Bismillah

Baru saja tertidur dua jam yang lalu. Dan kini sudah harus bangun kembali tepat jam 3 pagi. Bukan karena ada sesuatu pekerjaan yang tertunda dan belum diselesaikan sehingga membuat tidur saya kali ini harus terpotong. Bukan pula tugas baru yang harus dibuat buru-buru atau biasanya bangun untuk pergi ke Bandara mengejar penerbangan pertama. Namun sejak beberapa bulan terakhir, body clock saya mengalami gangguan. Yah semacam perubahan ritme bangun pagi. Terus terang ada keterpaksaan yang timbul karena tidak bisa meneruskan tidur. Terlebih saya sudah mengatur untuk memundurkan waktu istirahat. Namun selalu tidak berhasil. Selalu saja terjaga di jam yang sama. Senang akhirnya ketika saya sadar ada sesuatu yang harus dikerjakan ketimbang tidur-tiduran yang membikin kepala berat. Bagi saya hal ini adalah waktu untuk segera melakukan ritual curhat. Yah, kondisi saya sekarang sudah agak tenang dan menyenangkan. Saya sendiri menyesal kenapa aktivitas curhat kepada-Nya baru- belakangan bulan ini intensif dilakukan. Seperti ada ketenangan setelah berkeluh kesah tentang apa saja yang terjadi dan menimpa saya kepada Alloh. Selama ini saya begitu sombong dan angkuh mengabaikan-Nya. Padahal ada Alloh setiap saat yang senantiasa siap menerima apapun problema hambanya. Nah saya pikir body clock saya sudah diatur dengan baik oleh-Nya. Ada kalanya saya hanya tidur-tiduran setelah selesai curhat sembari menunggu datangnya waktu shubuh. Atau menulis dan membaca buku. Ingin rasanya dilahirkan kembali dan terus menerus menambah ilmu baru menambah khasanah pemikiran saya untuk terus memahami akan hakekat apapun dari hidup ini. Yah, saya benar-benar ingin produktif. Ingin agar Pekerjaan saya Alhamdulillah bisa diselesaikan dengan baik. Walaupun kadangkala hectic dan juga tak percaya jika akhirnya semua pekerjaan itu pada akhirnya juga diselesaikan atas bantuan-Nya.

Mungkin ini yang disebut keberkahan di pagi hari? Disaat kondisi baru bangun dari tidur dan kita merasa dalam keadaan yang tenang tanpa tekanan batin. Begitu plong dan syahdu suasana hati ini. Hal pertama yang biasa saya lakukan adalah segera mengintip dari balik tirai melihat suasana pagi diluar kamar. Saya bisa menghabiskan waktu antara 5 – 10 menit mengamati lampu-lampu yang terlihat dari rumah tetangga diluar. Seakan ingin tahu adakah yang terjaga sama seperti saya pagi ini? Banyak buku yang saya baca dan selesaikan dalam waktu 2-3 hari serta bisa membuat tulisan-tulisan sederhana. Yah walaupun hanya untuk konsumsi pribadi. Atau sekadar menulis hal-hal yang tidak terlalu penting seperti saat ini. Saya biarkan saja otak saya bekerja dan tangan menari diatas tuts qwerty. Saya tak mau terlalu banyak berfikir. Saya ingin semuanya mengalir begitu saja tanpa ada halangan. Membiarkan setiap kata mulai mencari kata lain dalam menyusun kalimat. Saya berkhayal suatu saat bisa menghasilkan suatu karya atau apalah yang bisa bermanfaat buat orang lain. Saya suka iri melihat orang lain yang lebih muda dari saya bisa membuat perubahan yang akhirnya bisa menjadi inspirasi buat orang lain. Saya ingin perubahan itu!!!! Perubahan yang setahap demi setahap harus saya mulai, dan insya Alloh bisa. Bukankah kita dengan yang lain itu ibarat cermin yang saling memantulkan? Saya mantapkan diri ingin memantulkan yang baik. Saya ingin belajar lebih banyak diam dan belajar lebih bijak. Diam bukan berarti tak bicara. Diam bagi saya adalah perubahan untuk menghemat kata-kata agar tidak terlalu banyak kalimat yang tak bermanfaat keluar. Saya ingin lebih banyak berdoa, berdoa, berdoa dan berbuat. Insya Alloh

 

Advertisements