Burung dalam sangkar…


Burung dalam kertas

Glek…jantung ini berdegup kencang saat seorang bapak tua naek ke metromini nomer 49 jurusan Pulogadung-Manggarai yang pagi ini ku tumpangi. Bukan karena kasihan melihatnya yang sudah tua. Tapi saya lebih kasihan ke barang bawaannya berupa lima kantong kertas yang diletakkan kemudian di depan tempat dudukku. Hati ini langsung berdesir saat kantong-kantong itu mengeluarkan suara burung yang terlihat ingin bebas dari kurungan. Ya..tampaknya bapak itu baru saja membeli beberapa burung piaraan dari Pasar Burung Pramuka. Aku ga tahu persis jenis burung apa yang dia beli? Beberapa kali kantong-kantong itu bergerak. Terlihat bahkan paruh dan mata secara bergantian mengintip dari lubang kecil kantong kertas tersebut. Aku ga tega melihat burung-burung itu berontak ingin terbang keluar dari kantong kertas yang sangat sempit bahkan untuk berputar pun rasanya sangat sukar.

Kenapa tiba-tiba aku begitu iba ya? Beberapa kali pikiran ini mencoba untuk mentralisir keadaan agar aku tak terlalu peduli. Tapi seketika mendengar suara yang seperti rintihan dan meminta pertolongan itu membuatku jadi gelisah. Dugh gimana cara menolong dan membebaskan burung-burung itu? Hmm kepikiran untuk membelinya namun baru inget kalau uang di dompetku tinggal beberapa lembar saja. Iya belakangan ini aku mulai mengurangi menggunakan mobil pribadi. Ingin belajar hemat dan juga merasakan suasana dinamika pagi. Nah, satu-satunya yang bisa kulakukan terhadap burung-burung itu hanya pasrah dan berdoa semoga bapak itu diberi kemudahan untuk dapat membuka hatinya melepas burung-burung itu terbang bebas.

Aku ga bisa berbuat banyak sepanjang jalan hanya melirik sebentar ke bungkusan kertas tersebut sambil menahan diri untuk pura-pura ga peduli. Ah betapa malangnya burung-burung tersebut. Yang pasti sungguh kurang ajar sekali tuh orang yang menjualbelikan hewan liar untuk kepentingan kesenangan semata. Tak sadar apa mereka kalau hewan juga butuh kehidupan sama seperti manusia. Bagaimana manusia sangat keterlaluan memperlakukan hewan. Demi sebuah kesenangan semata, hewan menjadi korbannya. Coba kalau seandainya manusia yang diperlakukan seperti hewan. Dijualbeli kemudian dipenjara dalam sangkar. Tak bisa kemana-mana? Hanya bisa menerima kenyataan saja dengan meratapi nasib. Ah hati ini berontak. Kasihan tuh burung-burung dikandangi. Betapa stressnya pasti mereka di dalam sangkar nanti. Disuruh berkicau setiap hari oleh si empunya dan tak bisa bergerak bebas sesuai sunatullahnya.

Ah seandainya bapak tadi bisa berfikir. Lebih penting mana memelihara hewan piaraan seperti burung yang berkicau setiap hari namun anak-anak fakir menangis meminta makan? Atau bagaimana jika uang untuk membeli makanan burung itu dia gunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat semisal sedekah. Siapakah yang lebih layak untuk diberi makan dan dipelihara? Manakah yang lebih berguna dan mendatangkan kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup; memelihara burung atau menyantuni fakir miskin. Ah semua pertanyaan tadi membuatku jadi pusing dan untung saja tujuan sudah sampai. Semoga burung-burung itu ada yang membebaskannya…huffff…kesalllllll

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s