..sedikit mengartikan persahabatan….


Young friends walking together

Saya pagi tadi baru saja menerima tamu seorang teman yang sudah lama tak bertemu. Rasa senang dan syukur bisa bertemu dengannya kembali setelah sekian lama tak berjumpa. Hampir saya tak menyangka jika banyak perbedaan kami saat dulu bersama dalam satu sekolah merupakan awal untuk kami merekatkan persahabatan. Hmmm begini, nama teman saya ini Dedi Iskandar, dia teman SMP. Dulunya saya tak pernah menyukai dia karena menurut sebagian teman dia itu tipe orang yang sangat menyebalkan dan selalu membuat ulah disekolah. Tapi dengan sifatnya tersebut saya sendiri tak pernah berurusan paling tidak mengalami masalah dengannya. Makanya saya cukup tahu saja dan tak pernah benar-benar berteman dengannya.

Sampai suatu saat, dalam acara perpisahan kelas saya harus satu kelompok dengannya membuat kenang-kenangan untuk sekolah. Saya pikir toh sudah akan berpisah nggak akan bertemu dengannya kembali dan lagipula tanpa kehadirannya pun teman-teman yang lain akan lebih banyak membantu. Ternyata dugaan saya salah. justru dia yang paling rajin datang ke rumah saya tepat waktu sebelum yang lain hadir. Dia yang sering berulah di sekolah tiba-tiba menjadi orang yang asing bagi kami. Saya merasakan hal yang sama, mungkin dia juga merasa asing dengan kami yang terkesan anak baik-baik. Dalam diskusi dia yang paling banyak tak berulah bahkan cenderung pendiam, menurut apa saja hasil kesepakatan kelompok. Akhirnya kami mengalami kebuntuan ide mengenai apa yang akan kami berikan untuk sekolah. Nah disini poinnya, ditengah kebingungan maka si Dedi ini terlihat sangat cuek dan pergi berlalu begitu saja. Kami pikir saat itu tak jadi masalah toh selama ini kontribusi dia pun sama sekali belum kelihatan. Nah cukup sampai disitu kami tak tahu kemana perginya si Dedi saat itu?

Malamnya dia datang kembali ke rumah saya. Dan menyerahkan sebuah buku agenda kantoran yang cukup tebal. “nih aku barusan ke beberapa orang teman kita untuk minta testimonial dan kenang-kenangan yang ditulis dalam buku ini. Lengkap dengan fotonya aku minta mereka tempel disana. Masih ada waktu kok untuk melengkapi semua isi buku sampai komplit” Saya malam itu merasa bersalah dengannya yang terlalu menganggap remeh dan tak menghargai kehadirannya. Rupanya dia bertindak sendiri dan mungkin itu pilihan yang tepat baginya saat semua orang tak mempercayainya lagi. Satu kalimat dari saya malam itu yang membuat persahabatan kami berawal, “Dedi kamu hebat!!!” Akhirnya ide membuat buku agenda dan diskography menjadi pilihan kami dengan sedikit sentuhan kreativitas tentunya. Betapa menyenangkan setiap hari kami berkeliling dari rumah ke rumah meminta teman-teman mengoreskan beberapa kalimat dalam buku dan menempel fotonya. Walaupun ide itu sebenarnya simple namun makna lainnya kami jadi tahu rumah masing-masing teman satu sekolah yang selama ini kami abaikan dan rasa persahabatan menjadi berlipat ganda menjelang kelulusan sekolah.

Couple riding bicycles on rural road

Berteman itu bisa dengan siapa saja. Tak peduli mereka berasal dari mana? Apapun latarbelakang mereka selama mereka mau menerima kita apa adanya maka biarkanlah pertemanan itu berjalan. Nanti kita akan melihat siapa teman yang benar-benar kita butuhkan itu? Kadangkala kita terlalu memasang banyak kriteria untuk menjadikan seseorang itu teman kita. Sehingga yang umum terjadi adalah pertemanan karena murni sebuah persamaan ide, karakter, hobi dan persamaan lainnya. Jarang dari kita memperoleh teman yang berbeda dengan apa yang kita mau. Sah-sah saja toh teman adalah bagian dari jiwa yang berada dalam tubuh lain. Sehingga bila terlalu banyak perbedaan maka akan banyak gap dan juga ketidaknyamanan dalam berinteraksi. Saya tak pernah memisahkan istilah teman dan sahabat. Walaupun saya tahu mana yang hanya teman dan mana yang sahabat. Bahkan untuk menentukan kriteria keduanya membuat saya sulit. Terkadang sahabat itu bisa jadi teman, dan teman bisa jadi sahabat. Ah definisinya sangat tipis kan? Bahkan ada yang memisahkan keduanya kalau sahabat itu belahan jiwa yang seiya sekata, senasib sepenanggungan dalam suka dan duka. Ah betapa indahnya jika kita semua memiliki sahabat yang kita inginkan.

Namun adakalanya persahabatan akan banyak menemui jalan buntu. Ketika banyak keinginan kita yang tak seirama dan tak seiya sekata seperti yang kita harapkan dari persahabatan semula. Nah disini poinnya sudah kelihatan. Kebanyakan dari kita terlalu egois memaksakan seseorang untuk mengerti dan memahami kondisi kita bahkan inginnya kita seorang sahabat itu seperti apa yang kita inginkan. Justru ga pernah berfikir sebaliknya, maunya teman kita itu dengan kita menjadi temannya seperti apa? Ada kalanya seseorang yang terlalu berpengaruh membentuk karakter pertemanan hanya karena kepentingan dia yang ingin dianggap populer. Makanya dia sangat selektif dalam memilih teman dekatnya. Hal ini yang menjadikan seseorang terlalu sombong dengan membuat kelas perbedaan dirinya sendiri yang notabene tak lebih baik dari orang yang tak dipilihnya sebagai teman.

Lantas, ketika ada seseorang yang menolakmu sebagai teman apakah seketika itu juga pertemanan yang diharapkan akan berakhir? Tidak!!! Buktikan kalau kita bisa menjadi teman buat siapa saja tak peduli betapa buruknya kita diperlakukan. Ini begitu mulia menurut sebagian orang yang berfikir untuk jangka panjang. Namun sebaliknya menjadi begitu naif buat orang yang hanya mementingkan persahabatan dalam jangka pendek. Doakan selalu seseorang yang ingin kau jadikan teman dalam hidupmu. Kadangkala seorang teman tidak harus selalu hadir dalam kehidupan seseorang dalam waktu sekarang. Dibutuhkan nurani dan pengetahuan yang mendalam untuk mengetahui karakter seseorang yang telah menolakmu sebagai temannya. Yakinkan diri bahwa segalanya hanya menunggu waktu. Cepat atau lambat segala sesuatu akan indah pada waktunya.Sembari menunggu cari seseorang diluar sana yang membuka dan mengulurkan tangannya untuk bersama-sama menikmati keindahan dunia.

Tak perlu membenci bahkan mendendam yang disertai kepiluan jika ada seseorang yang telah mencampakkanmu jauh dari kehidupannya. Bukankah jika memperlakukannya sama dengan apa yang dia lakukan ke kita.Artinya kita dan dia tak jauh berbeda dalam nilai hidup. Akan lebih baik melakukan tindakan yang mendatangkan keberkahan dan keselamatan buat diri. Sedangkan agama ini mengajarkan kita untuk membalas semua kebaikan dengan kebaikan pun membalas kejahatan dengan kebaikan pula. Jalan untuk melapangkan hati dengan memaafkan dan melupakan kejadian yang menyakitkan sejatinya memberikan kita pengajaran bahwa dia memang ditakdirkan untuk hadir dalam kehidupan kita. Berkat seseorang yang memberi rasa sakit itu, hati kita bisa merasakan betapa sakitnya diperlakukan tak adil dan sebaliknya tak akan melakukan tindakan serupa ke orang lain. Biarkan alam yang menentukan sendiri kapan kira-kira seseorang yang telah menyakiti kita itu akan merasakan apa yang kita rasakan kelak? Justru sebaliknya kita menjadi pribadi yang matang dan kuat dalam memaafkan kesalahan orang lain. Tak peduli seberapa buruknya kehidupan yang telah ditempuh karena yang ada dalam hati kita hanyalah memaafkan dan terus memaafkan…sehingga luasnya lautan akan semakin mudah untuk diarungi ketimbang hanya berdiri ditepi pantai seorang diri.

Kembali dengan Dedi teman saya yang awalnya menyebalkan itu. Setelah tahu idenya dipakai. Efeknya ternyata nggak hanya berakhir setelah kami tak satu sekolah lagi. Dedi ini yang termasuk rajin mengumpulkan anak-anak untuk reunian saat liburan sekolah atau lebaran. Dia begitu ingin memperbaiki citra buruknya. Pernah pada suatu saat ketika kami di SMA, dia mengundang kami untuk datang ke rumahnya. Ini kejutan bagi kami. Karena selama ini kami tak pernah tahu persis dimana rumahnya? Karena dulu dia sudah membubuhkan kalimat duluan di buku kenangan sekolah SMP. Dia seperti menemukan kepingan kebahagiaan saat kami datang dan keluarganya seperti heran seorang Dedi bisa memperoleh banyak teman. Nah diakhir pertemuan, Mama-nya Dedi beberapa kali bilang kalau sebenarnya dari awal Dedi anak yang baik cuma faktor keluarga brokenhome yang membuat dia berulah dan meminta perhatian lebih.

Tidak selamanya seseorang yang berada dalam keseharian kita bisa menjadi teman untuk selamanya. Bahkan kita tidak tahu rupa dan laku seseorang yang selalu berada dalam hidup kita. Kebanyakan semuanya dalam kesenangan dan hiburan semata. Namun ada seseorang diluar sana yang membutuhkan kehadiran kita walaupun pada awalnya kita ditolak. Kita tidak pernah tahu masalah apa yang melatarbelakangi seseorang menjadi begitu pasif, jahat, dan sebagainya. Namun percayalah setiap orang memiliki nurani yang suatu saat dengan begitu tulusnya mencintai kita apa adanya tanpa meminta sesuatu yang dia inginkan terbalaskan. Asalkan kita bisa menerima dia juga apa adanya. Seseorang yang berada diluar ini senantiasa membayangkan wajah seseorang dengan hatinya kelak. Karena kekuatan cinta lah yang telah membuatnya yakin bahwa segala sesuatu telah terjadi diluar kehendaknya. Namun tanpa diminta, pertolongan apapun akan segera dia berikan kepada seseorang yang membutuhkan pertolongannnya. Hal ini karena suara hatinya telah menyatu dengan alam dan dia sadar betul bahwa kehadirannya memang ditakdirkan untuk semuanya tanpa pandang bulu. Dia akan hadir secara tiba-tiba dalam kehidupan tanpa kita ketahui kapan dia akan datang?

#utankayu, Minggu 10 Februari 2013 2:58 PM : foto credit to Corbis

Advertisements

3 thoughts on “..sedikit mengartikan persahabatan….

  1. ini ide temen gw ini meloncat kesana kemari emang tak pernah terpikiran sebelumnya kalau gw termasuk beruntung yang bisa bersahabat dengan lo…memberikan inspirasi ke gw untuk mendoakan orang2 yang jahat…ingin merasakan kedahsyatan teori lo

  2. Great ˇV I should definitely pronounce, impressed with your site. I had no trouble navigating through all tabs as well as related info ended up being truly simple to do to access. I recently found what I hoped for before you know it at all. Quite unusual. Is likely to appreciate it for those who add forums or something, website theme . a tones way for your customer to communicate. Nice task..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s