Selasa malam (13 November 2012), saya berkesempatan untuk bergabung dengan komunitas pecinta film Indonesia atau MoviegoersID menyaksikan film yang berjudul Atambua 39º Celcius. Film ini memang tidak begitu populer karena kalah heboh dengan pemutaran film Skyfall yang begitu komersil. Film yang disutradarai oleh Mas Riri Riza dan diproduseri oleh Mbak Mira Lesmana ini kebetulan masuk dalam Official Selection di International Film Festival Rotterdam dan Tokyo International Film Festival.

Yang menyenangkan ternyata Mas Riri Riza dan Mbak Mira Lesmana, menyempatkan hadir untuk berbagi cerita mengenai latar belakang pembuatan film dokudrama termasuk misi mereka membawa pesan tentang kondisi pengungsi Timor Leste setelah mereka merdeka hasil referendum tahun 1999 silam. Mas Riri Riza blak-blakan menyatakan bahwa dia memang ingin sekali mengenalkan Atambua dengan segala kondisinya bahwa ini adalah bagian kecil dari puzzle Indonesia yang sama sekali belum terekspos oleh masyarakat.

Riri Riza Berbagi cerita dengan MovieGoersID

Jangan terlalu ekpektasi tinggi pada saat menonton film terutama bagi yang suka nonton film box office yang dikemas dengan sangat komersil dan cerita yang penuh dengan romantika dramatis yang biasa kita tonton.Ini adalah film festival dan jujur saya akan bilang Film ini sangat pendiam dan kalem. Bagi saya menonton film ini seperti melihat dokumenter mengenai kehidupan masyarakat Atambua. Mulai dari lokasi, setting, Aktor, bahasa, dan musik skoring yang dimainkan semuanya asli dari Atambua. Jadi jika ingin mengenal Atambua nontonlah film yang sangat realis ini.

Joao

Film Atambua 39º Celcius ini bagi saya merupakan cuplikan budaya dari masyarakat Timor. Saya jadi mengerti betul bagaimana watak dan karakter orang Timor sengaja ditonjolkan dalam berbagai fragmen oleh pemeran utamanya yaitu Ronaldo sebagai Ayah, Joao, dan Nikia dua tokoh lain yang akan sering muncul di film ini.Kualitas ketiganya saya buat berurutan mulai dari Joao (Godino), Ronaldo (Petrus Beyleto), dan Nikia (Putri Moruk) sangat baik dalam memerankan karakter masing-masing. Namun Ronaldo adalah tokoh favorit saya dalam film ini.

Nikia

Bayangan tentang keindahan alam Atambua sedikit terobati dengan sinematografinya yang lumayan bisa menggambarkan alam di sana. Namun dari sisi plot, film ini sangatlah datar, statis, dan tak ada letupan emosi yang biasa kita saksikan dalam banyak film drama Indonesia. Riri Riza sengaja menyajikan apa adanya tentang adat istiadat orang Timor dan hal ini yang menjadi catatan khusus buat saya bahwa film ini memang harus sungguh kuat pemahaman agar tahu dimana kekuatan film yang terkesan murung dan sedih ini bercerita. Sebagaimana film festival yang pernah saya tonton sebelumnya ciri khas tentang film yang pendiam, sepi kata-kata sehingga ekpresi apapun menjadi begitu berbicara, dan minimalis menjadi credit tersendiri buat penggemar film untuk tahu jalan ceritanya sampai tuntas.

Katanya di Atambua mencari uang pun sulit disini
Kondisi Alam Atambua yang Panas, Gersang dan Sepi bisa dilihat dalam film ini
Bersama Mas Riri Riza

Sinopsis

Joao (Godino Soares) telah terpisah dari ibunya sejak berusia tujuh tahun. Ia dibawa eksodus ayahnya pindah ke Atambua setelah referendum 1999, sementara ibu dan dua adiknya yang masih bayi tinggal di Liquica, Timor Leste. Ronaldo (Petrus Beyleto), ayahnya, kini bekerja sebagai supir bis antar kota. Ia sering mabuk sampai akhirnya dipecat dari pekerjan. Satu hari gadis Nikia (Putri Moruk) kembali ke Atambua untuk menyelesaikan ritual duka kematian kakeknya. Joao yang biasa menghabiskan waktu menjadi tukang ojek dan bermalasan bersama teman teman remajanya berganti kebiasaan dengan ritual mengikuti Nikia. Sesungguhnya ia tidak terlalu paham mengapa.

Perlahan Nikia mulai membuka hati pada Joao, sampai suatu hari Joao menunjukkan perasaannya dengan cara yang memaksa. Nikia pergi meninggalkan Atambua. Sementara, Ronaldo berkelahi di sebuah tempat bilyar, hingga ia kemudian ditahan di kantor Polisi. Joao menebus ayahnya keluar dari tahanan, kemudian pergi untuk mencari Nikia. Ronaldo pulang menemukan rumah yang kosong dan menemukan kumpulan surat dalam bentuk kaset kaset rekaman dari Istrinya. Joao mencoba menebus kesalahannya akankah Ronaldo mengikuti? (21cineplex.com)

Trailer 

Advertisements