Bingung di Pekanbaru


credit to skyscrapercity
credit to skyscrapercity

Saya tak pernah tahu objek wisata apa yang terkenal di Pekanbaru (PKU) saat kaki ini mendaratkan di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II? Sampai di PKU kita akan melihat kemegahan bandara yang baru dibuat untuk menyambut PON XVIII tahun lalu. Cuma sayang garbaratanya belum kelar sehingga harus ngantri naik bus. Cuaca panas benar-benar terasa saat berada di luar, saya coba cek via aplikasi suhu rata-rata kota Pekanbaru seminggu terakhir. Wah ternyata cukup HOT juga sekitar 34° – 36°C. Sesampai di kota PKU saya coba berjalan-jalan disekitar kota sembari mencari tempat penginapan yang bisa menjangkau pusat keramaian. Wah baru berjalan sebentar peluh sudah banyak aja! Wajar kiranya jarang sekali saya temui warga menggunakan pedestrian walkway untuk berjalan kaki karena pendatang seperti saya saja memang nggak sanggup menahan cuaca panas yang luar biasa di kota ini.Akhirnya saya putuskan untuk istirahat siang saja di hotel sembari menunggu sore atau malam sembari mencari tahu hal apa saja yang menarik untuk dikunjungi.

IMG_5427 IMG_5428

Memang tak banyak informasi tempat wisata yang bisa didapatkan di kota Pekanbaru. Atau mungkin karena keterbatasan informasi sehingga setiap cari di internet selalu saja cuma pasar, mal, hotel, perpustakaan Riau, Masjid An-nur, Museum Sang Nila Utama dan sedikit sekali yang memberikan informasi akses menuju lokasi. Untungnya hotel tempat saya menginap cukup bersahabat.Niat saya hanya ingin tahu kota Pekanbaru dengan melihat pemandangan kota. Saya akhirnya menggunakan jasa mobil sewaan di hotel untuk mengantar menyusuri kota Pekanbaru.

Menjelang pukul 5 sore akhirnya saya mencoba berkeliling kota Pekanbaru. Pekanbaru sendiri merupakan kota ketiga terbesar di Sumatera setelah Medan dan Palembang. Sama hal-nya dengan kota-kota lain di Indonesia yang baru berkembang di era otonomi daerah terlihat banyak bangunan tinggi yang middle rise dan   ada yang sedang dalam proses penyelesaian.Saya cuma akan bilang bahwa perkembangan pembangunan kota Pekanbaru memang tergolong pesat. Hal ini bisa dilihat dengan kehadiran beberapa gedung yang baru seperti menara Dang Merdu milik Bank Riau yang sudah selesai namun belum difungsikan, kemudian menara Lancang Kuning, Gedung perpustakaan Riau yang terlihat sangat menawan dengan arsitekturnya yang unik berbentuk buku, dan beberapa gedung lainnya yang nampak dari kejauhan.

IMG_5432

IMG_5452 IMG_5454 IMG_5455 IMG_5456 IMG_5458

Kotanya cukup bersih dan rapi, beberapa kali saya kagum bagaimana sepanjang jalan utama yaitu Sudirman tidak terlihat sampah. Transportasi untuk publik sudah tersedia BRT (Bus Rapid Transportation) yang mirip dengan busway. Cuma sayang sepanjang jalan sulit sekali menemukan bus ini berkeliaran sehingga membuat saya penasaran ingin tahu untuk menaiki sekaligus melihat suasanannya. Berhentilah saya disalah satu halte depan mal Pekanbaru untuk menunggu dan mencoba berkeliling naik BRT. Butuh kesabaran tingkat tinggi memang, dan bus itu baru muncul setengah jam lebih.

IMG_5431 IMG_5437 IMG_5442 IMG_5443 IMG_5447 IMG_5469 IMG_5470

Setelah puas naik BRT, tempat lain yang cukup ramai saat weekend adalah Lapangan Masjid An-Nur. Dimana saya bisa menyaksikan warga yang tengah berolahraga mengitari lapangan depan masjid. Ditempat ini cukup banyak penjual kaki-lima yang dibiarkan menggelar dagangannya di beberapa sudut. Sehingga membuat lokasi masjid menjadi sedikit tercemar oleh sampah. Masjid Raya An-Nur merupakan masjid raya terbesar dengan lapangannya yang juga besar di kota Pekanbaru sehingga sering dijadikan tempat berbagai event. Masjid ini memang sangat indah dan merupakan bangunan modern lengkap dengan Islamic Centrenya. Beda dengan beberapa masjid di kota besar lainnya yang merupakan masjid sejarah sehingga tak banyak informasi wisata yang bisa didapatkan di masjid ini.

IMG_5460 IMG_5461

Malamnya saya coba berwisata kuliner. Menyenangkan bisa menyusuri pedestrian walkway di sepanjang jalan Sudirman karena banyak sekali tersedia pedagang kaki lima. Cuma penataan yang kadangkala tak mengindahkan pejalan kaki membuat banyak tenda tersebut dibangun seperti menghalangi pejalan kaki. Cuma kata teman saya, warga Pekanbaru memang sangat jarang berjalan kaki sehingga kadangkala trotoar tak berfungsi sehingga banyak digunakan oleh pedagang seperti ini. Nah jangan heran jika di Pekanbaru hampir semua orang yang saya temui berbicara minang. Karena hampir sebagian besar penduduk Pekanbaru memang berasal dari Minangkabau. Jadi serasa berada di ranah minang nih dengan mencoba makan nasi kapau yang banyak tersedia di sepanjang jalan Sudirman.

IMG_5462 IMG_5464 IMG_5465 IMG_5466

Besoknya saya coba untuk mencari objek wisata lain. Kebetulan tak jauh dari dari kota Pekanbaru terdapat Taman Rekreasi Danau Buatan Lembah Sari yang berlokasi sekitar 10 KM dan berada di Rumbai. Untuk masuk ke lokasi taman yang digunakan untuk venue Skiair PON XVIII pengunjung dikenakan tarif Rp.7000,-  Areal danau buatan memang sangat luas dengan dikelilingi bukit yang berpanorama. Sayangnya tak banyak fasilitas yang disediakan sehingga menyulitkan pengunjung untuk menikmati danau buatan ini. Lokasinya yang jauh dan kondisi cuaca yang panas membuat banyak orang hanya duduk disekitar danau sembari mendengarkan musik dangdut yang ditampilkan dari sebuah panggung kecil dari sebuah bukit. Kondisi airnya pada saat saya kesana terlihat keruh dan tak begitu jernih. Mungkin butuh waktu dan untuk membuat kawasan danau buatan ini menjadi destinasi wisata warga Pekanbaru. Saya tak lama berada disini cuma sekitar 10 menit kemudian balik ke kota Pekanbaru.

IMG_5481 IMG_5482 IMG_5483 IMG_5484 IMG_5488 IMG_5491 IMG_5494

Karena terus terang saya bingung sekali mau kemana selama di Pekanbaru, ujung-ujungnya saya kembali lagi mengitari kota. Mengambil beberapa foto dari beberapa sudut dan kembali lagi ke bandara sembari menulis menunggu pesawat yang masih tiga jam lagi boarding. Ternyata lebih enakan berada di bandara Sultan Syarief Kasim, betah saya berlama-lama berada di bandara ini dengan wifi-nya yang super kenceng!!!

Advertisements

18 thoughts on “Bingung di Pekanbaru

    1. coba naik airasia direct flight from KL to PKU. Saya tak begitu paham dgn pku utk sightseeing. saya sarankan dari Pku cobalah lanjutkan perjalanan ke bukit tinggi jauh lebih menarik utk berwisata

  1. Di pku memang tdk ada tempat wisata alam. Walaupun ada tpi jauh dan infrastruktur pun tdk ada.. Yg ada hanya wisata shoping dan kuliner.. org pku weekend biasa ke payakumbuh dan bukittinggi..

    1. oh gitu ya mas Indit. thanks infonya. salam kenal tapi kota pku bersih dan enak jalan kaki kalau sore sayang warganya banyak enggan menggunakan pedestrian yg lebar. salam

      1. 10 sampai 20 tahun yg lalu, warga Pekanbaru yg berbondong-bondong ke Sumatera Barat untuk plesir wisata alam, dan hampir tidak ada orang Sumbar yg plesir ke Pekanbaru. Sekarang sangat banyak bus-bus wisata dengan plat BA yg mangkal di Pasar Bawah dan mall2 utk shopping. Dulu saya yg sering mengunjungi tante dan nenek di Sumbar sekalian plesir, sekarang kebalik, mereka yg lebih sering datengin skalian shopping

  2. saya adalah warga asli Pekanbaru, orang Melayu Riau tentunya ;).
    biasanya Masyarakat Pekanbaru setiap weekend atau libur yang tidak ingin repot2 berpergian jauh ke luar kota/provinsi punya destinasi beberapa objek wisata berikut ini,

    sedikit share ,Pekanbaru punya objek-objek wisata Alam selain objek wisata Sejarah dan bangunan-bangunan indah landmark ibukota provinsi Riau.

    seperti di Danau wisata bandar khayangan di Rumbai, disini selain menemukan tempat wisata piknik bernuansa danau yang dikelilingi perbukitan,outbond, venue olahraga air, juga akan menjadi sentra kebun buah-buahan dan sayuran. Kabar terakhirnya akan dikembangkan menjadi sentra wisata yang representatif layaknya ‘dufan’ oleh pemerintah, tinggal menunggu investor yang berminat. Festival danau bandar khayangan setiap tahun digelar disini dalam rangka hari jadi Kota Pekanbaru pada bulan Juni. Kegiatan biasanya diisini dengan lomba pacu sampan/perahu, seni-budaya Melayu, kuliner, dan aneka perlombaan lainnya.

    Di kawasan selatan, ada taman pancing alam mayang. ke arah jalan Imam Munandar menuju lintas timur. merupakan kawasan taman dengan kolam-kolam pancing dan rekreasi air. Di area yang cukup luas ini, oleh warga digunakan sebagai tempat piknik, rekreasi air, dan tempat memancing ikan.

    tak jauh dari pusat kota Pekanbaru hanya berjarak 30 menit, ada sebuah desa wisata buluh cina. di desa ini masuk dalam wilayah kabupaten Kampar. keunikan desa ini adalah keaslian, keasrian dan tradisi masyarakat Melayu Kampar yang masih terjaga sesuai dengan syariah Islam, beberapa rumah perkampungan masih dipertahankan. di area hutan terdapat beraneka ragam tumbuhan dan pepohonan dan telah menjadi desa eko wisata, acap dijadikan lokasi pemotretan. Desa ini juga dilalui oleh sungai dan danau-danau yang mengitarinya (cek info desa wisata buluh cina). Pada bulan Agustus biasanya diadakan perlombaan pacu sampan buluh cina.

    sama seperti halnya Desa wisata Buluh Cina, ke arah lintas tengah, warga Pekanbaru yang hendak refreshing biasanya pergi memancing dan berwisata kuliner ke arah Teratak Buluh, Daerah yang masuk wilayah Kabupaten Kampar ke jalan arah Taluk Kuantan ini juga tidak jauh dari pusat Kota. Bisa jadi alternatif. menjelang ke Teratak Buluh sepanjang jalan warga bisa menikmati aneka kebun sayur-sayuran yang menjadi sentra sayur mayur di Kota Pekanbaru. Di Teratak Buluh kuliner yang disajikan adalah masakan khas Melayu, diantaranya gulai dan asam pedas ikan patin, baung, selais, udang sungai dan ayam kampung . 🙂

    bila ingin lebih jauh lagi ke luar kota . wisatawan bisa mengunjungi Kota Sejarah Kerajaan di Kota Siak Sri Indrapura. hanya berjarak 1.5 jam dari Pekanbaru. di Kota ini , pengunjung bisa menikmat keindahan Sungai Siak yang luas berikut waterfront city, dengan view Jembatan Tengku Agung Sulthanah Latifah (1.2 km) dan juga bangunan Istana Siak (Asherayah Al-Hasyimiah) serta bangunan2 bersejarah lainnya.

    Info. Pekanbaru juga terkenal dengan aneka kulinernya yang bercita rasa. Ada kuliner Melayu di rumah makan sepanjang jalan jend. Sudirman ( rm. Melayu Simpang Tiga, resto Pondok Gurih, Sri Mersing, Pondok Baung) juga kuliner2 nusantara, seperti masakan khas Minang, Sunda, Jawa, Palembang, Jakarta, Pontianak, Banjar, Bugis, dsbg 🙂

    1. wah sayang sekali kemarin informasi seperti ini belum saya temukan. Thanks mas Kris informasinya menambah daftar saya..mudah-mudahan kedepannya bisa mampir lagi ke PKU

  3. Ohya, selain itu kawasan Rumbai camp, dan Labersa City (waterpark dan Riau fantasi) juga menjadi pilihan warga Pekanbaru yang ingin berekreasi sambil bermain 😉 hehehe

  4. hemm saya belum pernah ke pekan baru juga, tapi denger – denger wisata kuinernya sih yang asik buat di coba, kebetulan saya juga doyan makan 😀

  5. Kalau menurut saya yg warga kota Pekanbaru, Pekanbaru memanglah bukan kota tujuan wisata populer layaknya kota wisata seperti Jogja atau Bandung. Kebanyakan orang Indonesia berpersepsi bahwa kota wisata adalah adanya atraksi alam, budaya, kuliner, dan belanja. Di kota ini minim sarana hiburan. Tidak banyak wisata alam, kalau mall atau pusat perbelanjaan, di kota lain pun tentu ada juga. Pekanbaru memang lebih difokuskan sebagai kota bisnis dan investasi. Bagi wisatawan mungkin tidak menarik, tapi bagi pedagang, investor, dan pencari kerja, Pekanbaru adalah lahan basah. Makanya bisnis perhotelan pun lebih ditujukan untuk kunjungan bisnis.

    Tapi yang menarik bagi saya adalah keberagaman warga kota dengan berbagai latar belakang budayanya. Pekanbaru boleh dibilang salah satu melting pot nya Indonesia. Salah satu bentuk keberagaman itu terwujud dalam bentuk kekayaan kuliner yg beragam. Selanjutnya adalah keindahan seni bina bangunan yg bercirikan Melayu dan bangunan-bangunan dengan rancangan futuristik.

    Saran saya, jika ada yang ingin berkunjung ke Pekanbaru, tidak perlu ada ekspektasi berlebih terhadapnya. Nikmati saja kota ini sebagaimana adanya ia. Memang tidak banyak hal yang bisa dilakukan di kota ini. Tapi mencari penginapan, transportasi, dan kuliner juga bukan perkara sulit. Selamat datang di kota Pekanbaru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s