Cloud computing

Tulisan ini seharusnya ditulis sebelum tulisan Evernote. Tapi ga masalah siapa tahu bisa memberikan informasi mengenai cloud computing ala kadarnya. Beberapa bulan belakangan ini banyak banget saya mendapat pertanyaan mengenai biaya dalam pengembangan infrastruktur IT. Karena seringnya bertemu dengan beberapa teman-teman corporate yang dulunya satu kampus dan memberikan solusi hal apa saja yang bisa dilakukan oleh perusahaan dalam mengoptimalisasi penggunaan perangkat wireless terutama yang berhubungan dengan selular. Perusahaan kerap harus mengganti perangkat server yang sudah lama dengan perangkat baru yang lebih up to date dan tentu saja storage yang lebih besar. Ada beberapa kali saya melihat perusahaan besar sampai harus menyediakan satu lantai khusus untuk menyimpan semua servernya dengan sistem pemeliharaan yang cukup memakan biaya dan tentu saja staf IT yang setiap tahun harus cari yang baru soalnya staf yang sudah lama tidak update teknologi.

Padahal kita ketahui bersama bahwa saat ini perkembangan teknologi yang berkaitan dengan sistem informasi sudah melesat bagaikan pesawat tempur bukanlagi seorang pelari.  Sehingga kita merasa sering jadi melongo tiba-tiba saja dunia sudah ganti sistem. Dunia sudah banyak berubah dan tenaga muda yang lebih jago tanpa perlu belajar khusus di bangku kuliah sudah semakin banyak dengan membanjirnya pengetahuan tersebut melalui internet. Sehingga lihat saja semua hal menjadi sangat mini dalam penyesuaian storage. Mulai dari external hardisk yang dulu perlu kotak kapur sekarang hanya berupa microSD bahkan nano simcard GSM kini sudah populer digunakan dengan kapasitas yang jauh melebihi bayangan pikiran. Begitupun perangkat sudah semakin mudah dikantongi atau bahkan ditiadakan. Perangkat teknologipun sudah tak perlu fisik yang besar namun semakin tak terlihat bahkan ditiadakan.

USA-Technology-Google I/O Developer Conference
Joe Britt, engineering director at Google, introduces the “Nexus Q “, a small Android computer, which “connects to all the media you have stored in the cloud

Sebagai contoh 2 tahun lalu, di kantor saya telah meluncurkan paket Cloud Computing berkerjasama dengan Google. Dimana fasilitas yang tersebut diberi nama Business Connect. Yang menunjukkan bahwa semua aktivitas bisnis harus terkoneksi satu dengan lainnya. Mulai dari mail, calendar,sites,Docs, Wave dan Groups.  Sehingga sangat menguntungkan bagi perusahaan dengan skala kecil yang tidak perlu repot memikirkan anggaran untuk investasi server maupun perangkat tetap yang menghabiskan biaya berjuta-juta. Jadi sedikit mau memberikan gambaran saja jika Business Connect yang saat ini mendukung untuk penyediaan email berkelas Enterprise dengan domain perusahaan tanpa harus berinvestasi untuk pengelolaan dan pembelian hardware, software, dan IT staf.

saat mempresentasikan Business Connect tahun 2011 silam
saat mempresentasikan Business Connect tahun 2011 silam

Saya sendiri sangat menyukai dengan teknologi. Karena kebutuhan yang banyak berurusan dengan data kadangkala membuat storage kompie menjadi sangat terbatas. Nah karena ga mungkin banget meminta kantor untuk membeli perangkat baru dan juga sangat memboroskan dan kurang efisien. Maka sejak saat itu saya mencoba untuk menyimpan semua dokumen di awan. Sehingga jika dibutuhkan dalam kondisi mendadak bisa buka dimanapun tanpa perlu repot harus bawa laptop kemanapun. Tentu saja cara ini sangat membantu banget aktivitas yang ogah terpenjara dalam rutinitas. Sebagai manusia modern *cie ngaku modern…ups saya ralat sebagai manusia yang hidup di jaman modern. Pengen dinamis dan tidak terbentur sama berbagai problem klasik. Saatnya mulai sedikit demi sedikit menggunakan aplikasi yang tersedia banyak di internet ups di awan.

Bayangkan saja dengan menggunakan Google Business saja kita diberikan features sebesar 7 GB. Ini kan kapasitasnya gede banget. Kalo menggunakan Telkomsel Business Connect lebih gede lagi sebesar 25 GB. Sayang kalo ga dimanfaatkan dan dioptimalkan untuk keperluan bisnis dan hal lainnya. Dengan storage sebesar itu saja kapasitas yang saat ini digunakan baru terbatas email doank masih melimpah padahal sesekali saya menggunakan untuk sharing kalendar bisnis, dokumen, video, atau email secara bersamaan kepada rekan kerja. Memang sih ada fasilitas kantor yang sudah terkoneksi secara virtual via APN dan VPN. Sehingga kerja bisa dimanapun tidak terbentur dengan ruang dan waktu lagi.

Telecommunications mast at sunset

Pertanyaannya adalah pasti masalah sekuritas. Gini deh, kalian pasti punya akun social media kan seperti Facebook, Twitter, Tumblr, Blog dan lain sebagainya. Nah bagaimana menurut kalian keamanannya? Intinya selama produktivitas kita bisa terbantu dan apa yang kita simpan di awan sebenarnya juga ga terlalu krusial banget. Nggak menyangkut dengan stabilitas politik bangsa dan negara apalagi kita bukan orang yang diincar FBI atau CIA. Terlebih bukan orang yang sangat pintar dalam ide jadi sah-sah saja jika kita bisa sharing dengan media cloud computing. Tapi bukan gitu juga ya jawabannya? Untuk masalah sekuritas cloud computing saat ini sudah sangat baik. Kebanyakan menggunakan sertifikasi SAS 70 Type II yang merupakan sertifikasi audit yang dikeluarkan oleh badan standarisasi audit dari American Institute of Certified Public Accountants dan merupakan sertifikasi yang sangat familiar di dunia IT. Ada juga penggunaan SSL, SSH untuk penambahan peningkatan keamanan. Kalau di Google sendiri yang saya tahu saat ini ada data duplikat  diseluruh jaringan server untuk mengamankan data pelanggan dari kerusakan server dan didukung dengan lebih 10.000 pegawai di seluruh dunia yang menggunakan sistem yang sama jadi tak perlu repot jika ada masalah tinggal menghubungi layanan pelanggannya saja.

New information portal iRights Cloud presented

Ok jadi problem mengenai masalah storage sekarang sudah terbantu. Jadi ga perlulah takut kehilangan dokumen, foto atau lainnya yang biasa kita simpan di kompie dengan memory yang kecil. Saatnya skrg gunakan awan sebagai media yang efektif buat kita.

Advertisements