Catatan Perjalanan : Ekspedisi Anak Gunung Krakatau


IMG_4535

Melegakan!!! Akhirnya salah satu keinginan saya untuk mendaki Anak Gunung Krakatau kesampaian akhir pekan lalu (23-24 Februari 2013). Beberapa kali ajakan teman saya tolak karena nggak sesuai dengan waktu atau terbentur ada urusan lain. Nah beruntung saya bisa bergabung dengan Sahabat Jalan yang kebetulan via teman saya Abi dan mereka punya agenda untuk ekplorasi Anak Gunung Krakatau dan pulau sekitarnya. Akhirnya saya, Abi, Manuel (Spain), Marco (Italy), Mark (Dutch) dan Fely (Canada) bisa berkenalan dengan 60 orang lainnya menghabiskan weekend selama dua hari  kemarin di Kalianda, Lampung.

Menyenangkan bisa bertemu dengan orang-orang baru dan bercengkrama dalam kegiatan travelling kali ini. Bayangan saja seperti kegiatan reuni kelas yang sudah lama tak bersua. Awalnya kami masih jaim satu sama lain pada saat kumpul di Pelabuhan Merak. Kebetulan saya bersama rombongan membawa mobil pribadi sehingga tiba di pelabuhan tidak terlambat. Waktu banyak kami habiskan di Dunkin Donuts sembari menunggu peserta lain yang datang dan menunggu jam 00.00 untuk memberikan birthday surprise buat Mark.

Celebrate Mark's birthday
Celebrate Mark’s birthday

Jam 00.32 wib barulah kita mulai memasuki kapal untuk menyebrangi selat sunda menuju pelabuhan Bakauheni. Sumpah ngantuk banget dan terasa agak sedikit bete karena kapal penuh penumpang sehingga menyulitkan saya dan teman-teman mencari tempat buat tidur. Syukurlah berkat obat anti mabok 2 butir saya seperti lupa kapan terakhir menemukan tempat untuk tidur tiba-tiba kapal sudah sampai saja merapat ke tanah Andalas pas jam 4 subuh. Dan setelah itu kami masuk angkutan pedesaan yang sudah menunggu untuk mengantar rombongan kami ke Dermaga Canti dan sekali lagi saya sendiri nggak ingat jalan yang menuju pelabuhan karena sepanjang perjalanan subuh tersebut saya masih bisa tertidur dan tersadar ketika Abi membangunkan dan bau angin laut terasa di hidung. Itu artinya kami sudah sampai ke Dermaga Canti pas jam 6 pagi. Oww syukurlah saya senang bisa tidur dalam kondisi apapun. Padahal dulunya saya sangat sulit untuk tidur kalau bukan di kasur.

Dermaga Canti, Kalianda Lampung
Dermaga Canti, Kalianda Lampung

Di Dermaga Canti, lokasinya berada di 5°48’54″S   105°35’41″E sepanjang pesisir pantai arah Kalianda Lampung dan pagi itu suhunya cukup sejuk sekitar 25°C .Sembari masih menunggu rombongan lain yang datang dari Palembang, beberapa orang masih menyempatkan diri untuk sholat subuh, sikat gigi (tanpa mandi) atau kegiatan bersih-bersih lainnya. Sisanya ada yang menikmati suasana dermaga dan pasar kagetnya, atau meneruskan tidur. Untuk kegiatan terakhir tampaknya masih dilakukan oleh Mark, Manuel, Marco dan Fely yang belum puas tidur dan terlihat sangat mengantuk.

Manuel & Marco, Bloody Tired di Dermaga Canti
Manuel & Marco, Bloody Tired di Dermaga Canti

Dari Dermaga Canti inilah perjalanan eksplorasi wisata Krakatau dimulai. Dengan dua kapal nelayan ukuran besar yang telah disewa kami menuju Pulau Sibesi lebih kurang 1.5 jam. Tentu saja dengan kondisi langit yang cerah dan tidak terlalu terik membuat beberapa orang memilik duduk di atap kapal sembari menikmati perjalanan laut menuju Pulau Sibesi.

Oh ya sebelum tiba ke Pulau Sibesi, biasanya pelancong akan diajak mampir terlebih dahulu ke Pulau Sebuku Kecil dan Pulau Sebuku Besar untuk snorkelling.Spot pertama di Pulau Sebuku tak terlalu menarik karena beberapa teman merasakan gatal dan sedikit sakit akibat banyak sengatan di kulit.Di Pulau Sebuku lumayan cukup jernih airnya dengan pasir putih yang terlihat menutupi hampir sebagian besar pulau. Namun terlalu banyak pecahan karang dan sengatan tadi membuat lokasi ini cuma disinggahi sebentar. Setelah itu barulah kami mengistirahatkan diri di Penginapan Pulau Sibesi.

Pulau Sebuku Kecil
Pulau Sebuku Kecil

IMG_4365 IMG_4366

Di pulau Sibesi inilah tersedia penginapan yang telah dibuat oleh Pemda. Tarif untuk menyewa sebesar Rp.200 ribu/malam tak peduli berapapun jumlah orang yang menginap.Sayang tempat penginapan tidak terlalu terawat padahal lokasinya bagus di dekat bibir pantai. Kalau mau cek dipeta lokasinya berada dikoordinat S 6.2305, E-105.4259 atau berada di sebelah selatan dari Pulau Sebuku dan timur pulau Serdang dan pulau Legundi.Di Pulau Sibesi ini terdapat sekitar 600 orang penduduk yang mendiami wilayah pulau dengan gunung tingginya yang selalu diselaputi awan. Di lokasi penginapan Pulau Sibesi terdapat 7 rumah dan bisa dihuni sampai dengan 15 orang. Kalau musim liburan panjang biasanya penginapan penuh dan kita bisa menyewa rumah penduduk untuk homestay dengan tarif yang bervariasi tergantung negosiasi. Selain itu dilokasi juga terdapat padepokan buat berkumpul dan tempat makan. Listrik menyala hanya saat malam hari sedangkan siang disediakan diesel tapi harus bayar tambahan lagi.

IMG_4378 IMG_4379 IMG_4381 IMG_4382 IMG_4383 IMG_4384 IMG_4385

Lokasi lain untuk snorkelling adalah Pulau Umang-Umang. Entahlah kenapa pulau ini mirip dengan nama Pulau Umang di daerah Pandeglang Banten? Masyarakat sekitar sudah terlanjur menyebut pulau tersebut yang hanya berjarak 15 menit dari Pulau Sibesi. Pulau Umang-umang sendiri merupakan pulau tak berpenghuni dan kecil luasnya hanya sekitar 4 hektar. Namun pulau ini juara untuk kecantikan yang bervariasi. Disepanjang bibir pantai kira-kira sekitar 10 meter tempat kapal bersandar air lautnya sudah menunjukkan kejernihan yang menawan sehingga dengan mudah kita bisa menyaksikan bawah laut yang sempurna dengan karang-karang dan ikan yang berenang tanpa perlu menyebur. Kemudian dibibir pantai lainnya terdapat banyak sekali karang yang berserakan. Makanya ketika berada di Pulau Umang-Umang dianjurkan menggunakan wet shoes atau sepatu/sendal gunung agar tidak terluka/sakit ketika menginjak karang. Nah tempat favorit lainnya di Pulau Umang-Umang adalah pantai sebelah kanan yang sedikit landai serta pasir yang sangat lembut. Lokasi pantai ini sering dijadian tempat bermain atau menunggu sunset. Selain pantainya yang bersih, bisa digunakan untuk bermain bersama ombak serta dihiasi dengan batu-batuan berwarna hitam yang gugusannya sangat eksotik dan sering dijadikan tempat berfoto.

umang7
Foto-foto dibawah ini lokasinya di Pulau Umang-Umang hasil jepretan Elvira Putri Ayu
umang2
Foto by Elvira Putri Ayu
umang3
Foto by Elvira Putri Ayu
umang4
Foto by Elvira Putri Ayu
umang5
Foto by Elvira Putri Ayu
umang6
Foto by Elvira Putri Ayu

Nah tujuan yang paling ditunggu adalah mendaki anak gunung krakatau. Kegiatan ini kami lakukan di hari kedua (Minggu, 24 Februari 2013) tepatnya sih dibangunin pas jam 4 subuh tapi karena sebagian masih terlihat sangat mengantuk dan kelelahan. Kami baru bisa berangkat ke kapal setengah jam kemudian. Dengan kondisi yang masih gelap gulita perjalanan ke Anak Gunung Krakatau menempuh jarak lebih kurang 2 jam. Yang menjadi catatan penting adalah perjalanan ke gugusan Krakatau tak semulus yang kami kira. Setengah jam setelah jauh dari dermaga Sibesi akan terasa goncangan air laut yang cukup kencang di atas kapal. Dan ini berlangsung terus selama mendekati Pulau Anak Krakatau. Karena menurut awak kapal, gelombang laut bisa setinggi 1 – 1.5 meter. Tak usah heran bila banyak yang mual dan pusing. Termasuk saya yang ga kuat dibagian tempat barang bersama manuel setelah sebelumnya tidur  di dek namun basah akibat air laut yang masuk ke kapal. Ujung-ujungnya jackpot setelah kapal tiba di Pulau Anak Gunung Krakatau.

Tiba dikawasan pantai Gunung Krakatau kita akan sedikit merasakan perbedaan pasir pantai yang sedikit berwarna hitam dibandingkan pasir pantai yang umumnya berwarna putih. Untuk masuk kawasan cagar alam Krakatau tak terlalu diperlukan SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) namun karena kawasan Gunung Krakatau ini masih berupa gunung aktif kadangkala pengunjung dilarang untuk masuk karena akan membahayakan keselamatan akibat semburan debu vulkanik yang masih sering terjadi. Beruntung saat kami berada disana, aktivitas anak gunung krakatau tidak terlalu berbahaya untuk didaki. Untuk mencapai patok sembilan yakni lokasi yang aman buat pendaki hanya memerlukan sekitar 20 menit waktu pendakian. Cukup mudah dan gampang. Karena Anak Gunung Krakatau sendiri ketinggiannya cuma 230 meter dari atas permukaan laut, sementara gunung krakatau sebelumnya cuma 813 meter dari atas permukaan laut.

IMG_4443

IMG_4507

IMG_4420 IMG_4421 IMG_4422

Menyanyikan Indonesia Raya foto by Malik
Menyanyikan Indonesia Raya foto by Malik

Dari atas patok sembilan kita bisa menyaksikan keindahan alam yang luar biasa. Bagaimana kemudian laut, gunung, langit menyatu memberikan panorama yang cantiknya tiada duanya. Kita bisa juga melihat Gunung Rakata yang terbelah tinggal setengah akibat erupsi tahun 1883 dan gugusan gunung kratakau lainnya. Menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama diatas gunung itu pengalaman yang selalu saya rindukan dan membangkitan semangat nasionalis di dada saya untuk lebih bersyukur dan mencintai negeri yang indah ini. Setelah puas berada di atas Anak Gunung Kratakau perjalanan kami selanjutnya adalah Lagoon Cabe. Sebuah spot snorkelling pamungkas yang lebih indah dengan pemandangan alam bawah lautnya yang luar biasa.

Saya harus katakan bahwa perjalanan wisata ke Gugusan Krakatau kemarin benar-benar mengasyikkan walaupun melelahkan. Semua terbayar sempurna dengan keindahan yang menakjubkan dan tentu juga persahabatan dengan teman-teman baru. Begitupun statement Marco yang begitu puas sembari mengatakan “Have you ever made such deep bonds while travelling?” saya langsung bilang selalu saja mendapatkannya setiap melakukan perjalanan wisata.The finished product! The Anak Krakatoa Volcanic Mountain, Sea Water, Boat, Flag, Friendship #IndonesiaRaya

IMG_4447 IMG_4449

IMG_4475IMG_4451IMG_4585

Advertisements

23 thoughts on “Catatan Perjalanan : Ekspedisi Anak Gunung Krakatau

  1. Hai Pak Asril,

    Bagus sekali catatan pak asril. Saya punya rencana mau ke Krakatau. Coma pusing gimana mau mencari tour yang bagus & kadarnya terjangkau.

    Saya amat hargai kalau pak asril bisa bilang sama saya tour yang bagus & kadarnya. Moga kita bisa ketemu satu hari nanti.

    Pak Emran

      1. Makasi Pak Asril, Cukup berinformasi rician nya. Pasti saya akan nelpon sama Pak Andi/ Pak Hafiz sebelum tiba di Jakarta. Rencana nya pada bulan Nov ini mau camping di Krakatau. Moga ketemu sama Pak Asril ya. Pak Emran Date: Mon, 13 May 2013 09:13:09 +0000 To: muhdemran@hotmail.com

  2. Pak Asril, saya ingin bertanya… Apa ada tour agency ke Karakatau sedia menawarkan paket tournya di Pelabuhan Merak/ Canti? Karena saya akan langsung ke Pelabuhan Merak dari Jakarta. Recana nya mau cari paket tour saat tiba di sana. Ada banyak ya?

  3. Makasi Pak Asril.

    Maksud saya, setiba nya saya di Pelabuhan Merak/ Canti- ada gak tour guide yang menawarin paket ke Krakatau. biasanya, di kawasan pariwisata seperti itu biasa terdapat tour guide yang coba menawarin paket tour di saat saat akhir.

  4. Pa asril. saya maunya kalo di dermaga canti bisa parkir mobil ngak?
    kira2 2 atau 3 malam gitu

    terima kasih

    1. Ka.. mau k krakatau yah… boleh gabung ga.. rencananya aq mau k krakatau jg.. Tgl 14-15 juni weeknd depan… aq atry dari ui depok no aq 08888450667

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s