Punya pulau pribadi selama 2 hari di Pulau Perak


IMG_4312

Mungkin bagi sebagian orang hal paling menyenangkan adalah bisa merasakan ketenangan di alam yang bebas,jauh dari kebisingan,dan tentu saja harus indah. Nah Weekend (16-17 Februari 2013) kali ini saya bersama teman-teman yaitu Abi, Manuel (Spain) dan Joon (Korea) berkesempatan bisa mengunjungi sebuah pulau yang sangat jauh yang pernah saya kunjungi di gugusan Pulau Seribu yaitu Pulau Perak. Lokasinya sendiri akan sangat sulit ditemui bila melihat di peta, namun saya berhasil menemukan koordinatnya di -5,652931,106.578002. Cukup jauh juga ya dari teluk Jakarta bahkan untuk menuju kesana kita harus transit dulu di Pulau Harapan atau Pulau Kelapa. Kedua pulau tersebut merupakan tempat biasa kapal dari pelabuhan Muara Angke menyandarkan kapalnya. Nah setelah itu barulah kita bisa menyewa kapal nelayan bila ingin menuju Pulau Perak.

Joon (Korea), Manuel (Spain) & Abi
Joon (Korea), Manuel (Spain) & Abi
Tempat Transit di Pulau Harapan
Tempat Transit di Pulau Harapan

Pulau Perak sendiri merupakan salah satu pulau yang tak berpenghuni dan cukup mudah untuk dijelajahi karena luasnya cuma 3 hektar doank. Pulau ini sangat cantik dan indah karena pasirnya yang sangat putih dan lembut. Tak seperti pulau lainnya yang sering dikunjungi wisatawan, pulau perak tak memiliki resort atau tempat penginapan. Sehingga satu-satunya alasan yang pas buat saya dan beberapa orang teman untuk menikmati alam sembari tak ingin terganggu dengan kehadiran banyak orang. Serasa memiliki pulau sendiri sehingga sah-sah saja saya dan beberapa teman mengklaim bahwa pulau Perak menjadi tempat paling pas buat melarikan diri dari kesibukan.

Nah karena letaknya yang cukup jauh, maka kita harus pergi pagi-pagi sekali dari Pelabuhan Muara Angke. Karena biasanya kapal penyebrangan yang mengangkut ke pulau Harapan tidak terlalu banyak. Beda dengan kapal yang mau ke Pulau Pramuka, Pare, Macan, atau Pulau Tidung. Setelah transit di Pulau Harapan, sebaiknya dianjurkan untuk membeli perbekalan atau logistik yang akan dibawa selama escaping di Pulau Perak terutama persediaan air minum.

IMG_4290 IMG_4291 IMG_4292 IMG_4293 IMG_4295 IMG_4298 IMG_4299 IMG_4300 IMG_4301 IMG_4302 IMG_4303

Sesampai di Pulau Perak kita akan melihat banyak ikan berenang disekitar dermaga. Ini betulan loh…saya sendiri bisa melihat ikan-ikan tersebut dengan mata kepala saya sendiri dari jembatan dengan air laut yang sangat jernih. Pulau ini sangat sepi, iyalah karena nggak ada satupun penghuni yang akan menyambut tamu. Jadi jika ingin ke Pulau Perak bagusnya siapin semua perbekalan. Lokasi Pulau Perak sendiri banyak dikunjungi buat yang suka camping.

Kondisi pasir di Pulau Perak sangat lembut sehingga berjalan kaki telanjang diatasnya untuk mengitari pantai sangatlah bagus. Namun tepi pantai Pulau Perak sendiri kondisinya bervariasi mulai dari sisi utara ke barat, kita akan menjumpai garis pantai dengan pasirnya yang putih sedangkan sisanya dari selatan ke arah timur banyak ditemui akar pohon mangrove dan juga batuan karang. Sedangkan hutannya sendiri banyak ditumbuhi pohon kelapa yang rindang namun sama sekali tak terlihat ada buahnya dan berbagai tumbuhan Mangrove dan semak khas kepulauan seribu. Keduanya memiliki keindahan tersendiri yang akan jarang ditemui ditempat lain.

Kebetulan karena saya ikut bergabung dengan kelompok lainnya maka liburan ke Pulau Perak kemarin cukup menyenangkan. Terlebih sebagian besar merupakan orang asing yang sangat mencintai alam Indonesia. Ada beberapa yang kemudian menjadi akrab seperti Charlie dan Juan dari Perancis,serta ada Thomas, David dan Amanda dari Denmark. Selama dua hari di Pulau Perak saya bisa merasakan ketenangan sembari mendengarkan suara gemuruh angin yang cukup kencang membuat gesekan daun di hutan serasa punya alunan tersendiri begitupun dengan suara ombak dan beberapa suara lainnya seperti burung.

IMG_4230 IMG_4231 IMG_4236 IMG_4244 IMG_4251 IMG_4263 IMG_4264 IMG_4275

Untuk menikmati Pulau Perak banyak aktivitas yang bisa dilakukan seperti trekking dengan jalur yang sudah dibuat, atau berjalan disekitar bibir pantai, berenang, snorkelling, atau cuma bermalas-malasan bisa dilakukan. Semuanya sangat enak buat dilakukan  disebabkan kondisi di Pulau sendiri sangat tenang, sejuk dan tidak terlalu terik karena rindangnya daun pepohonan. Karena di Pulau ini tidak ada penginapan maka sebaiknya jangan lupa membawa tenda terutama sangat membantu jika terjadi hujan atau badai pada saat malam, namun banyak yang menyarankan cukup tidur dengan sleeping bag di atas pasir sambil melihat bintang di atas langit dengan suara ombak yang tenang menjadi pilihan yang wajib di coba.

Untuk Snorkelling, kami menuju ke arah dekat pulau Pari karena kata nelayan yang kami sewa biasanya spot terumbu karangnya masih lumayan bagus untuk dilihat. Selain itu juga bisa menuju sebuah pulau pasir yang berada di tengah lautan. Nah di atas pulau berpasir inilah banyak turis menjadikan lokasi untuk berfoto dan mendokumentasikan kegiatan lautnya. Karena kondisi langit yang sudah terlihat sangat gelap sore itu maka kami tak terlalu banyak berpindah-pindah tempat takut hujan turun.

Namun rupanya weekend kemarin cuaca malam tidak begitu bersahabat, gerimis tiba-tiba saja turun sehingga membuat saya dan teman-teman yang tidak mempersiapkan diri dengan tenda harus kelabakan mencari tempat teduh. Tapi syukurlah ada tenda milik Thomas dan David yang  bisa kami tumpangi untuk tidur. Cuma kasihan aja melihat kaki mereka yang panjang harus dilipat semestinya mereka bisa tidur  dengan kaki lurus searah pintu tenda namun harus melintang. Ya itulah perbedaan ras antara asia dan caucasian. Mungkin tinggi saya cuma setengah badan mereka, akhirnya malam itu dengan angin yang cukup kencang ditambah rintik suara hujan kami bisa tidur cukup lama dan bangun agak siang sembari melewatkan sunrise yang harusnya kami saksikan pada pagi harinya.

IMG_4219 IMG_4224

 

IMG_4231IMG_4214 IMG_4275

Bisa dilihat perbedaan tinggi antara Asian dan Caucasian
Tom dan Saya,Bisa dilihat perbedaan tinggi antara Asian dan Caucasian

Banyak hal yang bisa saya rasakan selama dua hari di Pulau Perak. Rasa damai, tenang dan syahdu menjadi tujuan yang saya inginkan. Selain itu berteman dengan orang baru bisa menambah banyak manfaat terutama toleransi dan persahabatan. Apalagi kali ini  dengan teman-teman baru yang berbeda negara dan budaya. Semuanya dilakukan di Pulau Perak yang tak berpenghuni, sehingga kepedulian dengan hal sederhana seperti sharing tempat tidur, berbagi makanan dan minuman, dan tentu saja cerita yang menambah khasanah menjadi kenangan yang tak akan mudah dilupakan. Apalagi David dan Thomas sangat sering bercerita tentang Denmark dan beberapa hal menarik tentang negaranya. Membuat saya antusias dan ingin menjadi tahu dan jika ada kesempatan bisa bermain kesana menerima undangan mereka berdua.

Advertisements

7 thoughts on “Punya pulau pribadi selama 2 hari di Pulau Perak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s