Hari ini terasa begitu semangat. Maunya tadi pagi ingin berangkat ke kantor menggunakan angkot.Cuma ga kesampean karena gerimis yang turun. Tapi niat untuk naik angkot terus kepikiran sampai pulang kantor tadi.Sesampai di parkiran beberapa kali melihat mobil namun keinginan untuk jalan-jalan begitu kuat. Kalau saya naik mobil kayaknya akan banyak hambatan, pertama kondisinya sore tadi jam pulang kerja pasti jalanan sudah macet, kemudian kalau ke mal akan susah cari tempat parkir, belum lagi harus sewa joki 3in1,dan pegel nahan kopling. Ah akhirnya saya nitip aja ke security dan berlalu segera menuju lokasi yang belum juga aku tentukan.

Jam baru saja menunjukkan pukul 19.43 wib. Jalanan Jakarta diluar sana masih saja macet. Tampaknya orang-orang diluar sana masih bergelut dengan waktu untuk menuju rumah dan tempat aktivitas lainnya.Jakarta memang menyebalkan disaat macet namun kota ini juga penuh dengan hal-hal yang menyenangkan. Sengaja malam ini saya memarkirkan mobil dikantor dan pergi berjalan kaki dari kantor menuju suatu tempat dimana saya bisa rileks dan menghabiskan waktu. Hmmm istilah menghabiskan waktu barusan diprotes teman saya sesaat saya kabarkan kalau ingin jalan-jalan menikmati udara malam. Dia bilang tak ada istilah menghabiskan waktu karena konotasinya adalah negatif dan berfoya-foya. Sahabat saya itu bilang yang tepat adalah menggunakan waktu dengan bermanfaat. 🙂 Saya pun setuju dengan maksud tak mau berdebat dengannya dan memang setuju dengan pemilihan kalimatnya. Jadi tak perlu didebat bukan?

Akhirnya pilihan saya jatuh ke Plaza Semanggi.Selain lokasinya dekat kantor dan saya bisa sedikit menggunakan pedestrian untuk menuju lokasi.Tadinya saya mau menggunakan angkutan umum seperti busway,kopaja, atau lainnya. Tapi melihat suasana jalanan yang padat dan juga akhirnya saya berfikir tak akan bisa menikmati. Maka saya lebih memutuskan untuk berjalan kaki saja.Selain sehat,murah dan nyaman saya juga bisa merasakan kebebasan dibanding harus berdesak-desakan didalam angkutan umum. Selama perjalanan, saya perhatikan satu persatu orang yang saya temui dijalanan.Bagaimana raut muka satu persatu berbeda. Ada yang kaku,ceria,senang,dan lainnya. Ah setiap orang pasti punya ceritanya sendiri-sendiri hari ini. Begitupun saya kali ini.

Dijalanan juga saya perhatikan bagaimana satu kendaraan dengan lainnya saling bersaing menyerobot. Dan aha, ada satu mobil yang dari tadi sejak saya berjalan kok senantiasa ada disamping terus walaupun tak beriringan. Seharusnya dia sudah menjauh karena saya sangat pelan berjalan dan tak menyadari kalau mobil ini kayaknya selalu ada. Hmmm saya perhatikan sekali lagi ada apa dengan mobil itu? Kenapa dia sangat pelan berjalan dan tidak mau menyerobot mobil lainnya dengan memotong atau apalah namanya?Bukankah ini sudah malam? Bisa saja rumahnya jauh dan lebih enak duluan sampe ke rumah dan istirahat. Tapi kenapa dia selalu memperlambat mobilnya. Atau dia takut mobilnya rusak diserempet?Hmm tidak juga, sama sekali tidak. Dia mengemudikan dengan baik dan ada yang aneh.

Motorcycle Overtaking in a Traffic Jam

Saya ingin tahu, karena dari mulai chase plaza sampai gedung Sampoerna Strategic kayaknya bisa menyusulnya. Ternyata subhanalloh, dia sering kali memberikan ruang buat pengendara motor maupun mobil untuk mendahuluinya.Saya seperti sedang diberikan pemandangan baru tentang amal baik.Cara dia memberikan kesempatan tentu berbeda. Saya bisa membedakan mana yang kecolongan dipotong jalurnya mana yang sengaja memberi kesempatan.Dan Klakson sama sekali tak pernah berbunyi dari kendaraannya. Beda dengan kendaraan lainnya.Dan dalam beberapa kesempatan saya bisa melihat wajahnya dibalik kaca mobilnya yang tak terlalu gelap disinari lampu malam Jakarta. Mungkin malam ini dia sama sepertiku tak terlalu diburu waktu dan mencoba berbuat baik dijalan.

Sesampai di Starbucks, saya kepikiran terus dengan pengemudi mobil tadi. Hmmm alangkah indahnya kalau semua pengemudi di Jakarta seperti dia. Yang menyenangkan saya bisa mengingat detil wajah yang tadi tersenyum mempersilahkan pengendara motor dengan boncengan istri dan anaknya untuk menyalipnya.Dia juga sempat mempersilahkan pengguna lain yang ingin memotong dengan mengayunkan tangannya. Ini gunanya kaca tidak terlalu gelap jadi orang bisa tahu siapa si empunya kendaraan.Tiba-tiba saya bisa merasakan cara berfikir pengendara tersebut dan bagaimana keshalihan telah terwujud dari kesehariannya dengan caranya sendiri. Ah mungkin saja si pengendara motor tadi memang buru2 dan kelihatan anaknya tertidur dipelukan istrinya maka dipersilahkan oleh si pengendara mobil untuk mendahuluinya. Saya semakin tergugah dengan sikapnya. Memang dia tak menyadari kehadiranku yang memperhatikan bahkan mungkin saja saya akan lupa dengannya. Tapi Alloh pasti menjaganya dan mencatat semua tindakan yang baik tersebut.

Ditengah ngelamun sambil menuliskan cerita ini. Terdengar sayup-sayup suara sirene mobil ambulans.Ah semoga saja ada banyak pengemudi seperti bapak tadi sehingga mobil ambulans tersebut bisa leluasa bergerak mengantarkan korban didalamnya ke rumah sakit.Tak sengaja saya mencoba untuk sedikit peka merasakan suara-suara bising diluar jalanan dari cafe ini dan mengaduknya menjadi satu irama dengan suara musik dan ayunan jemari untuk menuliskan catatan kecil malam ini.Aku bersyukur bisa merasakan keruwetan jalanan malam ini dengan satu hikmah yang luarbiasa untuk memperkaya hati ini.

Advertisements