[PUISI] TAK BERARTI SEPI


Traveler before an Asian landscape

 

Selalu suka dengan pemandangan alam jenis apapun

Seperti membayangkan disebuah taman surga yang tak tahu bentuknya

Ah hanya merasa bersyukur bahwa bisa menemukan keindahan di dunia ini

betapa alam yang sungguh mempesona ini telah membuatku malu

langsung aku sadar diri bahwa aku tak ada artinya apa-apa dengan kemukjizatan alam raya

lantas terpekur disalah satu sudut bumi

membuncah rasanya didalam dada

mengawang-awang segala impian

kemudian sirna bagaikan embun pagi yang terbang bersama sinar mentari

sekarang dan selamanya tak ada lagi keinginan yang menggebu-gebu

hanya bersyukur dan terus-menerus bersyukur atas karunia hidup

layaknya sebuah pohon yang terus menerus tumbuh menjulang

mencari sumber kekuatan dan kedamaian

bermain-main diantara padang yang maha luas

bersama atap para lembayung langit yang mengangkasa membirukan langit pertama

beginilah aku yang berdiri mematung

memandangi alam sepanjang mata memandang

tak tahu betapa besarnya alam raya ini tercipta?

sedangkan aku, bahkan dilihat dari kejauhan matapun tak akan gunung diseberang mengenaliku

tegak berdiri didepan alam itu sungguh keindahan yang bisa dirasakan dihati

tak selamanya berhasil bahkan menghilang pabila memandang hidup selamanya sempit

ada kalanya dalam sepenggal kehidupan kita dengan alam

kita akan merasa benar-benar sendiri, berduaan saja dengan alam raya

bahkan ingin menyatu menjadi bagian alam raya

Terraced Rice Fields

sepi namun bukan berarti kesepian

sunyi namun bukan berarti kesunyian

hanya beberapa bekas sisa-sisa jejak langkah dijalanan menuju kedamaian

seperti gembala yang pergi meninggalkan binatang peliharaannya di padang rumput

seperti itulah hidup ini

ada banyak episode kita akan ditinggalkan oleh orang-orang yang kita cintai

dikhianati, didustai bahkan dimusuhi

menjadi alur cerita hidup yang sudah disiapkan buat kita untuk menjadi sunyi dan kelam

Namun alam mengajarkan lain

betapa cinta tak akan pernah benar-benar pergi

karena disaat semua pergi, alam akan senantiasa berada bersama kita

tak ada alasan untuk merasa sepi dan sendiri

karena alam pun senantiasa sepi dan mereka hanya berharap kepada-Nya untuk senantiasa ditemani

sebagaimana alam yang senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya, begitupun diri ini

agar tak merasa malu lagi kepada alam

IMG_4390-001

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s