Gue masih menyukai Palembang sebagai kota kelahiran. Tempat gue tumbuh dan berkembang, mengenal tentang banyak hal dari kecil sampai dewasa. Nah salah satu tempat yang sering menjadi kenangan adalah Masjid Agung Palembang. Gue turut menjadi saksi bagaimana perubahan bangunan ini dari jaman ke jaman sampe sekarang. Alhamdulilah minggu kemarin (3 Juni 2012) gue sempat berkunjung kembali ke masjid ini. Dahulu pertama kali mendatangi masjid ini suasananya sangat sederhana dan terkesan seperti bangunan Masjid biasa. Namun yang gue inget adalah bagaimana dulu banyak banget tiang di halaman muka selasar masjid baru yang bisa dijadikan tempat bersembunyi. Sekarang bangunan tersebut sudah berubah. Bangunan asli tetap dipertahankan dan terpisah dengan bangunan baru. Sehingga seolah-olah sekarang terdapat dua buah masjid yang saling terpisah namun masih dalam satu komplek.

Masjid Agung Palembang atau nama resminya Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang berlokasi sekitar 500 meter di dekat sungai Musi. Dahulu kala sungai Musi sangat lebar dan Masjid Agung Palembang masih dikelilingi oleh anak sungai Musi sedangkan tepian kiri yang sekarang menjadi Jalan Merdeka Palembang adalah tempat para jamaah menyandarkan perahunya menuju Masjid. Namun seiring menyusutnya air sungai yang sekarang sudah direklamasi agar tidak ada lagi penyusutan maka lebar Sungai Musi sudah jauh berbeda dengan dahulu dan sebagian anak sungai sudah berubah menjadi jalan utama di Palembang.

Gue selalu suka berada di Masjid kebanggan wong kito ini. Banyak kenangan yang terjadi di dalamnya. Pertama kali berguru dengan ulama Palembang mulai dari belajar Fiqih, Tajwid, dan ilmu agama Islam lainnya selalu dilakukan di Masjid ini setiap bada Ashar, ataupun hanya bermain bola dan duduk santai sore hari menjelang maghrib. Sekarang aktivitas tersebut masih tetap ada dilakukan dan sayangnya gue sudah jarang berjumpa dengan guru. Sebagian besar sudah meninggal dunia dan teman-teman yang dulu juga sudah entah berantah menyebar kemana-mana. Cuma pada saat lebaran kadangkala kita suka secara tidak sengaja bertemu di Masjid ini.

Masjid Agung Palembang saat ini memiliki dua buah bangunan utama. Satu bangunan yang asli merupakan bangunan lama yang sengaja dipertahankan sejak awal pendirian. Sedangkan bangunan satu lagi merupakan bangunan yang baru dibangun dan sudah beberapa kali dipugar untuk diperluas akibat pertambahan jumlah jamaah. Bangunan yang asli cukup menarik untuk dilihat baik interior maupun eksteriornya. Bangunan yang Asli memiliki arsitektur perpaduan China dan Melayu. Bentuk bangunan berundak merupakan lambang social dan perwujudan ketauhidan kepada Tuhan. Sedangkan disetiap sudut bangunan dapat kita temui beberapa cangkang masjid yang mirip dengan kelenteng. Sedangkan pintu gerbang masjid cukup besar dengan bangunan semi eropa. Dahulu kala pintu masjid ini tidak ada namun ditambah oleh pemerintah colonial.

Di dalam masjid masih banyak ornament khas Palembang yang cukup kental dengan ukiran kaligrafi maupun sulur tanaman dicampur dengan perpaduan warna emas dan coklat. Mimbar masjid terlihat begitu megah dan tradisional dengan adanya tangga tempat khotib/pemuka masyarakat memberikan khutbahnya. Bentuk mimbar ini banyak kita temui di beberapa masjid tua yang ada di Indonesia. Selain itu ada empat tiang utama yang terbuat dari kayu jati yang merupakan perwujudan dari empat sahabat Nabi dan masih tetap berdiri sampai sekarang. Bangunan Asli Masjid ini memang beberapa bagian merupakan bahan asli yang belum pernah digantikan karena selalu dirawat dan dijaga keasliannya. Sehingga ketika berada di dalam masjid ini gue suka merasa kembali ke masa kesultanan Palembang Darussalam.

Masjid ini masih menjadi pusat kegiatan masyarakat Palembang dalam kegiatan keagamaan. Selain itu sekarang taman-taman sengaja di buat disekitar masjid dan sering dijadikan tempat bermain bola buat anak-anak disekitar masjid. Hal ini memang tidak dilarang pengurus, sejak gue kecil sampai sekarang rumput halaman masjid walaupun sering diinjak oleh kami namun tetap terpelihara. Ada beberapa bagian halaman yang memang tidak boleh dipakai buat bermain. Namun sebagian besar bisa digunakan oleh masyarakat.

Advertisements