedrest 2 minggu untuk benar-benar pulih dan bisa beraktivitas normal.AKu sekarang percaya dokter dan perawat saja toh mereka yang sekarang dekat samaku dan menemani setiap hari.

Selama sakit,setiap hari aku mesti melakukan observasi dua jam untuk diberikan inpus.Semacam nutrisi yang disuntikkan dalam tubuh sebagai pengganti cairan yang hilang.Rasanya sudah lupa bagaimana rasa rendang itu, karena setiap hari makanan yang dimakan tanpa rasa sama sekali hanya bubur dan sedikit buah-buahan. Termasuk cairan inpus yang diganti setiap hari.Satu-satunya kegiatanku adalah cuma membaca, menulis dan menonton tv. Aku sudah mengikhlaskan kejadian yang membuat kondisiku menurun drastis.Semuanya sudah terekam dalam ingatan dan biarkan menjadi kenangan saja bukan untuk dilupakan.Toh ada sebab dan akibat,sekarang saatnya memulai kehidupan yang sebenarnya.Seperti yang diharapkan keluarga.Sore ini aku juga bisa pulang dan menjalani rawat jalan.Rasa-rasanya inget kamar jadi inget semuanya.Trauma? Tentu saja setiap ruangan dikamar selalu teringat tentangnya tapi harus berani menghadapi semuanya.

Kemarin aku baru sempet selesai membaca buku “Jangan Tunda Untuk Bahagia” karangan Azim Jamal kiriman dari Abud.Agak berat membaca awalnya tapi aku paksa dan berhasil menuntaskannya dalam satu hari.Seakan tak percaya biasanya aku butuh 3 hari untuk membaca buku psikologi.Dari sekian buku yang aku baca selama sakit cuma satu buku itu yang belum pernah tersentuh akhirnya kemarin seperti prestasi aku menghadiahkan diri dengan meminum jus apel murni satu gelas besar.

Intinya sih sederhana dari buku tersebut yang juga banyak menukil tulisan al-quran dan juga hikmah dari beberapa sufi.Yang aku inget dari buku itu adalah Bahagia itu pilihan.Kita semua bisa memilihnya.Begitu pula derita.Keduanya bersumber dari diri kita sendiri,bukan dari siapapun atau apapun diluar diri kita.Semua tergantung pada cara kita memandang dan menghadapi kenyataan hidup.

Bukunya cukup praktis dan mengena didiriku saat ini.Buku itu terasa menemani aku untuk memilih kebahagiaan dan memulai untuk merasa bahagia sekarang juga.Begitu kita berfikir kita bahagia maka Insya Alloh kita akan bahagia.Nah ketika sedih,cukup dengan mencoba mengingat beberapa hal saja yang dapat menambah bahagia.Misalnya kita sedang disakiti oleh seseorang yang kita sayang.Coba inget bahagia yang pernah tercipta dengannya dan berusaha untuk merekam hal-hal baik yang pernah dilakukan.Mudah-mudahan terapi ini dapat mengobati rasa sakit hati dan menyadari bahwa dia bukan milik kita.Disinilah buku ini juga mengajari untuk ikhlas atas kejadian yang menimpa kita.Dan yang terpenting, kebahagiaan itu tak lagi tergantung pada keadaan, tetapi pada bagaimana kita mengubah keadaan itu.

Ah betapa bodohnya aku, gara-gara ditinggalkan jeleks sekarang semuanya menjadi runyam dan hancur semua yg ada.AKu kehilangan kebahagiaan.Tapi aku masih hidup,hal ini yang terus menerus aku ingat bahwa aku masih dikasih kesempatan untuk memilih bahagia atau tidak?Menurut buku ini, kebahagiaan abadi tumbuh bila kita betul-betul menghargai dan memaknai setiap momen,hidup jujur dan ramah, berusaha untuk mencapai potensi kita, dan membuat perbedaan dalam hidup.Yang paling penting adalah posisi spiritual kita harus terjaga agar bahagia yang abadi benar-benar karena didasari atas ruh dan kemurnian perbuatan bukan karena nafsu tapi dilandasi atas keimanan yang benar dan baik.Nah salah satu contoh yang diajarkan dalam buku ini adalah memaafkan semua orang yang berbuat curang pada kita dan mendoakannya, maka batin kita akan membuka kebahagiaan yang tak pernah dirasakan.Sulit memang untuk mendoakan kebaikan buat seseorang yang kita benci tapi justru jika kita tetap membencinya maka kebahagiaan tidak akan datang. Ahhh kenapa sih kebaikan harus seperti ini? Ya sudahlah aku cuma pengen pengetahuanku kali ini menambah kebahagiaan dengan memperkaya batin dan potensi spiritual.

Dalam buku tersebut halaman 242 dikatakan bahwa memohon dan memberikan maaf merupakan tanda kerendahan hati dan kematangan jiwa.Tulisan tersebut juga menukilkan kalimat Dale Carnegie “How to stop worrying and Start Living”, ketika kita memaafkan sepenuh hati kepada siapapun yang pernah berbuat salah atau menyakiti hati kita sebenarnya kita tengah melepaskan energi buruk yang menghalangi perkembangan spiritual kita. Semakin sering kita memaafkan maka semakin berkembang potensi dan dengan cara tersebut secara bertahap kita akan meraih kebahagiaan hidup.Insya Alloh

Selamat memilih bahagia supaya hidup lebih sehat! Selamat memilih bahagia supaya cerdas dan baik.Dan hanya orang yang bahagia yang bisa hidup produktif dan sukses sejati.Jeleks aku sekarang tahu apa arti mencintai itu.Aku mencintaimu karena Alloh dan berusaha untuk terus mendoakanmu…semoga kamu bahagia dengannya.Amin

Advertisements