Tak perlu takut akan dunia, karena tak ada lagi ketakutan jika memang kita berani mencari kedamaian hidup. Dan aku jatuh cinta sama alam sejak pertama melihat betapa menariknya untuk dijelajahi, karena alamlah yang memberikan kedamaian dan ketentraman. Jadi mengapa harus takut akan dunia jika sudah damai…..(awd)

IMG_2195

Setelah sekian lama absen mendaki, akhirnya dimulailah lagi petualangan untuk menjejakkan kaki ini di Gunung Gede akhir pekan kemarin (15 – 16 Desember 2012). Jujur saya sudah kangen sekali dengan Gunung Gede dan rencana ini sempat tertunda beberapa kali. Akhirnya dengan ditemani Saprol, Rizki, Ade dan Bayu rencana itu terwujud juga dengan mengalihkan semua rencana weekend kemarin yang penuh dengan acara seremonial.

Berbeda dengan gunung yang lain, untuk mendaki Gunung Gede – Pangrango diwajibkan booking agar dapat mengantongi surat izin seminggu sebelum melakukan rencana pendakian. Karena untuk mendaki puncak Gunung Gede – Pangrango ada tiga jalur pemberangkatan yaitu dari Cibodas, Gunung Putri dan Salabintana. Nah masing-masing jalur memiliki kuota pendaki yang berbeda-beda karena di puncak hanya dibatasi 600 orang semalam. Sehingga diperlukan pengaturan jumlah pendaki agar tidak terlalu banyak dan bisa menganggu kelestarian alam di Taman Nasional.

Nah karena jalur Cibodas sedang ditutup karena adanya perbaikan jalur. Kami memutuskan untuk melalui jalur Gunung Putri yang lumayan memiliki tantangan tanjakan yang curam ketimbang Cibodas. Namun untuk yang pemula saya sarankan naik melalui cibodas selain memiliki jalur yang relatif lebih mudah juga banyak spot menarik seperti air terjun, satwa dan view yang menarik sepanjang jalan sampai ke kandang Badak.

Kami berangkat hari jum’at sore (14 Desember 2012) menggunakan mobil pribadi. Kondisinya pada saat itu Jakarta tengah diguyur hujan sangat lebat. Sehingga kami mempersiapkan segala kemungkinan termasuk kondisi terburuk selama pendakian Gunung Gede di ketinggian 2958 Mdpl. Perjalanan syukurlah tidak ada halangan dan kami sampai di Cibodas jam 21.34 wib selanjutnya kami menitipkan kendaraan kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan pedesaan ke Gunung Putri via Cipanas.

Kami bermalam sebentar di salah satu rumah penduduk, dan berencana mendaki selepas shubuh esok harinya (sabtu 15 Desember 2012). Sebelum melakukan pendakian kita diwajibkan untuk melapor terlebih dahulu di Pos Penjagaan Gunung Putri (1.450 Mdpl) dengan menunjukkan surat izin, termasuk kita harus siap jika harus dilakukan pemeriksaan bawaan. Karena tidak diperkenankan membawa barang-barang yang dapat merusak alam seperti deterjen, sabun, odol, dll.

IMG_2203

IMG_2202

Nah pendakian via gunung putri ini awalnya kita akan melintasi jalan setapak yang banyak perkebunan milik penduduk. Termasuk ada sebuah sungai kecil yang lumayan deras airnya yang konon kalau lagi hujan ketinggian debit airnya bisa selutut kaki orang dewasa. Nah yang menarik sepanjang jalan setapak ini kita bisa mengamati sistem pengairan tanah perkebunan dan juga suplai air minum ke rumah penduduk yang melalui sebuah pipa panjang disamping jalan setapak. Satu jam perjalanan kita akan segera sampai di sebuah gerbang bekas kantor Taman Nasional yang sudah tidak terpakai yaitu di atas 1.850 Mdpl. Nah disini biasanya para pendaki memulai perhitungan waktu tempuh sampai ke puncak.

IMG_2224

IMG_2231

Jalur Gunung Putri ini lumayan menarik karena melintasi banyak sekali tanjakan dan akar-akar pepohonan. Suasana di dalam jalurnya sendiri sangat lembab kebetulan pada saat kami naik. Kondisi tanah sedang basah akibat bekas hujan. Perlu diketahui curah hujan di Gunung Gede termasuk yang paling tinggi rata-rata pertahun mencapai 3.000 hingga 4.200 mm. Sehingga hutan yang sangat lebat terasa begitu mencekam dan dingin. Setelah 1.5 jam jarak tempuh kita akan sampai di Pos Kedua yaitu Legok Lenca (2.150 Mdpl). Nah tantangan berikutnya akan sangat menguras tenaga karena pendakian dimulai dengan kondisi tanah yang lebih menanjak dan kondisi jalur yang sempit bahkan curam dan karena basah membuat sedikit licin. Disarankan menggunakan sepatu untuk mengurangi cidera. Pos berikutnya adalah Buntut Lutung yang berada di 2.300 Mdpl. Tempat ini agak lega dan lumayan bisa istirahat sebentar karena ada penjual kopi dan teh termasuk pasukan Nasi Uduk.

IMG_2223

IMG_2216

Saya akan cerita sedikit mengenai Pasukan Nasi Uduk ini, karena jalur via Gunung Putri ini lumayan sempit dan sulit ditemui mata air. Maka banyak pendaki yang jarang mendirikan tenda atau berlama-lama istirahat. Biasanya mereka mau bersusah payah terlebih dahulu untuk sampai puncak baru kemudian mendirikan tenda. Nah kesempatan ini  dimanfaatkan oleh Pasukan Nasi Uduk. Ceritanya saat kami ingin melanjutkan perjalanan ke pos Lawang Seketeng (2.500 Mdpl) kami pikir kami sudah sangat keletihan dan jalur semakin mendaki dengan kondisi harus banyak hemat energi. Nah tiba-tiba dari bawah ada seseorang yang jalannya begitu cepat dan salut bagaimana dia bisa mendaki dengan sempurna tanpa kelelahan. Rupanya mereka adalah penduduk sekitar yang memang berjualan nasi uduk dan sudah terbiasa naik turun gunung setiap hari untuk membantu logistik pendaki dengan berjualan aneka makanan dan minuman. Jumlah mereka ternyata tidak hanya satu melainkan puluhan sehingga jangan kaget kalau di puncak melihat mereka menjual barang dagangannya.

IMG_2221

IMG_2210

Oh iya perjalanan kami menuju Lawang Seketeng benar-benar membuat kami kelelahan. Medan semakin terjal dan banyak batu-batuan. Inilah jalur terlama yang kami lewati dengan waktu tempuh hampir dua jam. Setiap mendaki satu tebing kami berhenti dan benar-benar menguras tenaga. Selanjutnya jika sudah melewati jalur ini maka akan terbiasa di jalur berikutnya yaitu Pos Simpang Maleber (2.625 Mdpl) dengan kondisi yang hampir mirip namun tidak begitu menguras tenaga karena dibantu banyak akar pepohanan. Nah dari Simpang Maleber jalur sudah semakin landai dan bisa bernapas lega dan tidak berapa lama alun-alun Surya Kencana tempat yang dituju oleh para pendaki membentang di depan mata.

IMG_2241

IMG_2243

Sesampainya kami di Alun-alun Surya Kencana disambut dengan guyuran hujan yang sangat lebat dan membuat kami beristirahat sebentar melepas lelah sampai akhirnya melanjutkan perjalanan ke titik 0 KM yaitu mengarah ke kanan mengikuti aliran sungai kecil yang membelah lapangan yang banyak ditumbuhi oleh Tanaman Khas Pegunungan yaitu Edelweis. Sehingga sepanjang mata memandang kita akan terpaku dengan indahnya pemandangan sekitar.

IMG_2261

IMG_2265

Kami memutuskan untuk mendirikan tenda pas di tengah-tengah alun-alun surya kencana dan juga dekat dengan sumber mata air sehingga memudahkan urusan kami selanjutnya. Selain menawarkan keindahan lembahnya, di alun-alun Surya Kencana ini juga terdapat mata air, sehingga merupakan tempat favorit para pendaki gunung Gede, untuk mendirikan tenda di sini. Kamipun mulai mencari tempat yang nyaman untuk mendirikan tenda, dan beristirahat sebentar setelah melakukan perjalanan seharian kami yang hampir 7 jam perjalanan. Syukurlah pada saat turun dimana logistik sudah semakin berkurang bobotnya kami berhasil menempuh 1.5 jam saja dengan berlari sesekali.

IMG_2280

Untuk menuju puncak Gunung Gede dari Km-0 kita masih harus mendaki batuan terjal yang banyak ditumbuhi Bunga Edelweis, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Nah karena saya lupa membawa charger sehingga tidak banyak dokumentasi yang berhasil saya rekam akibat kamera yang haus dan mati mendadak selama kami berada disana kecuali yang dibawah ini. Selamat menikmati….
IMG_2348IMG_2239
IMG_2248 IMG_2253 IMG_2258

IMG_2267 IMG_2268 IMG_2269 IMG_2279 IMG_2278 IMG_2277 IMG_2276 IMG_2275
IMG_2282 IMG_2283 IMG_2285 IMG_2286 IMG_2293 IMG_2292 IMG_2291 IMG_2290 IMG_2289 IMG_2297 IMG_2298
IMG_2302 IMG_2303 IMG_2315 IMG_2311 IMG_2308 IMG_2305 IMG_2320 IMG_2321 IMG_2322 IMG_2323 IMG_2324 IMG_2329 IMG_2328 IMG_2326 IMG_2325 IMG_2331 IMG_2332 IMG_2333 IMG_2334 IMG_2335
Gunung Gede15-16 Desember 2012                @asriel1606 IMG_2338 IMG_2337 IMG_2336

 

Advertisements