Musim hujan telah datang dan saatnya kita berdoa. Nah kira-kira begitulah otak saya berfikir terus kenapa hujan ini sungguh rajin datang sepanjang dua minggu terakhir. Bahkan dua hari terakhir sepanjang hari full.Sampai akhirnya hari ini (Rabu, 16 Januari 2013) saya terkena demam ga masuk kantor. Kangen kali ya hujan sama penduduk bumi? Atau bisa saja hujan mengirimkan ribuan salamnya kepada makhluk-makhluk belum ganteng seperti saya lewat untaian butiran bening yang jumlahnya milyaran butir. Saya tuh suka mikir engga penting akhir-akhir ini kalau saja tiap butiran hujan itu lagi pada berlomba dulu-duluan yang sampe ke tanah dia pemenangnya. Kebayangkan melalui garis lintasan tiap butiran itu berpacu dengan waktu menghajar permukaan bumi dengan kecepatan supernya dan yang ga menyentuh bumi alias cuma nyentuh atap rumah, genteng, seng, tiang listrik, atau buskota, atau cuma kena dahi dan lain-lain maka secara otomatis tereliminasi dari pertarungan tuh. Jadi dibutuhkan semacam konsentrasi tingkat tinggi untuk mengindari benda apapun diatas bumi. Ya udahlah ya hanya malaikat yang tahu siapa pemenangnya….

Eh tadi tuh kenapa saya nulis enggak penting gitu ya? Hmm ya lagi pengen nulis aja. Oh iya kalo hujan itu biasanya saya paling suka ngadem sendirian didalam kamar. Tapi anehnya saya enggak terlalu suka males-malesan di kasur. (Emang awalnya saya aneh sih?) Biasanya kalo hujan gini saya akan setel musik kenceng-kenceng karena hanya bisa dilakukan saat hujan dan enggak menggangu yang lain dan mulai mengeluarkan suara emas yang hanya kuping saya sendiri yang mengakui merdunya. Sampe ga sadar loncat-loncat ala “rocker” atau apalah dan bete kalau hujan suka enggak bilang-bilang tiba-tiba selesai. Jadi malu kalo pas buka pintu kamar kos, Mbak Eka yang suka nyindir suara saya kurang kenceng katanya. Whattttttt???? Nah berhubung saat ini saya tengah terbaring di kasur dan tidak bisa mengeluarkan suara emas makanya saya nulis aja….(*piss)

Siapa sih di dunia ini yang ga suka nyanyi? Menurut ilmu perbatinan yang saya geluti dari Ki Gandut  dan Empu Gandring (asal aja nyatut nama orang..*piss) ternyata semua orang pada dasarnya suka dengan kesenian. Cuma kadarnya macem-macem ada yang berlebihan dan ada yang kekurangan. Kalo saya cukup buat menghibur diri sendiri aja. Sudah cukup!!! Saya takut kalo diperpanjang nanti ada pencari bakat yang mengincar saya. Gubraaakkk!!!  Kadang malah suka mengkhayal sedang memenangkan kontes nyanyi disalah satu ajang bakat dan merasa sudah menjadi artis terkenal sebagai penyanyi yang mengeluarkan puluhan hits. Ini ceritanya saya lagi mimpi..jadi jangan pada protes ya?

Musik yang paling saya sukai jujur bukan musik biasa. Tapi luar biasa sampai saya ga tahu jenis musiknya apa aja? Ya elah jangan nuduh saya sombong gitu donk. Dulu saya suka sama ibu Evie Tamala (jaman SD) trus Abah Doel Sumbang, Trus Ada Amak Elly Kasim, dan sebangsa setanah air (busyettt artisnya jadul semua) Pernah punya koleksi album taman ria anak-anak tapi ga suka dengernya. Lebih suka nonton Aneka Ria Safari yang ada Ratih Purwasih, Betharia Sonata,Hetty Koes Endang, Jamal Mirdad dan Rano Karno hahaha saya lupa lagi siapa nama artis pada jaman itu? Jujur itu dulu koleksinya ada di rumah saya tapi bukan saya yang beli. Entahlah datang aja tanpa siapa tahu yang beli?

Nah karena ga mau diledek sama temen-temen akhirnya selera musik saya naikin beberapa inci. Mulai coba-coba dengerin musik klasik walaupun akhirnya cuma bertahan beberapa minggu. Karena ga ada yang bisa saya nyanyiin lagunya.Terus naik sedikit ke musik country. Nah yang ini agak lumayan bertahan lama sempet pasang poster Mbak Alanis Morisette, eh dia itu country atau ballad sih? Ya udah deh saya akhirnya milih ballad juga koleksi MLTR trus nonton konsernya, trus beralih ke rock setelah dapet tiket gratis nonton firehouse konser di Palembang. Ga berselang lama mulai suka Jazz setelah dengerin radio berita SmartFM yang baru mengudara waktu itu di Palembang dengan lagu-lagunya yang easy listening dan sok-sok-an saya mulai koleksi Incognito,MIchael Buble,dan temen-temennya.

Musik itu bagaikan jari-jari yang halus dan memberikan kehangatan pada telinga kita yang sedang tidur. Begitu masuk ke dalam lorong panjang gendang telinga kita meresponnnya dengan mulai melakukan sinkronisasi ke otak. Maka lahirlah ketenangan dan kesenangan dalam diri kita tatkala menikmati musik yang kita suka. #Ini definisi musik harap diingat ya ntar dijadiin pertanyaan saat ujian…?

Nah alunan tersebut kemudian diubah oleh otak kita secara tidak sadar sehingga membuat kita terhanyut dalam beberapa inci imajinasi hayalan atau kenangan (bisa milih salah satu jangan rakus ya). Jika kita mendengarkan nada-nada yang sedih dan galau maka seketika itu juga musik mampu membawa kita ke taman-taman yang penuh duri dan duka, menusuk hati sanubari yang paliiiiiiiiiiing dalam sampai ke tulang rusuk. Begitulah kira-kira hasil investigasi saya tatkala bertemu dengan lagu-lagu yang menyayat hati yang membuat seolah-olah lagu tersebut mengisahkan kisah saya yang paling sedih dalam hidup. Padahal saya ga pernah request tatkala lagi sedih eh tiba-tiba aja seluruh pencipta lagu peduli dengan nasib saya dan mulai deh mereka buat lagu tribute to Asril’s galau.*halah tepok jidat….

Nah kalau lagi senang, justru sebaliknya. Maka nada-nada indah akan membawa banyak ketenangan dan kebahagiaan. Lamunan seseorang yang kita sukai tiba-tiba muncul dengan sejuta pesona yang tak terhingga karena dibagi dengan angka Nol. Selain itu lembah-lembah jiwa kita seakan ditakdirkan terus memancarkan sinar bahagia ke seluruh tubuh melalui hati yang lapang dan damai…nah yang protes cuma satu yaitu hati kita yang bilang “aduuuuh enak banget ya parkir direlung kalbu kelamaan..awas aja ntar kalo lagi galau rasain aja tuh…gw bikin sempit dan sesak hati ini…gw bikin lo nangis dah !!!” Dugh…hati kita makanya jangan dibuat main-main kasihan atuh…ntar dia balas dendam loh. Pokoknya alunan musik itu merupakan simpul dari akalnya hati dan nafasnya jiwa.

Udah sekian ya tulisannya. Jangan dicatet cukup diingat aja. Ga akan masuk ujian SNMPTN kok? Saya emang lagi iseng doank karena kebingungan mau nulis apa pas minggu kemarin nonton pertunjukan musik Reggae Arah Daulay (@ray_d_sky) hari Jumat (11 Januari 2013) di The Reading Room Jakarta, trus besoknya Minggu (13 Januari 2013) nonton Shadow Puppets Septet mainin Classical Jazz karya Duke Ellington di @atamerica dan pamungkas hari Selasa (15 Januari 2013) kemarin nonton hentakannya Agnes Monica di Kartika Expo pas acara syukuran kantor. Komplit deh…..

Aray Daulay perform in The Reading Room Jakarta
Aray Daulay perform in The Reading Room Jakarta
Shadow Puppets Septet was playing in @atamerica, last sunday (13/1/13)
Shadow Puppets Septet was playing in @atamerica, last sunday (13/1/13)
Advertisements