Catatan Waktu BII-Maybank Jakarta Mini Marathon 5K


IMG_6222

Melakukan lompatan-lompatan besar itu memang seharusnya sudah menjadi keharusan dalam menempuh tujuan. Lompatan disini bisa diartikan secara harfiah dalam kegiatan lari yang sering saya lakukan. Apalagi buat saya yang terlalu banyak kelemahan dan juga fisik yang tidak terlalu kuat dan stabil. Nggak pernah terbayangkan betapa dulu sulit sekali melakukan olahraga jogging menembus lebih dari satu putaran GBK tanpa berjalan. Biasanya hal ini karena mental saya yang tak begitu kuat dan belum memiliki kemampuan untuk mengalahkan ego diri sendiri yang terkesan tidak mampu. Namun itu  bagaikan sejarah masa lalu yang akhirnya saya bisa membuktikannya seiring waktu dengan banyak berlatih dan terus berlatih berlari mensetting beberapa goal dalam hidup ini yang secara simultan akhirnya memberikan lompatan besar buat kemajuan saya termasuk dalam lari.

Memang banyak filosofi yang saya dapatkan dari olahraga murah meriah satu ini. Selain memang sangat mudah dilakukan dimanapun dan kapanpun. Olahraga lari setidaknya melatih kemampuan fisik kita untuk mengenal seberapa jauh kita mampu bertahan dalam beberapa kilometer. Saya sendiri tak ingat persis kenapa akhirnya jatuh cinta sama olahraga lari ini. Saya rutin melakukannya minimal dua kali dalam seminggu. Dan senantiasa mencatat perkembangan waktu dari setiap latihan yang dilakukan. Dan akhirnya mencoba mengikuti beberapa racing yang akhir-akhir ini untungnya seringkali diadakan. Lumayan buat menambah silaturrahmi dan juga bersemangat dengan orang-orang yang menyukai hobi yang sama yaitu lari.

Tampak keramaian peserta Mini Marathon sebelum pertandingan
Tampak keramaian peserta Mini Marathon sebelum pertandingan

Minggu (5/5) ini saya kembali mengikuti racing yang ketiga. Kali ini berpartisipasi dalam kegiatan pre-event Bali Marathon yaitu BII-Maybank Jakarta Mini Marathon 5K yang dimulai pukul 6.30 bertempat di Parkir Plaza Selatan GBK. Lumayan jumlah peserta-nya tidak terlalu banyak sehingga saya beruntung bisa mendapatkan kesempatan untuk menjadi peserta yang katanya dibatasi sampai dengan 300 orang saja. Dalam racing  kali ini saya tak memiliki persiapan khusus. Lagipula sudah hampir dua minggu ini tak melakukan kegiatan lari digantikan dengan kegiatan lain. Agak sedikit pesimis melihat catatan waktu saya di aplikasi Nike Running dan Endomondo belakangan yang menempuh waktu 5K biasanya rata-rata 40 menit dengan pace 9’20″/km. Menyedihkan banget ya?

Tapi ya sudahlah saya ingin membuktikannya jika berlari dengan orang banyak dalam racing biasanya sedikit banyak membantu meningkatkan tingkat kompetisi saya yang tak ingin disalip. Perlombaan dimulai dengan rute yang tidak terlalu jauh start dimulai dari gerbang Plaza Selatan terus memutar ke atas jembatan Semanggi hingga menyusuri jalan Sudirman dan memutar kembali di Bunderan Senayan dan kembali finish di Plaza Selatan GBK. Pada saat memulai tampaknya saya tak mengalami kesulitan yang berarti dan bisa menyelesaikan 1 KM pertama dalam waktu 3 menit 49 detik, kemudian secara beriringan di KM kedua saya agak menurunkan intensitas menjadi 5 menit 27 detik, eh rupanya malah bikin saya bertambah capek di KM ketiga cuma menempuh 6 menit 36 detik, kemudian di KM keempat menjadi 6 menit 33 detik, ya sudah di KM kelima atau terakhir saya coba tambah kecepatan eh masih bertahan di sekitar 5 menit 55 detik. Lumayanlah akhirnya catatan waktu saya berdurasi 30 menit 15 detik dengan jarak 5,18 KM dan kecepatan rata-rata dari kelima etape tersebut 6’19” min/km. Lumayan memperbaiki rekor yang biasanya 40 menit untuk 5 KM.

Beberapa peserta beristirahat setelah menyelesaikan racing
Beberapa peserta beristirahat setelah menyelesaikan racing

Agak kurang menyenangkan sih mendapat catatan waktu lari yang cuma setengah jam tersebut setelah saya lihat peserta lain ada yang cuma 25 menit. Namun saya akui kemampuan lari saya sudah stabil dan tidak berhenti sama sekali selama rute. Kemampuan mengendalikan nafas sudah semakin baik saat menghirup dan menghembuskan secara perlahan-lahan akhirnya mendapat teknik baru dalam mempertahankan performa selama racing. Beberapa kali mendapati ruas otot disekitar perut mengalami kram namun rupanya momen tersebut dirasakan adalah momen yang pas buat saya untuk terus berlari dan akhirnya kram tidak terasa lagi padahal jujur saja bawaan mental pengennya berhenti sebentar dan berjalan sampai merasa perut nggak kram lagi. Namun saya bersyukur bisa mengatasinya sesegera mungkin. Ini akibat kurang berlatih dan ada beberapa kali saya mengganti teknik lari karena kurang nyaman. Tapi itu tidak memberikan dampak apapun dalam hasil sehingga saya sadar bahwa saya telah menggunakan kaos kaki yang sedikit tebal dan sedikit banyak memberikan gesekan yang kuat dengan ruas sepatu yang sempit.

mencoba narsis di depan sponsor board
mencoba narsis di depan sponsor board

Mudah-mudahan minggu depan saat racing di Kampus UI Depok dalam event Mapala UI Half Marathon 10K, minggu (12/5) saya sudah bisa memperbaiki rekor saya tersebut. Intinya sih memang tidak menargetkan apapun untuk menjadi pemenang namun berusaha untuk memenangkan diri sendiri dalam mencapai tujuan yang sudah saya setting. Tentunya dengan terus memperbaiki catatan waktu saya dalam berlari, saya bisa mengukur kekuatan fisik dan juga kemampuan dalam mengatasi hambatan mental yang selama ini sering menganggu pelari. Ciao…

 

Advertisements

2 thoughts on “Catatan Waktu BII-Maybank Jakarta Mini Marathon 5K

  1. Sampai ketemu di racing minggu depan di kampus UI sob…itu malahan racing pertama gw setelah lo racunin gw. Nggak sabar nih menjajal bareng lo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s