[REVIEW FILM] “Demi Ucok” Sebuah Drama yang tidak terlalu banyak Drama


tumblr_mep2xi7oy51rpvcbgo1_500

Saya harus bilang bahwa ini film yang sederhana namun hal ini yang membuat saya suka dan sangat baik membuka awal tahun 2013. Film Demi Ucok resminya dirilis tanggal 3 Januari 2013 dan saya kembali berkesempatan untuk bertemu langsung dengan para pemainnya pas pemutaran perdana di Blitz Megaplex  Grand Indonesia kamis malam (3/01/2013). Oh iya asal tahu aja film ini memang terkesan indie banget namun bukan berarti ga bermutu. Film ini dibiayai oleh banyak penggila film Indonesia secara kolektif dan bisa dilihat foto para donatur diakhir film. Sebatas yang saya tahu, ini film pertama yang dibiayai secara crowd fund jadi semua orang banyak andil dalam produksi film ini untuk menjadi co-producer. Keren juga ya metodenya? Seperti tagline mereka , it’s not a movie..it’s a movement!.

IMG_3181

Nah buat yang ingin mengenal budaya batak, logatnya, kehidupannya dan pemikirannya bisa tahu sedikit setelah meyaksikan film Demi Ucok ini. Jika melihat nama sutradara dan penulis film Demi Ucok, terlihat nama batak disana yaitu Sammaria Simanjuntak. Film ini sangat lokal dan fresh banget dengan segala kesederhanaan dan kesenangan melihat pertengkaran antara ibu dan anak yang diperankan dengan baik oleh Lina Marpaung (Mak Gondut) dan Geraldine Sianturi (Gloria sinaga). Perseteruan antara kedua orang ini bermula saat Gloria Sinaga yang menginjak usia 29 tahun dan memiliki mimpi ingin membuat film secara profesional namun terkendala biaya. Sedangkan Mak Gondut seperti lazimnya orangtua menginginkan agar anaknya segera menikah dan hidup bahagia.

IMG_3206 IMG_3205

Lagi-lagi film ini mengisahkan mimpi manusia dimana kita seperti diingatkan untuk terus menerus mengejar mimpi-mimpi kita dengan segala keterbatasan yang dimiliki. Film bertema keluarga ini sangat baik untuk ditonton banyak pesan yang sengaja diselipi dengan guyonan khas Batak. Kedua pemain sangat menguasai karakter masing-masing terlebih keduanya memang Batak Tulen sehingga pesan melalui unsur batak dari kalimat, logat-logat, terasa sangat menghibur dan hadir sebagai komedi yang sehat. Adegan konyol layaknya film komedi slapstick yang sering kita tonton ternyata ga ditemukan di film ini.

Karena film demi ucok ini sudah ketahuan genre komedinya, makanya adegan menyentuh yang ada di film ini terasa sangat hambar. Namun bukan berarti ga dapet feelingnya. Cuma pengambaran kehidupan mak gondut yang kemudian berpisah dengan anaknya Gloria saat terjadi pertengkaran hebat sampai akhirnya Gloria sadar bahwa kehidupan pada akhirnya untuk keluarga dan memutuskan untuk kembali ke Mak Gondut seharusnya bisa sangat sensitif menyentuh penonton. Namun karena unsur komedi sudah melekat di benak pengennya ketawa aja terus atau melihat Glo dan Mak Gondut bawaannya berantem aja terus.

Oh iya satu lagi sebenarnya Film Demi Ucok ini kesannya akan ada pemain yang bernama Ucok. Tapi ternyata salah. Saya juga tadi mikirnya akan ketemu tokoh yang bernama Ucok namun sepanjang film diputar ga ditemukan sama sekali.Pemilihan judulnya disesuaikan dengan nama Batak yang sangat Populer. Mungkin niatnya supaya bisa menjaring lebih banyak penonton maklum film ini pas banget dengan pemutaran film Habibie & Ainun dan 5 cm dan di hari yang sama juga muncul film DeadMine serta Potong Bebek Angsa. Wah tapi pilihan saya tetap ke film Demi Ucok. (kedua film tadi juga sudah saya tonton).

tumblr_ln2t8oGEWQ1qet919o1_500

Untuk skoring musik-nya benar-benar menghibur. Sebagian besar dinyanyikan oleh band asal Bandung yaitu Homogenic. Sosok Mak Gondut memang mengambil peran penting dalam film ini. Seorang ibu yang bawel dan terus menerus memaksakan kehendak agar anaknya segera menikah. Pun sosok Gloria yang keras kepala dan ga berhenti berusaha agar film keduanya segera diproduksi menjadi kekuatan tersendiri menyaksikan film ini. Selain mereka berdua juga ada Saira Jihan, Sunny Soon, Richard Siahaan, Sammaria Simanjutak, dan juga Joko Anwar ikut memeriahkan film ini. Dengan segala keterbatasannya film ini menjadi pilihan yang sangat baik untuk membuka awal tahun 2013 dengan suasana ceria.

IMG_3188 IMG_3184

 

Advertisements

One thought on “[REVIEW FILM] “Demi Ucok” Sebuah Drama yang tidak terlalu banyak Drama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s