..no more galau..kalimat sakti itu selalu gue ucapkan setiap saat ketika merasa sendiri, sepi dan kangen seseorang. Kenyataannya tidak akan merubah apapun ketika gue memikirkan seseorang yang tidak sedang memikirkan kita. Gue lagi belajar realistis. Paling tidak gue kangen seseorang karena gue inget kebaikan dia dan telah menjadikan gue lebih baik dengan kenangan yang tentu saja baik dan semua itu gue inget dan bales dengan doa-doa saja.Dan energi positif selalu mengalir luarbiasa, tiba-tiba saja gue ga merasa gelisah memikirkan dia dan berganti bahwa dia toh sedang baik-baik saja juga.

Sekarang kondisi tubuh gue semakin baik perkembangannya. Setiap hari selalu saja ada keajaiban yang datang. Begitu gue selalu memotivasi diri. Cara ampuh untuk mengusir jenuh gue lakukan dengan mengirim pesan atau menelpon seseorang teman yang jarang/sudah lama ga gw hubungi. Tiba-tiba saja mereka pun memberikan respon yang luar biasa dan kejadian yang menyenangkan. Ada beberapa orang yang datang menjenguk saat tahu gue sedang sakit, dan memberikan hadiah baik berupa buku,novel, majalah, dan tentu saja tiket nonton standup comedy hahahaha yang ini karena gue nagih waktu tahu ada rencana pertunjukan di TIM. Rencana awal sih gue beli 2 tiket untuk ngajak jeleks tapi sesuatu dan lain hal ga terwujud rencana tersebut dan gue berfikir bahwa tiket tsb akan hangus. Untung ada Andian yang bisa menemani untuk nonton. Ujung-ujungnya dalam kondisi waktu yang sempit kurang setengah jam lagi pertunjukan Andian datang bawa motornya untuk segera nonton ke TIM. Lumayanlah jum’at malem kemarin (17 Februari 2012), dengan melawan waktu yang sempit akhirnya bisa datang ke Graha Bakti Budaya TIM tepat sebelum pertunjukan dimulai dan gue bisa ketawa-tawa menghilangkan semua kepenatan ini.

Ada beberapa foto dan video yang sempet gw ambil, emang kacau sih kualitas gambarnya karena kita berdua dapet tempat duduk di balkon sehingga kurang jelas saat pengambilan gambar.Gue selalu membayangkan kalau jeleks yang sedang menemani gue karena rencana awalnya gue mau bareng dia tapi ga sempet ngomong dan keburu kita lost connection.

Malam itu ada 7 comics yang meramaikan pentas #KOPER diawali dengan Butet Kertaredjasa yang membuka prolog dengan gaya sentilannya. Semuanya tampil cukup cerdas dengan banyolan-banyolannya yang satu sama lain harus menceritakan ttg koper yang sengaja disetting sebagai tema pertunjukan.

Ini pertama kalinya gue datang menyaksikan langsung standup comedy. Biasanya gue nonton acara ini via metrotv atau kompastv. Berhubung temen ada yang nawarin ya sudah gw tertarik dan dengan pementasan yang menggabungkan teater dan standup comedy. Gue berfikir ini ide yang bagus, karena biasanya standup comedy cuma ada panggung kosong tanpa aksesoris dan tiang microphone doank. Malam itu gedung Graha Bakti Budaya sengaja di set seperti teater dengan beberapa latar panggung, tata lampu, aransemen musik yang kesemuanya di set seperti pertunjukan teater. Ceritanya sendiri memiliki tema tentang Koper dimana masing-masing comics harus menyambungkan satu cerita dengan comics sebelumnya dalam hal koper sebagai simbol cerita.

Ada beberapa comics yang pernah gue lihat di TV seperti Ernest dengan karakter cina-nya yang khas kritik anti sosial, Boris gaya-nya yang Batak banget bahkan membuat gerr seisi ruangan dengan cerita karakter orang batak dan budayanya, ada juga penyiar radio Miund yang kali ini gress cukup segar sebagai cewek gaul, Soleh Solehun yang luar biasa gaya comicsnya juga seperti seorang ustadz dan mampu membuat seruangan menjadi bergemuruh tertawa lepas.

Kalau diperhatikan, standup comedy memang belakangan ini sangat hype di Indonesia. Perhatikan beberapa acara di TV sudah mulai menayangkan beberapa pentolan sebelumnya seperti sentilan-sentilun, democrazy, dsb namun baru-baru ini kompastv dan metrotv yang mempelopori acara ini. Beberapa comics seperti Raditya Dika, Arief, Irfan Hakim, Butet yang sudah terkenal memang beda dengan pelawak lainnya. Selama ini kita mengenal dunia komedi ditanah air lebih kepada mbully orang. Entah karena dia jelek, postur tubuh yang cebol atau gendut, atau jadi banci dsb yang terkesan memang komedi di Indonesia terlalu dagelan.

Nah standup comedy agak beda. Gue pikir kalian bisa cari di Google pengertiannya yang jelas. Gue cuma mau menjelaskan sedikit kalo segmen untuk standup comedy tentu saja membutuhkan kriteria. Karena beberapa orang yang gue lihat dan temui saat pergelaran kemarin rata-rata adalah kalangan pekerja kantor yang notabene tamatan PT. Makanya standup comedy lebih cenderung temanya yang berat dan sensitif. Namun tetap ringan dengan beberapa sentilan yang khas seperti politik, SARA, dsb.

Akhirnya ya kegalauan gue untuk memulai weekend kemarin cukup berhasil mengusir rasa penat dan tawa gue setidaknya malam itu meledak di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki.

Advertisements