Bersyukur hari kamis (24 Januari 2013) kemarin bisa ikutan menjadi relawan banjir. Niat awalnya cuma pengen mengisi waktu liburan yang pas dengan hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tapi ide ini sendiri datang setelah mendengar banyak posko yang kekurangan tenaga untuk mengatasi para korban banjir yang jumlahnya ribuan dan sering tidak terkendali. Akhirnya saya niatkan juga untuk datang ke Posko Banjir di salah satu kawasan Pluit Jakarta Utara.

IMG_3817 IMG_3812 IMG_3809

Setelah berkoordinasi dengan beberapa orang mengenai apa saja yang harus dipersiapkan selama menjadi relawan akhirnya saya langsung ke lokasi dengan menggunakan busway. Karena jika menggunakan mobil pribadi atau taksi maka akan memakan waktu banyak terkena macet dan dilokasi tidak ada tempat parkir. Saya berangkat dari kosan jam 09.00 wib pagi dan sampai di Pluit pukul 11.00 wib siang.

Agak bingung juga pas sampai di lokasi karena banyak sekali orang yang berada di deretan posko kemanusiaan. Selain itu suasana seperti mau perang karena truk tentara dan mobil polisi berukuran besar sedang parkir di sepanjang jalan. Bunyi sirene dan beberapa mobil pengangkut logistik hilir mudik. Pemandangan itu semakin kentara dengan banyaknya posko yang didirikan oleh lembaga atau perusahaan untuk memberi bantuan. Karena saya bingung dengan lokasi Posko yang menerima saya sebagai relawan dan kebetulan ada Posko Kantor yang ikutan membantu akhirnya saya gabung di Posko kantor saya saja. Toh sama saja kan sama-sama membantu.

Dibanding dengan daerah di Jakarta yang terkena imbas banjir. Kawasan Pluit merupakan salah satu lokasi yang paling parah. Dimana masih banyak genangan air yang belum surut di pemukiman. Hal ini dikarenakan lokasi yang dekat laut sehingga otomatis tidak akan surut jika air pasang masih saja terjadi. Sehingga tatkala saya melakukan eksplorasi  ke beberapa gang masih ditemui pelampung dan perahu karet yang mengevakuasi warga dan mengirimkan logistik serta bantuan lainnnya ke beberapa rumah yang sudah ditinggali oleh warga.

Nah pemandangan aneh adalah tatkala mendekati siang hari. Banyak orang berduyun-duyun terutama ibu-ibu dan anak-anak yang menuju suatu posko. Mereka sepertinya menunggu pembagian makanan dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) atau lembaga lainnya yang sudah terjadwal. Entah feeling saya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres. Mereka itu datang dari lokasi yang berlawanan bukan dari daerah banjir. Bahkan sejak saya sebelum mencapai lokasi saya sudah melihat mereka berjalan membawa payung ke posko. Tampaknya mereka cuma minta nasi bungkus gratis dan terus menerus ga berhenti akan ngantri ke posko berikutnya. Sampai ada beberapa ibu yang saya lihat membawa puluhan nasi bungkus. Mungkin buat keluarganya yang menanti di rumah. Dalam hal ini petugas juga tidak bisa membatasi karena mereka memberi sesuai permintaan warga. Cuma aneh saja masa dari satu posko ke posko lain ngumpulin nasi bungkus?

IMG_3827 IMG_3829 IMG_3831 IMG_3834 IMG_3835 IMG_3837 IMG_3838 IMG_3840 IMG_3841 IMG_3842 IMG_3845 IMG_3846

Ternyata pemandangan tak berhenti di situ saja. Di Posko Telkomsel tempat saya bertugas jauh lebih nyata. Karena di Posko ini melayani pemeriksaan kesehatan dan juga pemberian obat-obatan secara cuma-cuma. Banyak warga yang ngantri. Saya melihat dari mereka memang jarang sekali memeriksakan diri ke Rumah Sakit/Klinik. Penyakitnya cukup beragam tapi yang jelas sebagian besar bukan karena banjir. Dari yang saya tahu juga bahwa Kantor akhirnya melakukan pembelian obat susulan untuk jenis penyakit yang sering dikeluhkan warga. Setelah puas diperiksa dokter dan mendapatkan obat. Ternyata sebagian warga ini memang cukup pintar dan mereka mendaftar lagi ke Posko kesehatan Gratis lainnya.Ah pusing saya melihat mereka. Bayangin aja untuk jenis obat batuk yang diberikan ke warga ada yang harganya diatas Rp.25.000 jauh dari harga obat sejenis yang disediakan posko lain. Tapi kenapa mereka begitu semangat mengumpulkan obat-obatan. Belum lagi lihat warga yang berebut meminta mie instan padahal ditangannya sudah ada makanan dari posko lainnya. Saya banyak belajar mengenai tabiat mereka. Mungkin ini hanya segelintir oknum yang memanfaatkan situasi banjir. Heran dengan musibah yang menimpa bukannya sadar diri malah semakin tak tahu diri. Cuma mengelus dada saja dan  yak inilah bangsaku yang ku cintai. Berharap generasi berikutnya jauh lebih baik dari yang sekarang saya lihat.

IMG_3854 IMG_3855 IMG_3862 IMG_3864

Akhirnya saya tutup mata saja pura-pura ga peduli. Hal ini juga sudah diketahui oleh relawan lainnya. Cuma mereka ga bisa melakukan tindakan apapun. Tampaknya warga cukup senang dengan adanya posko yang berdiri di kawasan rumah mereka yang banjir. Mungkin selama ini mereka memang kurang mendapat perhatian lebih. Sehingga tatkala ada banyak orang yang peduli mereka jadi salah tingkah. Ya sudahlah akhirnya saya dan teman-teman tak mempedulikan lagi ulah mereka. Yang penting mereka senang dan logistik mereka terpenuhi. Selama masih ada persediaan maka pasti akan diberikan secara gratis ke mereka yang meminta.

Berharap musibah ini tidak menjadi rutinitas tahunan yang berkepanjangan….sedih juga sih melihat mereka…

Advertisements