belajar diving

Judul diatas saya buat untuk memprovokasi kalian yang memang gemar dengan petualangan dan menyukai alam. Sejatinya semua ruang di bumi ini memberikan banyak petualangan dan pelajaran yang bermakna. Dulu saya sangat takut sekali melakukan aktivitas petualangan seperti mendaki gunung, trekking di hutan, berenang dilautan, melintasi sungai deras, dsb. Namun karena diliputi rasa penasaran dan keingintahuan yang besar akhirnya saya coba satu demi satu untuk mempelajari semua hal yang saya takuti. Alhamdulillah dengan sedikit ilmu yang saya coba pelajari dari berbagai orang dan sumber rasa takut itu menghilang sedikit. Intinya sih karena kita nggak tahu dan nggak punya persiapan jadi kita takut mencoba segala sesuatu yang menyenangkan dan memberikan banyak petualangan yang bermakna.

Saya tuh emang menyukai laut, entahlah kenapa bisa dominan dibanding dengan gunung. Mungkin karena dulu sempet mikir kalo bumi kita ini lebih dari 60 % adalah lautan dan 2/3 luas Indonesia berupa lautan juga. Ada yang sempet bilang ke saya bahwa 10 menit berada dilautan  akan banyak petualangan menjumpai berbagai jenis spesies laut dibandingkan 1 jam berada di hutan atau pegunungan. Nah berbekal rasa penasaran akan keindahan dunia bawah laut akhirnya saya mencoba mengambil license diving. Ibarat kalau kita mau berkendaraan wajib punya SIM. Maka untuk bisa menyelam kita harus punya lisensi. Hebatnya lisensi menyelam ini berlaku secara internasional jadi bisa dipake di negara manapun. Keren kan? Cuma biasanya orang mikir bahwa olahraga menyelam itu mahal. Hmm coba pikir deh emang sih awalnya saya harus membayar sekitar 4 juta-an untuk lisensi ini namun kan ini berlaku seumur hidup? Termasuk peralatan menyelam dengan harga yang diatas rata-rata tapi sekali lagi itu berlaku cukup lama jadi nggak akan rugi. Lagian saat ini banyak peralatan sewa dengan harga terjangkau jadi nggak usah khawatir.

Nah untuk mendapat diving license itu saya akhirnya mencari berbagai referensi dan mengunjungi pameran untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang sekolah diving. Akhirnya pilihan jatuh ke SSI alias Scuba Schools International. Di Indonesia ada banyak sekolah scuba yang mengeluarkan jenis diving license. Ibarat ijazah sekolah sebenarnya banyak macam sertifikat yang berlaku dan bisa kalian ikuti seperti POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) yang berafiliasi dengan CMAS Italy, ada juga NAUI, SSI dan yang paling umum adalah sertifikat PADI.

Kenapa kelihatan susah banget ya untuk diving? Jelaslah karena olahraga ini membutuhkan keahlian khusus dan tentunya karena tubuh kita diciptakan untuk beradaptasi di daratan bukan dilautan apalagi di udara. Maka kita harus belajar menguasai beberapa teknik agar bisa bertahan di bawah laut termasuk beberapa kondisi bahaya agar kita waspada dan tentunya menghormati kehidupan alam bawah laut. Ibarat tamu yang berkunjung ke daerah orang maka kita harus belajar etika juga. Belajar dengan instruktur yang tepat dan berpengalaman itu membuat saya semakin pede. Tentunya kita tidak hanya dibekali sebatas textbook doank melainkan pengalaman instruktur yang membuka wawasan kita dan membentuk attitude safety diving. Sehingga kita bisa menimalkan segala bentuk bahaya dan resiko. Intinya sertifikasi memberikan akses seumur hidup untuk memperoleh pelayanan penyelaman.

Nah untuk mendapatkan diving license  ini ada beberapa kelas yang mesti saya ikuti. Diantaranya ada 3 sesi yaitu sesi kelas di ruangan, sesi kelas di kolam renang dan terakhir ada sesi kelas sebenarnya di lautan lepas. Sesi di ruangan diperkenalkan dasar-dasar menyelam mulai dari peralatan, teknik menyelam, keselamatan, kesehatan, dan berbagai perencanaan untuk melaksanakan penyelaman. Semuanya di kombinasi dengan peragaan alat, presentasi dan video. Kelas kedua adalah mempraktekkan semua teori di kolam renang. Mulai dari bahasa komunikasi selama di dalam air, pemasangan perangkat selam, penggunaan regulator, entry ke dalam air, cara bernafas di dalam air, teknik mengapung atau buoyancy, membersihkan masker, penggunaan snorkelling, fin, dan wetsuit dsb.

Nah setelah dianggap sudah mahir dan bisa beradaptasi dengan baik menggunakan peralatan selam. Saya akhirnya mengikuti kelas sesungguhnya adalah open water training  yang mengambil tempat di Pulau Pramuka. Kebetulan pulau ini menjadi salah satu dive center  di Indonesia dengan sering digunakan oleh berbagai macam sekolah diving  untuk melakukan praktek di lautan lepas. Jadi nggak usah jauh-jauh harus ke Bali jika disekitar Jakarta sudah punya tempat yang pas buat belajar diving. Lagian kepulauan seribu sudah diketahui punya banyak spot yang indah akan keindahan bawah lautnya.

Menyelamlah & temukan petualangan yang bermakna!!!
My Buddies dari ki-ka: saya, Mas Farid, Mas Eka, Mas Dion dan Mbak Tia

Melakukan penyelaman di laut merupakan keinginan saya sedari dulu. Rasanya tak sabar mau merasakan petualangan baru saat menuju perjalanan dari Dermaga 6 Marina menuju Pulau Pramuka yang cuma ditempuh lebih kurang 1 jam dan bagi saya itu terasa lama sekali sabtu (27 April 2013) lalu. Bagaimana kalau berangkatnya dari Dermaga Muara Angke yang lebih lama ya? Penyelaman pertama saya dilakukan di Dermaga Pelabuhan Pulau Pramuka dengan melakukan frontroll entry. Sama sekali nggak merasa takut, padahal sebelumnya kalau terjun ke laut selalu sedikit rasa takut. Masuk ke dalam lautan dengan menggunakan peralatan selam saja sudah memberikan pengalaman yang luar biasa menyenangkan ditambah dengan menyaksikan keindahan biota bawah laut yang bisa disaksikan didepan mata yang selama ini cuma bisa liat di tv.

Semuanya menyenangkan dan baik-baik saja di bawah laut
Semuanya menyenangkan dan baik-baik saja di bawah laut

Penyelaman pertama saya bersama buddy yaitu Mas Eka, Mas Farid dan Mas Dion dari Dive Republic dan satu orang buddy wanita yaitu Mbak Tia yang sudah lebih dahulu punya lisensi menyelam bersama instruktur Bang Kiki dari SSI berada di kedalaman 15 meter dibawah permukaan laut. Penyelaman pertama ini cuma mengulangi praktek di kolam renang yaitu melakukan teknik cleansing, ekualisasi, sharing regulator, melepas masker dan membersihkan didalam laut, dan tentunya lebih terasa bermakna karena bisa duduk di pasir bawah laut disaksikan oleh ikan-ikan yang berenang, dan biota laut lainnya. Penyelaman pertama berlangsung selama kurang lebih setengah jam. Penyelaman pertama ini cukup membuat saya bingung karena tingkat bouyancy yang terlalu positif  dan kurang bisa mengontrol nafas membuat badan saya selalu terangkat ke permukaan. Tak bisa berlama-lama berada dalam keseimbangan saat tenggelam.

Mengamati Clowfish
Mengamati Clownfish

Penyelaman kedua berlangsung setelah istirahat selama satu jam dari penyelaman pertama. Kali ini kami masuk ke kedalaman sekitar 12 meter. Di Penyelaman kedua ini saya mencoba menyeimbangkan teknik pernapasan agar bisa stabil tenggelam tidak mengapung lagi. Suasana di dalam laut terasa lebih indah dengan pemandangan yang lebih cantik dari penyelaman pertama. Banyak sekali terumbu karang buatan yang dilepas untuk membuat tempat baru bagi ikan-ikan yang jenisnya belum pernah saya temui bahkan menyebut nama ikannya saja saya nggak bisa. Yang saya tahu cuma  Nemo doank atau nama lainnya clownfish atau ikan badut. Penyelaman kedua ini saya sudah sedikit menguasai penyelaman dan bisa berenang menjelajahi dasar serta bermain-main di bawah laut atau diserbu ikan itu membuat saya seperti disambut ucapan selamat datang yang membuat saya cukup terhibur.

bermain-main dibawah laut itu benar-benar menghibur
bermain-main dibawah laut itu benar-benar menghibur

Penyelaman ketiga dan keempat dilakukan esoknya yaitu Minggu (28/4) dimulai jam 9 pagi dan berakhir jam 12 siang. Diselingi istirahat kurang lebih 1 jam. Penyelaman kali ini kami berpindah tempat ke tengah lautan lepas dan melakukan penyelaman yang lebih dalam sekitar 20 meter dibawah permukaan laut. Keindahan bawah lautnya jauh lebih bagus dibandingkan penyelaman hari sebelumnya. Sensasinya lebih terasa dengan beberapa kali kuping terasa sakit akibat tekanan air laut, namun dengan teknik ekualisasi yang sudah dipelajari hal ini tidak menjadi hambatan. Visibility jauh lebih nyaman dan jelas karena bisa menyaksikan lebih banyak ikan-ikan, terumbu karang, anemon dan biota laut lainnya.

Mas Eka, saya dan Mbak Tia
Mas Eka, saya dan Mbak Tia rehat sebentar untuk narsis

Kehidupan dibawah laut itu memang beda dengan kehidupan didaratan. Banyak organisme yang bisa kita temui dan pelajari. Mulai dari terumbu karang yang bejajar rapi dan berkelompok dengan batu kapurnya memberikan kehangatan saat melihatnya menempel permanen didasar laut. Ibarat rumah bagi jenis hewan laut, terumbu karang ini memberikan perlindungan dan sumber makanan. Berada dekat mereka tak ada niat ingin menyentuh mereka karena dengan menyentuh sedikit saja berarti melepaskan beberapa pelindung membran selaput lendir yang membuat mereka terluka dan terinfeksi, paling batuan tempat saya suka menyandarkan tangan jika kelelahan atau mengamati ikan yang sedang mencari makan di coral.

DSCN1196

DSCN1186

red

Saya betul-betul menyukai penyelaman perdana saya kali ini. Sebuah penjelajahan baru di dunia yang selama ini tak pernah saya kenali sebelumnya tiba-tiba membuka mata saya tatkala puluhan ikan menyambut selamat datang dengan lokasi yang eksotis, ribuan warna yang tak pernah saya sangka. Tak ada ketakutan berada didalam laut karena tiba-tiba kesadaran saya tumbuh menenangkan bahwa sebagai penyelam bukanlah mangsa alami dari apapun yang hidup di laut. Justru jika banyak kejadian seorang penyelam luka akibat ketidaktahuan mereka yang sering menganggu hewan laut dengan menyentuh. Makhluk laut sama halnya manusia memiliki perlindungan saat terkejut. Dan secara insting melindungi dirinya sendiri. Misalnya kita menginjak sesautu yang tak kelihatan seperti batu atau keinginan yang besar ingin menyentuh dan mengambil ikan yang asing atau memprovokasi ikan, dsb.

selesai penyelaman perdana yang menyenangkan dan tak terlupakan
selesai penyelaman perdana yang menyenangkan dan tak terlupakan

Dari sini saya bisa belajar memahami dan menghormati kehidupan hewan laut tanpa harus menggangu mereka. Sebuah pengalaman yang penuh keajaiban dan mengagumkan. Pantas aja semua orang yang sudah punya lisensi menyelam senantiasa mencari tempat baru untuk menyelam. Terus menerus seperti itu. Karena di setiap tempat menyajikan petualangan yang spektakuler yang tak akan mungkin terlupakan seumur hidup. Jadi buat yang ingin merasakan sensasi baru kehidupan bawah laut. Seperti judul tulisan saya diatas. Menyelamlah dan temukan pengalaman yang bermakna…sampai ketemu dilautan buddy!!

 

Advertisements