saya mungkin tipe orang yang ekspresif terhadap sesuatu, tapi kadarnya mudah-mudahan tidak terlalu berlebihan. Beberapa waktu lalu saya sempat menuliskan status di profile BBM dengan kalimat : “Tersenyumlah wahai hati yang bersedih”

Dari kalimatnya jelas sekali kalau saya sedang bersedih dan ingin segera keluar dari problema yang menimpa diri ini. Selang beberapa detik setelah saya mempublishnya. Entahlah, ada sekitar 11 pesan baru dari kontak BBM yang kemudian secara tiba-tiba muncul bertanya tentang status tersebut dan ada juga yang memberikan sugesti seperti tahu masalah yang sedang terjadi.

Langsung saja saya hapus status tersebut dan mengucapkan terima kasih buat yang memberi saran dan mengklarifikasi bahwa status itu bukan buat saya tapi buat orang yang sedang bersedih. Terkesan berbohong juga sih. Tapi saya tak ingin membagi cerita sedih itu ke orang-orang secara pribadi dan takutnya salah persepsi mengenai hal yang hanya bisa dipahami oleh saya sendiri.

Namun ada satu pesan yang membuat saya terkesan isinya seperti ini, “jangan bersedih, saatnya membantu orang lain untuk bahagia maka pasti kita bahagia juga” Saya baca berulang-ulang kalimat yang dikirimkan sahabat saya itu via BBM. Sepertinya kalimat sederhana itu membuat saya jadi merenung mengenai hal apa yang bisa saya perbuat untuk membuat orang lain bahagia? Tiba-tiba saya tertarik untuk berbincang dengan Bang Mail. Beliau salah satu teman saya yang akhir-akhir ini senantiasa bertemu dalam banyak kesempatan.

Bang Mail tengah menjelaskan konsep menolong versinya

Bang Mail akhirnya meminta saya untuk datang ke gedung Intiland Sabtu (13 Oktober 2012) siang jam 10.oo wib. Dia bilang kalau mau membantu orang, dia punya cara untuk dapat melupakan semua masa lalu saya dengan ikut kegiatan-kegiatan yang selama ini dia lakukan. Insya Allah katanya kalau kita semakin aktif beraktivitas terutama  dengan membantu kesulitan orang lain maka dengan sendirinya kesulitan kita pun akan terselesaikan. Ini mirip dengan apa yang selama ini saya dengar tentang keutamaan menolong sesama.

Sesampai disana, saya tiba duluan dan kemudian barulah selang 10 menit Bang Mail datang. Saya diajak berkenalan dengan beberapa orang mengenai tujuan utama dalam menolong orang dan misi lainnya. Di dalam ruangan khusus saya diberikan beberapa motivasi mengenai hal-hal lain dalam hidup ini sehingga keutamaan menolong senantiasa terjaga dalam hidup. Saya merasa hari itu saya benar-benar sibuk mendengarkan apa saja tentang berbagai hal. Intinya sederhana namun efeknya luar biasa dan kita memang harus berkumpul dalam jamaah untuk bisa saling menopang satu sama lain. Seketika rasa sedih hilang begitu saja dengan bertemu orang-orang yang peduli sesama. Konkritnya tidak bisa saya ceritakan di blog ini mengenai bantuan apa yang kami bicarakan cuma pesannya adalah bantulah sodara-sodara kita yang dalam kesusahan. Insya Allah akan banyak pertolongan yang datang saat kita sedang merasa sedih/kesusahan.

Advertisements