Tentang Banjir kemarin


IMG_3760

Jakarta kebanjiran!! Ah saya pikir semua penduduk negeri ini sudah pada tahu. Mungkin juga sebagian dari penduduk belahan lain juga sudah tahu. Berita banjir menjadi makanan sehari-hari selama satu pekan terakhir. Bahkan sampai sekarang ada beberapa lokasi yang belum surut airnya. Saya memang baru kali ini mengalami dan merasakan langsung dampak banjir di Jakarta di awal tahun 2013 ini. Sebelumnya saya cuma mendengar dan menonton lewat berita saja bagaimana banjir itu membuat banyak aktivitas dan mobilitas penduduk terhenti. Tulisan ini cuma catatan kecil saya saat merasakan detik-detik air mulai menggenangi ibukota kamis (17/1/2013) lalu di Utan Kayu.

Sejujurnya saya bisa merasakan kalau hujan yang datang menjelang subuh kamis pekan lalu agak sedikit menakutkan dengan curah air yang cukup deras dan kencang. Saya kebetulan memang bangun sebelum bunyi adzan subuh terdengar. Pas bangun kaget karena tiba-tiba ada rembesan air di karpet kamar yang masuk melalui celah-celah pintu balkon luar. Nah saya kemudian langsung ambil kain pel dan membuka pintu balkon kamar. Pas dibuka, angin kencang langsung menerjang berbarengan dengan air hujan yang juga begitu sadis menghantam wajah. Refleks saya langsung menutup pintu balkon kamar segera.

Jam 6 pagi hujan makin bertambah deras lebih deras dari sebelumnya. Saya mulai khawatir untuk berangkat ke kantor. Mulai berfikir untuk meneruskan izin sakit yang kebetulan hari rabu sebelumnya saya terkena demam. Tapi niat itu saya urungkan, ada pekerjaan penting yang harus diselesaikan sebelum akhir minggu. Dan karena biasanya kalau hujan jalanan akan macet maka saya putuskan untuk berangkat pagi. Alhamdulillah sampai dikantor dengan cukup cepat hanya 25 menit perjalanan dari Utan Kayu ke kawasan Kuningan dimana hujan tampaknya belum juga berhenti turun. Sampai dikantor saya langsung memandang kebawah Jalan HR Rasuna Said dan sedikit merasakan akan ada luapan air dari kali yang melintasi sepanjang jalan tersebut.Benar saja nggak sampe 10 menit kemudian saya bisa melihat air kali tersebut meluap dan mulai menggenangi jalan. Beberapa motor terlihat mulai memasuki jalur cepat karena jalur lambat sudah sangat cepat tergenang.

Ya sudah saya akhirnya bisa menyaksikan sendiri dengan mata ini bagaimana air hujan bisa membuat mobilitas orang menjadi terhambat. Betapa cepatnya air mampu memasuki setiap celah yang longgar tanpa manusia bisa berbuat banyak untuk menghentikannya. Saya tahu sih kalau kali di samping jalan tersebut memang sangat kotor dan bau. Sampai sering banget liat sampah berjejalan disana selama sebelum musim hujan.

IMG_3764
Kawasan Komplek Kehakiman belakang BPKP Utan Kayu

Sejujurnya saya malah takut pas melewati Jakarta kalo banjir gini. Lihat banyak orang aneh yang memanfaatkan situasi. Saya juga sempat melihat beberapa petugas yang membantu mengalihkan arus lalu lintas kebingungan mau ke arah mana? Karena jalanan sudah terputus. Ya sudahlah akhirnya dengan gas yang pelan saya lewati jalanan. Ada juga beberapa mobil yang sekenanya klakson ga penting. Sampai ga sabaran air bah membuat jipratan ke beberapa pengendara motor. Ah saya nggak mendengar umpatan yang keluar karena memang hujan sangat deras. Di perempatan Matraman-Pramuka rupanya kemacetan terjadi lagi. Hal ini disebabkan banjir juga sudah menggenangi perempatan tersebut dimulai dari depan apartemen Menteng Square sampai depan underpass Pramuka. Lampu Lalu lintas sudah nggak berfungsi dan puluhan anak muda seperti sudah tahu untuk memanfaatkan situasi ini dengan menawarkan jasa sambil meminta upah. Beh…Jakarta mentalnya rusak…

Tiba di Utankayu ternyata ga jauh berbeda. Luapan kali dari samping kantor BPKP juga membuat komplek Kehakiman lokasi dimana kosan saya berada tidak bisa diakses. Banyak palang yang memberi tahu jika jalanan sudah tak bisa dilalui.Total waktu tempuh dari kantor ke kosan saya adalah 4 jam lebih. Rekor tersendiri dengan jarak yang tak lebih dari 5 KM.

Ini baru cerita saya yang tak seberapa menderita. Bagaimana dengan penduduk yang rumahnya tergenang dan tidak bisa melakukan aktivitas apapun sampai harus mengungsi segala dan kekurangan stok makanan. Sedangkan saya masih bisa bersantai di dalam kamar walaupun saat itu listrik tidak menyala dan membuat saya tidak tahu apa yang terjadi diluar sana. Intinya ini pengalaman pertama saya merasakan banjir di Jakarta. Seberapa dahsyatnya akibat yang ditimbulkan dari banjir sehingga banyak hal yang harus dikorbankan dan dirugikan. Salah siapa ini? Yang jelas ini semua takdir dan salah manusia. Bukan salah alam apalagi hujan?

Lantas apa solusi mengatasi banjir ini. Wah saya bukan ahlinya cuma ya itu suka heran saja sama orang-orang yang suka buang sampah sembarangan. Walaupun hanya 1 bungkus permen!!! Kebayang kan kalo ada 1 juta orang Jakarta yang buang bungkus permen sembarangan. Belum sampah yang lainnya yang jumlahnya ga kehitung. Suka heran juga kalo ada mobil, bus atau tempat umum yang nggak menyediakan tempah sampah. Ataupun ini kembali masalah mental kali ya? Orang Indonesia itu nggak suka ditegur maunya disanjung baru deh patuh. Caranya gimana ya? “Eh lu keren banget deh. Sampahnya nggak keren mending taruh di kotak sampah?” Blebbb dikiran ngenyek!! Ah susah lah sama orang kita yang masih bermental raja ingin dilayani bukan melayani. Ya udah mending contohin aja ambil sampahnya didepan orang itu lalu tunjukin ke dia cara menaruh sampah yang bener….beres…

Salah satu masalah lain adalah penduduk yang tinggal di bantaran kali sungai yang seharusnya tempat DAS harus direlokasi ke tempat lain. Jadikan sungai tempat yang seharusnya tanpa penghuni. Kebayang kan kalo semua sungai di Indonesia indah dengan taman dan pedestrian walkway-nya. Lihat saja BKT dan BKB yang bagus. Cuma ya sayang mental  orang kita itu belum suka yang indah-indah masih suka yang kotor dan mengotori dengan coret-coretan. Ah jadi miris. Intinya saya emang ga terlalu peka dengan masalah Jakarta yang complicated. Sudah ada ahlinya tapi sebagai warga Ibukota saya harus tahu bagaimana membuat lingkungan nyaman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s