Hidup adalah pilihan. Begitu kalimat yang sering saya dengar. Otomatis semua kejadian yang menimpa kita, baik yang sudah lewat, tengah terjadi dan kejadian yang akan datang adalah hasil dari pilihan-pilihan yang kita buat sebelumnya. Kita tak perlu ragu untuk menentukan sebuah pilihan asalkan kita tahu resiko yang terjadi akibat pilihan yang diambil. Memang sadar atau tidak sadar semua yang kita jalani dalam kehidupan ini adalah bagian dari sebuah tanda Tanya besar yang selalu menganggu dan membutuhkan jawaban. Nah jawaban itu adalah sebuah pilihan. Ketika kita tak mampu memilih maka akan ada orang lain yang memilihkan buat kita. What?? Ga mau donk hidup kita diatur dan dipilih oleh orang lain??

Your Life is Your Choice by Ustadz Felix Siauw

Nah pembahasan “Your life is your choice” merupakan materi pengajian Ustadz Felix Siauw yang kebetulan punya kesempatan bertemu sore tadi  (Minggu  1 Juli 2012) bersama sahabat saya yang lain untuk hadir di pengajian bulanan kami. Yang dulunya rutin diadakan setiap sabtu bada ashar di ruang PIA AL-Azhar. Namun karena kesibukan kami satu sama lain yang membuat kajian sabtu sore sering ga komplit makanya sekarang diganti menjadi pengajian bulanan di rumah Mas Mahendra, yang kebetulan berlokasi di daerah Pakubowono. Makanya dengan sendirinya pertemuan bulanan ini di sebut juga dengan Pengajian Pakubowono. Walaupun anggota pengajian Pakubuwono bisa dihitung dengan jari namun silaturrahmi untuk terus kumpul dan mengkaji Islam tetap menjadi tujuan utama kami dalam mempererat ukhuwah. Nah  yang menyenangkan adalah kami semua berasal dari profesi yang beranekaragam sehingga menjadi catatan sendiri buat saya dalam berinteraksi dan menambah wawasan.

obrolan kecil dengan ustadz Felix Siauw

Saya sendiri sudah lama absen mengikuti pengajian ini sehingga kadang malu aja kalau harus bertemu mereka. Tapi untunglah semangat ukhuwah yang terus ada, walaupun ga bertemu muka. Kita masih sering komunikasi dan keinginan untuk kumpul kembali akhirnya terwujud sore tadi. Pas kebenaran yang menjadi pengisi materi adalah Ustadz Felix Siauw, seorang mualaf yang sama-sama dari kota Palembang tempat kelahiran saya dan sering membaca tulisan dan tweet beliau. Sehingga keinginan untuk hadir pun menjadi sesuatu yang wajib.

Semangat Berubah “MAF 1453H”

Didalam materi yang berlangsung cukup menarik dengan gaya penuturan khas Ustadz Felix Siauw yang cepat. Saya bersyukur bisa menarik beberapa kesimpulan. Termasuk mereflesikan dengan kejadian demi kejadian yang menimpa hidup ini secara simultan. Kalimat yang pasti saya ingat adalah “Today is Yesterday dan Tomorrow is Today”. Penggalan kalimat sederhana dari Ustadz Felix Siauw yang merangkum sebuah pilihan dari hidup. Maka segala sesuatu yang telah terjadi, yang sedang terjadi, dan akan terjadi adalah hasil dari pilihan kita. Hidup ini hanya sebentar, hanya sekali. Lantas pertanyaannya adalah Hidup seperti apa yang akan kita pilih?

Masih menukil dari penjelasan ustadz Felix Siauw dimana kita akan hidup berdasarkan pilihan-pilihan yang kita buat. Kita akan dinilai dengan pilihan-pilihan yang kita ambil, kita akan dihargai sesuai dengan pilihan yang kita buat, kita akan menjadi seperti apa yang kita pilih dalam setiap segmen dari kehidupan kita. Kemudian dalam materinya, Ustadz Felix Siauw menyajikan beberapa slide presentasi untuk memudahkan kami mencerna maksudnya. Dari beberapa slide, beliau pertama menampilkan sebuah gambar yang berisi sekelompok muda-mudi yang tengah nongkrong di pinggir jalan dengan pakaian punk dan terlihat tidak rapi, urakan, dekil dan tidak enak dipandang mata. Nah pilihan untuk menjadi seperti itu adalah bagian dari pilihan masa lalu mereka, dan mau ga mau resiko harus mereka jalani. Pastinya karena mereka banyak berada dijalan, perkataan-perkataan tidak baik akan keluar atau tertawa tanpa sesuatu yang jelas. Tidak jarang mereka akan terbiasa menyematkan rokok untuk mendukung penampilan mereka atau bahkan ekstrimnya terlibat Narkoba dan minuman beralkohol. Ada yang bergaya layaknya anak punk dengan rambut yang khas, berjalan kesana-kemari menghabiskan waktu, tidur dipinggir jalan atau di pasar. Nah kemudian Ustadz Felix Siauw mengajukan pertanyaan, melihat kenyataan ini, seperti apa kira-kira masa depan mereka? Artinya kita bisa ‘melihat’ masa depan seseorang dari pilihan-pilihan yang dia buat saat ini.

Nah pada saat melihat slide-slide berikutnya. Pikiran saya mulai tercerahkan dengan beberapa pilihan hidup yang saya ambil sebelumnya. Apa yang saya lihat pada diri ini pada hari ini adalah buah dari pilihan itu sendiri dimasa lalu. Keadaan hidup bagaimanapun menjadi sebuah kisah yang terus menerus kita tulis dalam perjalanan hidup kita. Seperti sebuah buku  yang mempunyai judul dengan nama kita sendiri, lembar demi lembar adalah cerita pilihan hidup kita. Saya semakin paham apabila seseorang menginginkan hidupnya bahagia, sejahtera atau apalah yang dia inginkan. Dengan mudah dia bisa mendapatkannya asalkan dia memilih untuk bersusah payah dan mengubah setiap pilihan yang tidak menjurus ke pilihan utamanya untuk bahagia. Jadi kalau mau senang, bahagia, taat dengan agama, dan sebagainya semua adalah pilihan yang diserahkan sepenuhnya kepada kita. Sesederhana itukah? Ya, memang sesederhana itu! Sehingga jelaslah ketika kita bercita-cita ingin jadi ustadz, pengusaha, manager, direktur, atau sekedar ingin bahagia, senang, sedih, jadi orang baik, orang jahat, maksiat, taat, dsb ditentukan oleh pilihan hidup kita yang sekarang kita buat. Keadaan kita dimasa mendatang juga merupakan hasil akumulatif dari pilihan hidup yang kita buat dari hari ini sampai sehari sebelum tahun depan. Begitupun dengan tempat kita diakhirat kata ustadz Felix Siauw, kita bisa menentukan mau kemana kita kelak di akhirat dengan pilihan hidup kita yang dibuat sebelum datangnya ajal.

Seorang yang menginginkan surga Alloh pastinya sudah menyiapkan pilihan perbuatannya agar selaras dengan perintah dan larangan Alloh. Dengan penuh kesadaran, setiap orang tahu akan pilihan yang dia buat dalam hidupnya. Termasuk dalam banyak hal One Time Once Choice adalah semacam sebuah keharusan dimana manusia tidak akan mungkin bisa membuat dua pilihan yang sama dalam waktu yang sama. Makanya jika kita punya pilihan maka haruslah selaras dengan tujuan akhir yang akan kita capai. Tujuan seorang muslim yang sadar akan kehidupannya pastilah menuju surge Alloh, yang dalam jalan ini pasti akan menemui banyak halangan dan rintangan. Nah disini dibutuhkan konsistensi akan pilihannya, tidak akan menyerah dalam realitas dan kondisi yang menghalangi melainkan mengubah semua itu agar sesuai dengan tujuannya.

Sekali lagi kalimat hidup adalah pilihan masih terngiang-ngiang di benak saya. Mencerna kalimat sederhana itu begitu simple namun sulit dalam praktiknya. Namun keinginan yang kuat dan pengalaman hidup selama ini tentu saja menjadi pelajaran yang bisa saya manfaatkan dalam memilih jalan hidup untuk selanjutnya. Mantap sekali dalam hati saya bergumam kalimat Life is Your Choice. Kita tidak bisa menyenangkan semua orang pada waktu yang sama dan harus memilih untuk mengecewakan yang lain, kita kadang harus dibenci oleh orang lain dengan memilih teman yang lain yang sesuai dengan pilihan kita. Apapun yang kita lakukan pasti akan ada pro dan kontra. Tidak ada konsep win-win solution di dalam kebenaran dan kewajiban. Take it or leave it, winner takes all and loser loose all. Sama halnya ada haq dan bathil. Kemudian teringat akan pepatah orang Sumatera yaitu “Orang yang menginginkan semuanya biasanya tidak akan mendapatkan semuanya” Jadi mulai saat ini pilihlah yang baik-baik. Berbahagialah orang yang mampu memilih kebaikan karena sejatinya kebahagiaan sudah berpihak kepadanya. Jadi inget pesan lain yaitu apapun keadaanya, kita haruslah tetap memilih rasa senang untuk menjalani kebahagiaan di kemudian hari.

All Members of Pengajian Pakubuwono

See you upcoming moment with #PengajianPakubuwono, with great choice comes great investment, consequences & risk! If you don’t want the investment, consequences & risk, then forget about your choice! – Felix Siauw

Advertisements