548965_503838259651273_253754839_n

Aktivitas apa yang sering saya lakukan akhir-akhir ini? Jawabannya berenang!!! Boleh dibilang saya menyukai renang akhir-akhir ini. Setiap pagi sebelum berangkat kerja saya menyempatkan diri berolahraga. Entah lari mengelilingi kompleks, jalan kaki, pergi ke gym atau berenang. Nah dari semua aktivitas pagi itu saya paling menyukai berenang. Ini berkaitan dengan kemampuan renang saya yang semakin baik walaupun belum bisa dibilang terbaik. Dahulu banget suka ngiri sama orang yang bisa mengapung dan menyelam. Kadang merasa kena kutukan waktu itu kok saya nggak bisa berenang? Tapi ternyata itu semua terbantahkan setelah saya pelajari terus menerus dan tahu ilmunya.Dan saya akan bilang pada dasarnya manusia itu bisa berenang semua baik dewasa maupun anak-anak, tergantung dia mau atau tidak?

Belajar renang itu memang gampang-gampang susah ternyata (lihat lebih banyak kata gampang daripada kata susah). Cuma satu hal yang kadang membuat kita nggak bisa berenang yaitu takut tenggelam. Ujung-ujungnya emang tenggelam beneran dan bikin trauma nggak mau lagi main di kolam renang atau lautan.  Bye-bye kolam renang kena kutukan terus-menerus sepanjang tahun nggak mau nyoba kolam yang dalem. Alhasil jadi nggak pede kalo diajak ke kolam renang karena merasa sudah memproklamirkan diri nggak bisa berenang. Padahal masalahnya cuma rasa takut doank yang belum sembuh. Untungnya saya termasuk yang suka penasaran. Kok orang lain mudah sekali berenang dan nggak takut nyelam? Semakin lama semakin ingin tahu dan belajar dan AHA saya tahu ilmu untuk menguasai renang!!! dan mencoba melepas kutukan kalo saya nggak bisa berenang. Nah ilmunya ternyata dengan semakin banyak tahu maka rasa takut sedikit demi sedikit akan hilang.

Intinya dalam renang yang menjadi poin penting adalah teknik pernapasan. Menguasai teknik pernapasan sangat penting sekali untuk bisa beradaptasi dengan air. Selama ini sering kita jumpai atau alami, banyak orang yang ngos-ngosan atau ngerasa dirinya nggak bisa berenang lama-lama. Kita suka merasa capek sendiri akibat terlalu banyak memporsir tenaga untuk melakukan gerakan renang yang baru saya tahu ternyata salah. Sebagian besar kesalahan dalam renang yang selama ini saya alami adalah terlalu panik dan cepat-cepat untuk nyampe ke tepian sehingga mengabaikan teknik pernapasan yang lebih penting.

894596_504097522958680_872074017_o

Nah saya ulangi bahwa berenang itu betul-betul harus paham teknik pernapasan agar kita tidak terlalu banyak memporsir tenaga dan kehabisan napas. Bagaimana cara bernapas yang baik dalam air? Nggak ada, yang diperlukan adalah bernapaslah apa adanya senatural mungkin. Cuma mengubah pola bernafas dengan menggunakan mulut untuk menghirup dan kemudian mengeluarkan udara secara perlahan-lahan melalui hidung hingga benar-benar akan habis dan kita secara refleks harus menghirup udara lagi dari mulut. Terus menerus seperti itu…Sebenarnya ada teknik yang harus dikuasai namun akan lebih gampang mempraktekkannya langsung di air.

Kemudian setelah saya menguasai teknik pernapasan, langkah yang paling bijak adalah mengetahui postur tubuh didalam kolam. Hal ini berhubungan dengan tipe badan kita sehingga bisa mengetahui kemampuan mengapung (bouyancy) kita berada pada level positif atau negatif. Yang membuat saya terkagum-kagum dulu saat tahu saya berada di bouyancy positif yang artinya daya apung saya lumayan tinggi dan nggak akan tenggelam. Bisa sih tenggelam kalau panik dan banyak bergerak nggak jelas, loh..loh? Waduh sambil tepok jidat merasa menyesal kemana aja saya selama ini? Kok saya penakut berhubungan sama kolam waktu dulu. Sedangkan yang bouyancy negatif umumnya mudah tenggelam sedangkan bila kedua-duanya bisa maka disebut bouyancy netral. Namun bouyancy ini bisa dimodifikasi oleh teknik pernapasan.

Nah bagaimana sih untuk mengetahui bouyancy kita? Tips sederhana-nya sebegai berikut. Coba masuk ke kolam renang yang lumayan nggak terlalu dangkal namun kita masih bisa berdiri. Biasanya kolam yang 1 meter. Nah untuk melatihnya kita harus menghirup napas seperti biasa dari mulut nggak usah berlebihan kemudian tutup mulut dengan menahan agar udara tidak keluar dari hidung sambil kepala masuk ke dalam air dengan posisi telungkup.Coba biarkan tubuh bergerak sendiri dengan bantuan kaki melayang atau angkat kaki perlahan-lahan dari dasar kolam. Dan biarkan kepala tetap menghadap ke dasar air sampai akhirnya badan membentuk jellyfish float. Rasakan apakah badan kita mengapung atau tenggelam? Minta orang lain yang menilai…kalau masih tenggelam berarti ya kena kutukan!!! hahaha…cari guru les renang deh.

Nah setelah tahu daya apung badan kita. Faktor selanjutnya adalah adaptasi dengan air. Kebanyakan orang takut duluan untuk mencoba masuk ke kolam yang dalam. Rasa takut ini memang-memang momok yang buat kita nggak pede buat berenang. Dulu setelah tahu bahwa bouyancy saya positif. Saya dengan pede-nya langsung turun masuk ke kolam yang 2 meter. Dan membiarkan badan saya pasrah tenggelam. Eh ternyata nggak tenggelam-tenggelam malah susah sekali menyentuh dasar kolam. Saya biarkan rileks, dan berusaha mengatasi rasa panik dengan tanpa melakukan gerakan apapun. Pasrah saja membiarkan tangan dan kaki lurus tanpa gerakan dan hasilnya tetap nggak tenggelam. Aha saya dapet ilmu berenang akhirnya. Ya perlu diketahui bahwa pada saat saya mengapung seluruh tubuh memang berada di dalam air. Batas permukaan air cuma terlihat rambut kepala doank.

Nah agar bisa memunculkan kepala ke atas permukaan air tinggal lakukan gerakan mengayuh sepeda dengan kaki atau tangan.  Istilahnya dalam renang itu gerakan water treading dan lakukan serileks mungkin hingga kita bisa memunculkan kepala ke atas permukaan air. Kebanyakan orang akan panik karena kaki-nya tidak menyentuh dan takut tenggelam ke dasar sedangkan kepalanya tidak muncul dipermukaan atau muncul cuma nggak bertahan lama. Nah karena panik ujung-ujungnya kita banyak melakukan gerakan yang tidak beraturan dan membuat otot kejang secara otomatis membuat berat tubuh semakin lama semakin bertambah dan ujung-ujungnya tenggelam. Nah kalau dilakukan dengan senyaman mungkin dan rileks, karena kita tahu nggak akan tenggelam biarkan kaki dan tangan bergerak perlahan kalaupun masuk ke dalam air, nggak usah panik. Lakukan teknik pernapasan pada saat kepala muncul dipermukaan hirup udara sesantai mungkin dan jika masuk ke air buang perlahan-lahan dari hidung. Terus menerus begitu sambil kita mendapat ritme yang pas untuk mengapung. Jangan panik, semakin panik biasanya karena takut tenggelam…ya beneran deh tenggelam beneran.

Ah kok kesannya saya sudah master gitu ya. Padahal nggak jago-jago amat sih. Ya udah deh cukup sekian aja ulasannya jadi ngerasa nggak pede nih ngomong panjang lebar. Cuma sekarang efeknya ngaruh banget ke badan setelah rutin berenang seminggu dua kali. Diantaranya punggung saya yang biasanya sering sakit karena kebanyakan duduk dikantor sekarang sudah sangat jarang akibat renang, kondisi badan semakin fit dan kuat jarang merasa kelelahan lagi, jadi lebih disiplin karena memang saya rutin bangun pagi dan melakukan kombinasi olahraga baik lari maupun renang atau sekedar jalan pagi, dan yang paling penting mengembalikan stamina tubuh ke kondisi yang paling berkualitas. Biar semangat hidup jalan terus mari berenang eh maksudnya mari berolahraga…

Advertisements