Bagaimana bersahabat dengan tubuh ini? Faktor perubahan cuaca dan juga aktivitas yang tinggi membuat saya keleyengan mengontrol tubuh. Banyak kegiatan yang harus saya ikuti terutama dengan komunitas baru yang selama ini mengundang untuk bergabung. Dua minggu terakhir merupakan pertarungan buat saya untuk bisa mengatur kondisi tubuh agar tidak terlalu capek. Dimulai sejak akhir pekan minggu lalu dimana selama dua hari ditempa bersama ratusan pesilat di Cinaraga Sukabumi. Saya sebenarnya merasakan badan ini lagi ga fit. Cuma karena sayang melewatkan ujian kenaikan tingkat akhirnya mensugesti diri sendiri untuk ikutan dan siapa tahu bisa fit. Selama disana kebetulan kurang istirahat karena latihan dan ujian sampai jam 2 pagi. Kemudian subuh disuruh bangun. Syukurlah pekerjaan dikantor semakin bisa terkontrol dan tidak terlalu menganggu. Cuma karena jarang kena matahari ketika keluar kok rasanya kepala langsung nyut-nyutan.

Nah minggu pagi tadi (3 Februari 2013) pas bangun tidur kepala semakin ga enak. Seperti ada beban berat dipundak. Beratnya bikin saya susah menengok.Saya pikir hal ini karena faktor salah meletakkan kepala saat tidur atau salah bantal istilahnya.Saya lakukan peregangan seperti biasa dan Trus kemudian hadir ke Al-Azhar pusat untuk acara pengumuman ujian hasil kenaikan tingkat seminggu sebelumnya. Ternyata keinginan untuk sarapan dulu tak terlaksana karena sesampai disana saya terlambat akibat lupa kalau hari ini ada Car Free Day (CFD) sehingga memutar jauh. Kalau silat acara seremonialnya ya tetap melakukan gerakan dan berjemur di lapangan. Sembari melakukan beberapa jurus bersama-sama dengan peserta lainnya secara kolosal. Ini bagian yang saya suka. Tapi saya nggak tahan panasnya bikin baju jadi penuh peluh. Silat itu walaupun gerakannya sederhana namun cukup menguras banyak tenaga.

Syukurlah pas pengumuman saya bersama 4 orang teman saya lainnya yang kebetulan dari unit YISC Al-Azhar dinyatakan lulus. Nggak menyangka padahal pas ujian kemarin saya benar-benar yang dalam posisi terendah karena tiba-tiba nge-blank saat memperagakan jurus baru. Syukurlah pas saya tanyakan ke guru ternyata nilai saya tinggi di kemampuan fisik. Nah, setelah itu mulai deh kepala nyut-nyutan lagi. Astaga, perut  ini lupa saya kasih hak-nya. Segera saya menunaikan kewajiban mencari makanan tapi sayang saya lupa bawa uang. Hah…ini penyakit lupa sering banget timbul belakangan hari ini. Baru ingat tadi pas mau ke Al-Azhar terburu-buru dan lupa bawa dompet. Untung ga ditangkep polisi karena sim + stnk ada disana juga.

Setelah dzuhur langsung bergegas ke Cikini untuk menghadiri farewell salah satu teman dari Azerbaijan yang sudah harus pulang ke negaranya. Disana saya cuma kebagian membacakan testimoni tentangnya yang baru sebulan saya kenal. Untunglah si Hesami Azeri nama teman saya ini nggak terlalu ngerti bahasa Indonesia. Oh iya semua obrolan harus dalam bahasa Indonesia karena beliau yang minta untuk kenang-kenangan sembari merekam via video miliknya. Mungkin nanti pas dia sampe di negaranya dia cari kamus. Halah apalah yang jelas saya cuma bilang, “kamu beruntung bisa menjelajahi dunia yang berbeda dengan negaramu. Bahkan saya sendiri tak mengenal dimana letak negara Azerbaijan ini berada? Jangan lupakan aku pleaseeee……Indonesia menantimu*yang terakhir bikin dia terharu sembari bilang “pasti” dengan logat yang aneh menurut saya. (kedengarannya pastea, pasyti, atau pashteeii) Ya sudahlah mungkin saat saya ke LN juga lidah saya akan aneh menurut mereka saat mengucapkan dialek bahasa negara yang akan saya tuju. Kemana?

Nah malam ini mestinya saya harus menghadiri resepsi pernikahan salah satu anggota tim saya di Taman Mini.Jauh juga ya dari Utan Kayu ke arah sana. Tapi saya sudah niat akan datang cuma kok sejak pulang dari Cikini semakin lama semakin ga enak badan ini. Ditambah sakit kepala dan juga tengkuk serta leher yang semakin berat. Tampaknya saya masuk angin akhirnya saya putuskan untuk nggak menghadiri setelah konfirmasi menitipkan salam ke anggota lain. Rada nggak enak nih soalnya saya sebagai pimpinan merasa tidak bertanggungjawab tapi bagaimana lagi?

Ini aja baru kelar bangun tidur, alhamdulillah lepas mahgrib tadi bisa pules setelah menegak obat sakit kepala dan obat tidur. Pas bangun alamak semua pakaian bau keringat begitupun bantal yang sepertinya keringat cukup banyak keluar.

Azerbaijan, Xinaliq, view of obsolete books with arabic writings and script

Oh iya sebenarnya tadi saya sedang translate ingin membagi puisi yang dibacakan Hesami Azeri ini, menurut saya bagus sih  pada saat dia membaca dengan berapi-apidan bahasa yang mirip arab tapi bukan arab, bahasa rusia tapi bukan rusia. Hahaha apaan coba? tapi siang dia mengartikannya membuat saya pusing setelah dialihbahasakan dalam bahasa Indonesia. Terus apa hubungannya Turki dengan Azerbaijan? kayaknya dulu orang Turki bermigrasi ke Azerbaijan sampai puisinya isinya ada Turki segala trus orang-orang ini setia sama bendera Turki. Bener ga ya penafsirannya? ….nambah deh pusing saya hari ini…

Çırpınırdı Karadeniz —-Çırpınırdı Hitam
Bakıp Türk’ün bayrağına —- Lihatlah bendera Turki
Ah ölmeden bir görseydim —- Oh, jika aku mati
Düşebilsem toprağına —- Düşebilsem tanah

Sırmalar sarsam koluna —- Mengguncang lengan facings
İnciler dizsem yoluna —- Mutiara jalur dizsem
Fırtınalar dursun yana —- Sejak badai, apalagi
Yol ver Türk’ün bayrağına.—- Memberi jalan kepada bendera Turki.

Kafkaslar’dan esen yeller —- Angin bertiup dari Kaukasus
Şimdi Sana selam söyler —- Sekarang Anda mengatakan hi
Olsun bütün Moskof eller —- Tangan mendapatkan semua Moskow yang
Kurban Türk’ün bayrağına. —- Mengorbankan bendera Turki.
Ayrı düştüm dost elinden —- Pisahkan tangan sesama jatuh
Yıllar var ki çarpar sinem —- Selama bertahun-tahun, mengalikan sinem
Vefalı Türk geldi yine —- Sekali lagi di sini Turki setia
Selam Türk’ün bayrağına.—- Salute bendera Turki.

Kafkaslar’dan aşacağız —- Kami akan mengatasi Kaukasus
Türklüğe şan katacağız —- Akan mempertimbangkan keturkian bernyanyi
Türk’ün şanlı bayrağını —- Bendera mulia Turki
Moskova’ya asacağız.—- Bertahanlah di Moskow.

Türk eşine, Türk eşine —- Turki istri istri Turki
Kıyar mı hiç Türk eşine —- Apakah Anda pernah datang Anda merusak istri Turki
Bütün dünya kurban olsun —- Seluruh dunia adalah untuk mendapatkan korban
Türk’ün Başbuğ Türkeş’ine —- Basbug Turki Türkeş’ine
Ülküdaşlar dua etsin —- Berdoa Ülküdaşlar
Türk’ün Başbuğ Türkeş’ine.—- Turki Türkeş’ine Basbug.

Nih puisinya judulnya aja saya ga tahu apa? Masih kepikiran kenapa harus puisi ini yang dia bawakan? Nggak ada yang menceritakan perpisahan gitu atau apalah yang membuat saya ga harus mikir gini? Emang tuh Hesami Azeri kayaknya asal comot aja dari bukunya…jadinya ya itu bikin saya harus googling ulang artinya dan tetap nggak mengerti kenapa harus puisi ini yang dia bacakan? Ah selamat berpisah Hesami, lain waktu kalau ada kesempatan kita berjumpa lagi….dan nggak harus baca puisi model beginian lagi

 
Advertisements