IMG_2648

Bulan Desember merupakan bulan Baralek Gadang bagi masyarakat kota Bukit Tinggi. Karena setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari jadi kota Bukit Tinggi dan tahun ini memasuki usia yang ke 228 tahun. Saya yang berkesempatan hadir selama dua hari di kota ini bisa merasakan aura perayaan ulang tahun kota. Dimana-mana saya bisa melihat tag banner bertuliskan “Bukit Tinggi Baralek Gadang 2012”. Dari beberapa spanduk yang terbentang di setiap lokasi kota maupun gedung instansi terlihat banyak rangkaiana acara yang dilakukan untuk memeriahkan alek gadang tersebut.

Cuma sayang informasi acara ini sebagian besar tidak diketahui pendatang seperti saya. Sebagai contoh hotel tempat saya menginap tidak ada satupun petunjuk atau booklet pelaksanaan event tersebut. Saya coba bertanya ke pegawai hotel merekapun tidak tahu persis, mulai dari kapan, jam dan lokasi acara. Akhirnya saya hanya bisa menyaksikan pameran foto di sekitar jam gadang, kemudian baralek expo di balai sidang Hatta, dan karnaval budaya yang diadakan saat saya akan pergi meninggalkan Bukit Tinggi.

IMG_2767

IMG_2764 IMG_2760 IMG_2761 IMG_2762

Dari ketiga event Baralek Gadang yang saya ikuti, saya cuma terkesan dengan pameran foto yang diadakan di Jam Gadang. Foto-foto yang ditampilkan cukup banyak bercerita tentang kondisi wilayah kota Bukit Tinggi. Termasuk didalamnya alam, objek wisata, budaya dan sayangnya kehidupan masyarakat kota tidak begitu diekspos. Sehingga denyut nadi kota Bukit Tinggi seperti tidak ditampilkan. Sebagian besar cuma menampilkan objek wisata yang memang sudah sangat terkenal akan keindahannya.

Urutan kedua saya termasuk yang menyukai karnaval. Namun karnaval baralek gadang yang diadakan Minggu (23 Desember 2012) lebih seperti pawai anak-anak sekolah. Karena sebagian besar peserta pawai adalah marching band dari setiap sekolah yang ada di Bukit Tinggi. Selain itu sisanya diisi oleh peserta sekolah juga yang menggunakan pakaian tradisional adat nusantara. Tidak ada tema sentral yang ingin ditonjolkan dalam pawai budaya sehingga membuat saya agak sedikit bosan dengan karnaval yang diadakan. Saya tadinya berharap akan ada penampilan atraksi budaya atau pertunjukan seni dari masing-masing defile. Padahal saya tahu pasti budaya Minangkabau sangat beragam dan bervariasi. Yang anehnya di pawai budaya kali ini tidak ada satupun mobil hias kecuali dari sebuah instansi pertanian dan perkebunan yang hanya menampilkan hasil produksi alam Bukit Tinggi.

IMG_2746 IMG_2654 IMG_2657 IMG_2658 IMG_2662 IMG_2665 IMG_2667 IMG_2668 IMG_2672 IMG_2675 IMG_2676 IMG_2677 IMG_2679 IMG_2682 IMG_2683 IMG_2684 IMG_2687 IMG_2688 IMG_2690 IMG_2693 IMG_2696 IMG_2703 IMG_2705 IMG_2709 IMG_2710 IMG_2712 IMG_2716 IMG_2720 IMG_2728 IMG_2729 IMG_2733 IMG_2734 IMG_2735 IMG_2740 IMG_2745

Ujung-ujungnya selama karnaval saya hanya memotret beberapa foto yang menunjukkan geliat peserta pawai. Nah event karnaval ini juga rasanya tidak dikemas dengan baik. Betapa banyak spot restoran yang berada di sisi jalan tempat pengunjung menikmati makanan tertutup oleh beberapa kendaraan yang parkir. Seharusnya kawasan yang akan dilintasi peserta karnaval harus steril dari kendaraan apapun.

Event yang selanjutnya saya coba datangi adalah Baralek Gadang Expo di salah satu Balai Sidang Hatta. Lokasinya persis di depan Jam Gadang atau di samping Istana Bung Hatta. Saya kaget ternyata lokasi expo ini sepi pengunjung. Karena yang ditampilkan dalam expo juga kurang begitu menarik untuk dikunjungi. Hanya seperti jualan hasil kerajinan dari beberapa instansi dan tamu. Selebihnya banyak yang kosong dan beberapa stand terlihat tidak ada petugas yang berjaga.

Ya sudahlah akhirnya saya tahu untuk menikmati kota Bukit Tinggi memang harus turun langsung ke beberapa lokasi. Saya tinggalkan pameran tersebut dan terus menyusuri beberapa kawasan sudut kota termasuk pasar dan objek lainnya sebelum pergi meninggalkan Bukit Tinggi. Selamat Ulang Tahun Kota Bukit Tinggi yang ke-228.