Hari Minggu (29/4/2012) kemarin menjadi hari penutup akhir bulan April yang menyenangkan. Setelah awal bulan April lalu, aku sengaja memprolakmirkan diri untuk memotivasi diri membuat perubahan kecil yang berarti buat diri sendiri dan lingkungan. Alhamdulillah, beberapa perubahan kecil sedikit demi sedikit sudah dilakukan tinggal mensolidkan lagi hati, pikiran dan tindakan untuk berbuat konkrit. Ini bukan ilusi, bung!!! Begitu tagline yang aku buat.

Syukurlah, ajakan untuk mengunjungi Panti tiba-tiba datang dari Darmawan Risky Itink yang sempat bertemu minggu (22/4/2012) lalu di acara kampanye Hari Bumi 2012. Dia berencana dengan teman-temannya untuk mengunjungi dua buah Panti yaitu Panti Tuna Ganda dan Panti Asuhan. Tampaknya menyenangkan pikirku saat itu. Terlebih aktivitas ini murni atas kesadaran pribadi bukan atas nama organisasi ataupun lembaga social lainnya. (Keep Salute for them). Kalau mengunjungi Panti Tuna Ganda tampaknya baru pertama kali buatku. Sedangkan panti asuhan juga cukup menarik dikunjungi karena melihat kondisi mereka pastinya akan memperkaya batin.

Jam 11.30 wib dari Pintu Tol Rawamangun, aku langsung meluncur langsung ke Lenteng Agung via Pasar Minggu. Kita janji ketemuan di depan SMUN 38 Lenteng Agung. Ga terlalu sulit mencari meeting point tersebut karena lokasi sekolah dipinggir jalan menuju Depok. Risky kemudian jemputku menuju basecamp salah satu temennya di belakang sekolah tadi. Ternyata basecamp mereka sebuah rumah tinggal salah satu anggota yang bernama Agnes. Aku dikenalkan sama Risky masing –masing personel yang antusias menyambutku. Ada beberapa nama yang aku lupa tapi insya Alloh aku tahu hehehe (What?) Setelah perkenalan, kemudian Risky menjelaskan tujuan dan motivasi dari pertemanan mereka. Dari penjelasannya ternyata ini murni bentuk konkrit persahabatan yang tidak hanya kumpul doank begitu katanya.

Tak lama setelah bincang sana –sini kemudian, kita bergerak menuju lokasi dengan mengatur grup keberangkatan. Hah berapa orang sih pake grup segala? Hmmm wait..wait aku hitung dulu kalo ga salah ada Risky, Agnes, Abighail, Iyut, Irwan,perempuan jilbab (lupa namanya), xxx (lupa namanya), dini, dan aku. Totalnya 9 orang ya hehehe maksudnya kita berangkat pake tiga mobil *halah Menuju lokasi pertama yaitu Panti Tuna Ganda di daerah Palsi Gunung. Hmmm sama aku juga ga tahu itu daerah mana? Ini kali pertama mendengar nama daerah gunung di sekitaran Jakarta Selatan. Lokasi tepatnya sih di Jalan Raya Bogor KM 28,5. Jauh ya hehehe Menuju ke lokasi kalau dari Lenteng Agung sih deket tinggal terusan aja ke arah Kelapa dua Depok. Hujan gerimis sepanjang siang kemarin membuat semangat kami tidak kendur. Terlebih saat Risky bilang kalau anak-anak di Panti Tuna Ganda sangat menyenangkan dengan keterbatasan fisik mereka.

Tiba di lokasi jam 14.15 WIB. Sayang waktu itu kondisi Panti sedang sepi. Soalnya anak-anak sedang istirahat tidur siang. Walaupun ada beberapa anak yang juga masih bisa kita sapa. Anak pertama yang aku lihat bernama Yayuk, usianya sekitar 10 tahun asal Palembang. Dilihat dari fisiknya dia cantik dan lucu seperti ga ada masalah seperti layaknya orang normal. Namun dia mengalami disfungsi komunikasi yang sering tertukar antara kata di otak dengan kata yang keluar dari mulut. Apa ya istilahnya disleksia kalau ga salah?

Ada juga Iwan yang berusia 35 tahun. Dia satu-satunya yang terlihat sangat welcome (karena yang lain sedang tidur)menyambut kita dengan boneka puppy-nya yang sudah lusuh. Sayangnya Iwan mengalami gangguan pendengaran dan bisu sehingga kami hanya bisa menerka maksud setiap ucapannya. Di dalam panti, kita berkeliling di sekitar lokasi yang lumayan bersih, rapi dan juga bertemu petugas yang sangat ramah dan bersahabat. Kita sambangi satu persatu barak yang ada sambil berkenalan dengan mereka yang sudah bangun. Ternyata mereka butuh kita. Mereka seperti bahagia bisa bertemu teman-teman baru. Layaknya kita berkenalan dengan orang baru. Seperti membagi dunia ini bersama-sama *hadeuh

Kita cukup lama di lokasi Panti Tuna Ganda. Banyak hal yang aku pelajari dari tingkah laku mereka dan keseharian pengurus bersama anak-anak. Betapa pekerjaan mulia ini membuat sebagian besar pengurus panti sangat sabar dan sayang dengan anak-anak panti yang tidak biasa.

Setelahnya kita bergerak menuju ke Panti Asuhan Istiqomah di bilangan Rel Kereta Api Kalibata deket Plaza Kalibata. Kalau di Panti Tuna Ganda, kehidupannya sudah jauh lebih baik dengan pemondokan yang bagus dan terawatt. Lain cerita dengan Panti Asuhan. Lokasinya yang tidak nyaman di pinggir rel kereta membuat mereka terbiasa dengan kehidupan keras Jakarta dimana hidup bertetangga dengan ratusan rumah gubuk liar di sepanjang pesisir rel. Untung saja suasana di dalam rumah panti sangat nyaman. Anak-anak pantinya pun terlihat jauh lebih bersih dan sehat. Mereka di asuh oleh Ibu Zuriadah yang mereka sebut emak.Total ada 30 anak asuh dan 79 anak binaan. Hmmmm maksudnya begini, kalau anak asuh itu mereka yang bener-bener yatim piatu dan tinggal bersama emak. Sedangkan anak binaan mereka masih punya keluarga entah ayah/ibu namun kondisi perekenomian yang belum mampu membuat mereka harus disantuni oleh Panti Asuhan. Termasuk membekali biaya sekolah dan kebutuhan lainnya. Yang membanggakan ternyata mereka semua jago dalam belajar. Terbukti semuanya berhasil sekolah di Negeri dari SD, SMP sampe SMU dan penurut semua. Wah jempolan nih!!!

di Panti Asuhan

Di Panti Asuhan ini, Kak Risky (sesuai tempatnya) mengajak adik-adik untuk minum susu bareng. Kemudian bercengkrama satu sama lain. Aku juga diajarin cara bermain tembak jari. Hmm penasaran kan seperti apa? Ya gitu deh hahahaha. Terus ngajak cerita bareng plus permainan. Pokoknya serulah…yang tadinya kita masih malu-malu berkenalan ujung-ujungnya seperti sedang bermain dengan adik kita sendiri. Sayang waktu keburu sore dan mereka juga harus siap-siap untuk mandi + sholat maghrib. Kita pun akhrinya berpisah..sekian dan terima kasih *halah

Advertisements