IMG_5618

Saya itu sedang mengalami rasa malas yang berlebihan akhir-akhir ini. Inginnya tidak mau kemana-mana, saat libur panjang akhir bulan Maret lalu saya cuma menghabiskan waktu sebagian besar di kamar kosan di Jakarta. Keluar seperlunya saja buat cari makan atau ke masjid. Ada juga paling-paling ke kolam renang dan toko buku serta perpustakaan. Setelah itu kembali lagi ke kamar, buka laptop di kasur dan bingung mau ngapain dan akhirnya cuma bermalas-malasan di atas kasur sambil mendengarkan musik dan NO TV (walaupun kadang menyala juga tapi dicuekin). Banyak banget ide berseliweran tapi apa daya rasa malas mengalahkan semua itu dan males buat nulis. Ujung-ujungnya cuma banyak mikir dan tiduran. Cuma memastikan bahwa saya sedang malas-malesan di kamar dan memeriksa kulkas jika ada cemilan yang tersisa untuk dihabiskan. Terus kembali ke kasur lagi.

Kenapa harus ada rasa malas ini ya? Mungkin karena saya terlalu banyak menghabiskan waktu di luar kamar sehingga secara otomatis ada hak kamar yang harus ditunaikan. Jambuuuu….ada-ada saja alasannya. Sambil cek masih adakah jambu air yang dibeli kemarin? Melihat kamar berantakan itu sesuatu yang membuat saya akhirnya ga peduli kondisi lingkungan. Membiarkan baju yang sudah dipakai kemarin dipakai lagi esoknya. Toh nggak bau ini lagian merasa seperti jaman mahasiswa lagi. Benar-benar sifat malas ini muncul kembali setelah sekian lama memproklamirkan diri untuk disiplin dan tidak menunda-nunda. Ah saya turuti saja kemauan rasa malas ini, dengan menambah jadwal mendengarkan puluhan koleksi cd yang sudah hampir usang. Lumayan bernostalgia dengan banyak lagu yang hampir lupa liriknya.

IMG_5619-001 IMG_5620-001 IMG_5621-001 IMG_5622-001 IMG_5623-001 IMG_5624-001

Nah ngomongin rasa malas membuat saya berfikir apa sih yang menyebabkan rasa ini timbul? Saya pikir hal ini disebabkan ketidakmampuan saya untuk membuat program rutinitas dengan baik. Kadangkala melakukan pekerjaan yang berulang-ulang seperti bangun pagi terus baca buku atau datang ke kantor tepat waktu itu membosankan. Jadinya saya imbangi dengan rasa malas dengan bangun agak telat sedikit walaupun sholat subuh kudu bangun juga terus datang ke kantor nyobain berangkat jam 7 pagi  ke-atas. Ujung-ujungnya justru hal inilah yang menambah rasa malas, setelah nggak bangun pagi tepat waktu bikin malas berkepanjangan untuk bergegas turun dari kasur. Kemudian karena nggak lagi datang ke kantor tepat waktu bikin emosian saat terjebak macet dan menghabiskan waktu. Ujung-ujungnya bikin capek dan kesal sendiri dan pengen berada di kamar aja. Jadi penyebabnya saya sudah tahu karena saya nggak mampu mengatasi kelemahan diri.

Saya sendiri tak mau terlalu serius melawan rasa malas yang kata orang bisa menghambat rezeki. Mungkin butuh liburan kata temen saya saat menanyakan posisi keberadaan. Hah…ga juga perasaan banyak yang bilang kalau saya setiap akhir pekan selalu aja weekend getaway keluar kota Jakarta. Ya..ya..beneran long weekend kemarin menjadi hari-hari yang tidak terlalu produktif dan tidak sehat. Walaupun sekarang badan saya sudah lebih baik dan fit dari sebelumnya, tapi berat badan tiba-tiba naik aja sekilo. Hahaha banyak ngemil di kasur dan nonton koleksi dvd trus mengkhayal jadi pekerjaan yang mengasyikkan juga ternyata dikala rasa malas melanda.

Bayangin aja yang biasanya saya itu nggak betah berlama-lama di kamar sekarang jadi kangen sama bantal dan guling dan bisa seharian meluk kedua teman setia itu. Rasa malas juga bikin ga sehat ternyata. Jadinya saya malas untuk mandi pagi trus membiarkan perut nggak sarapan. Kalau laper makan cemilan yang ada di kulkas dan semuanya mengandung pemanis dan tentu saja rasa gurih dari vetsin. Bisa dibayangin kalau sudah males, maunya yang serba praktis dan makan mie menjadi pilihan tepat. Belum lagi kamar pengap karena kelamaan lupa buka gordyn dan pintu karena sirkulasi udara yang terlambat diganti. Nggak hanya itu sisa-sisa makanan yang renyah bertebaran di lantai kamar dan belum disapu membuat pasukan semut berdatangan menyambut suplai makanan yang datang tak terduga. Pakaian kotor yang menjuntai di gantungan pintu dan dinding bikin pemandangan semrawut dengan berbagai kerabatnya di lantai. Benar-benar kacaulah kamar saya. Tapi sebodo-teuing nggak ada yang datang berkunjung ini.

Jadi kalau kalian mengalami rasa malas. Ya nikmati ajalah lagian kalau dipaksakan untuk sok-sok rajin juga nggak bakalan bagus hasilnya. Tapi dengan catatan ga boleh males selamanya. Mungkin istilah yang tepat buat menggambarkan rasa malas ini sebagai perwujudan hiatus. Jadi kalimat malas saya ganti menjadi hiatus aja deh biar ga berkonotasi negatif. #tepokjidat Besok weekend saya mau bersih-bersih dan aktif lagi. Semangat kakak!!!!! 🙂

Advertisements