IMG_6402

Slogan Sederhana

Selalu ada slogan di kelompok lari saya setiap ada racing yang ingin kita ikuti. Slogannya sih biasa aja yaitu “Mari berkompetisi secara sehat”. Slogan itu kami buat untuk memberikan informasi bahwa akan ada event lomba lari dan wajib diikuti sehingga kami harus berkompetisi dengan berlari agar membuat badan sehat. Kalau niatnya ikutan lomba sih cuma karena memanfaatkan momen. Jujur kalau lari  dalam lomba itu lebih terasa aura semangatnya. Push the limits, slogan baru yang saya buat pada saat racing. Ya begitulah kira-kira sampai akhirnya saya sudah beberapa kali ikut racing namun kompetisinya cuma mengalahkan rekor waktu racing sebelumnya dan kelompok lari yang nggak jauh-jauh beda jaraknya.

Sejak mengikuti racing, saya tertantang untuk memperbaiki catatan waktu diri saya sendiri. Hal ini menurut saya penting untuk mengetahui sejauh mana ketahanan daya tubuh saya. Dahulu saat pertama kali ikut racing pertama di Allianz Jakarta Heart Run kecepatan lari saya buruk sekali bertahan di 10 menit/km kemudian perlahan-lahan mulai naik menjadi 8’16” kemudian tak berubah cukup lama sampai akhirnya sekarang sudah stabil di 6’27”. Inginnya bisa terus menaik. Karena banyak sekali perubahan di badan yang saya rasakan sejak kecepatan lari ini meningkat. Terutamanya tidak sering kelelahan dan mengantuk saat bekerja. Terus fit sepanjang waktu #bukaniklan…

Berlari berarti peduli Lingkungan

Minggu (12/5) merupakan racing pertama saya untuk menjajal jalur track lari kampus UI Depok. Banyak yang bilang kalau kampus UI Depok memang sangat baik untuk berlari. Selain suasana kampus sepi dan dikelilingi banyak pohon pelindung, ditambah dengan jalur lari yang memang sedikit bervariasi dengan jalanan yang mendaki, menurun dan datar membuat stamina saya terkurang sedikit demi sedikit.

IMG_6420 IMG_6421

Nama kegiatannya adalah Mapala UI Half Marathon dengan kategori 10K dan 21K. Saya ikutan yang kategori pertama karena belum pede untuk menjajal jarak selain itu. Pagi selepas shubuh karena takut terlambat langsung tancap gas dari Utan Kayu ke Depok via Tol dan cuma menempuh 20 menit doank. Makanya agak heran sampai di Depok keadaan masih gelap gulita. Untungnya kampus karena ada kegiatan ini sudah bisa dimasuki, nggak berselang lama mulai banyak peserta yang berdatangan.

Ada hampir 1000 peserta yang berpartisipasi dalam event yang diadakan mahasiswa UI ini. Jumlah yang lumayan banyak dengan kegiatan yang berada di luar Jakarta. Walaupun ada kendala saat pengambilan race pack dengan panitia yang sedikit kelihatan belum siap. Namun event yang diadakan mahasiswa menurut saya cukup berhasil terbukti dengan jumlah pesertanya. Yang membuat saya tertarik mengikuti racing ini adalah tema kegiatan run for river  yang  mengajak peserta untuk peduli lingkungan yaitu satu pelari menyumbang satu pohon untuk sungai Ciliwung dan run for charity dimana setiap KM yang dilalui menyumbang Rp.750K.

IMG_6405

Cukup bangga juga walaupun belum banyak melakukan kegiatan sosial terutama lingkungan. Ternyata ada sekelompok orang yang membantu menyediakan ajang lari sebagai bagian kontribusi untuk menanam satu pohon di sekitar sungai Ciliwung. Coba bayangkan jika ada 1000 pelari yang ikutan berpartisipasi berarti akan ada hampir 1000 pohon yang bakal di tanam. Angka yang masih kecil sih? Tapi dari yang kecil ini mudah-mudahan akan menjadi kebiasaan untuk terus merawat bumi. Toh dengan berlari juga berarti kita peduli lingkungan karena mendapatkan jalur lari seperti di Kampus UI Depok yang sejuk dan asri ini saja seperti surga buat para pelari untuk menaklukkan rintangan.

Lari dengan Teknologi

Selain itu event kali ini juga menggunakan SuarTrack Race Timer System yang merupakan teknologi RFID UHF ISO18000-6c Gen 2 yang digunakan sebagai Shoe Tag. Sehingga bagi peserta yang selama ini masih belum mengetahui cara mengukur jarak dan waktu bisa mengetahuinya secara online. Bentuknya sih seperti kertas perekat yang mungkin didalamnya terdapat sensor frekuensi radio sehingga memudahkan dalam pengiriman data secara realtime sehingga alat pengukuran manual seperti stopwatch tidak diperlukan lagi. Alat ini katanya bekerja via web-based technology sehingga bisa diakses di gadget atau bisa dimonitor oleh saudara kita atau rekan yang menyaksikannya dari rumah atau memantau saja. Alat ini yang membanggakan merupakan hasil temuan anak muda Indonesia yang telah digunakan oleh PASI.

IMG_6398 IMG_6408

Selain itu saya juga sudah terbiasa berlari menggunakan aplikasi mobile yaitu Nike Running dan Endomondo. Keduanya saya gunakan selama ini untuk mengetahui kecepatan rata-rata saya setiap menyelesaikan satu KM. Lumayan ada voice over alert dari kedua aplikasi ini yang memberikan informasi jarak tempuh, kecepatan rata-rata dan heartrate. Informasi ini biasanya saya gunakan untuk mensinkronkan interval lari. Jika ternyata saya terlalu lambat maka saya coba untuk menaikkan kecepatan sehingga saya bisa membagi target waktu berlari dalam setiap kilometer agar hasil akhir yang saya inginkan tercapai.

Berlari sendiri secara bersama-sama

Pembukaan dengan Marching Band UI
Pembukaan dengan Marching Band UI

Perlombaan dimulai tepat jam 6.30 WIB pagi dimulai dengan pembukaan marching band UI dengan kategori 21K start duluan disusul 10 menit kemudian untuk start kategori 10K. Rutenya yang cukup menyenangkan dengan udara pagi yang masih bersih dan segar ditambahi sesekali bunyi burung-burung berkicau membuat suasana racing semakin semarak memeriahkan event pertama yang diadakan oleh Mapala UI. Di KM awal menjelang 5K gerimis mulai turun sehingga suasana menjadi sedikit dingin. Dibeberapa peserta terdapat juga Sandiaga Uno yang berpartisipasi di kategori 21K dan Agus Yudhoyono di kategori 10K. Ada beberapa peserta dari Kenya dan Warga asing lainnya yang bergabung dengan ratusan pelari yang terdiri dari kelompok pelajar, mahasiswa, umum, tentara dan atlit.

IMG_6394 IMG_6409

Dalam racing sejatinya kita berlari sendirian walaupun dilakukan secara bersama-sama dengan peserta lainnya. Nah musuh sebenarnya bukanlah pelari lain yang seringkali menyalip kita. Biasanya sih para peserta racing terdiri dari kalangan umum yang berlari cuma buat hobi semata. Dibandingkan dengan atlit yang sudah profesional dan sering menjadi pemenang atau saya perhatikan banyak juga prajurit yang ikut serta. Tentunya kemampuan berlari mereka jauh diatas rata-rata pemula seperti saya. Jadi siapa musuh kita dalam berlari? Musuh sebenarnya adalah diri kita sendiri.

Nah karena kita berlari sendiri, ada baiknya kita harus senantiasa menjaga kondisi psikologis. Tak perlu merasa takut disusul oleh peserta yang berada dibelakang kita. Ada kalanya saya justru awalnya disusul kemudian akan bertemu mereka kembali di km didepan dan menyusul kembali mereka. Sebelum lomba saya senantiasa menyusun SongList untuk menemani saya berlari via iPod. Beberapa track  saya sengaja buat perlahan atau bahkan dengan beat yang kenceng. Kebanyakan lagu saya susun sesuai dengan pengalaman berlari saya yang bisa bikin semangat berlari.

Mengalahkan mental

Rute Lari di Mapala UI Half Marathon
Rute Lari saya di Mapala UI Half Marathon..tak ada warna merah berarti terus berlari tanpa henti, warna kuning stabil, warna hijau agak pelan

Kadangkala dalam berlari saya sering diserang dengan kelelahan atau pikiran yang melemahkan mental. Merasa nggak sanggup atau sudah cukup berlari walau belum mencapai garis finish. Nah disini kekuatan mengatur strategi pikiran sering menjadi alat bantu yang menguatkan mental. Selalu saya tekankan dalam kondisi kelelahan bahwa saya bisa mencapai finish sesuai dengan target tanpa berhenti berlari. Banyak hal yang saya pelajari dengan diri sendiri karena nggak mungkin menggangu peserta lain. Terutama bagaimana kemudian sedikit demi sedikit menstimulasi bahwa perjalanan sudah terlalu jauh berlari sayang untuk segera diakhiri secepatnya atau berhenti sebentar.

IMG_6429

Saya malah akhir-akhir ini merasa nggak nyaman kalau berhenti saat berlari. Pernah saya coba dengan berhenti tiba-tiba saat pertengahan jarak tempuh yang ada justru bukan malah menghilang kecapekan. Yang ada malah kaki saya membengkak dan terasa sakit. Sejak saat itu saya coba untuk tidak berhenti, cuma menurunkan intensitas kecepatan menjadi perlahan-lahan. Teknik lain saya biarkan nafas saya ngos-ngosan untuk menghirup sebanyak mungkin udara dari  dan kemudian melepasnya perlahan-lahan via mulut. Persis seperti berenang. Alhamdulillah cukup efektif.

Masalah lain yang sering timbul adalah kejang otot disekitar perut. Kondisi ini kemarin terjadi pada kilometer ke-empat atau kilometer menjelang akhir lomba.  Terjadi akibat kontraksi yang terlalu keras pada sekitar otot perut. Namun saya sudah bisa mengatasinya. Biasanya terjadi pada beberapa menit dan setelahnya hilang sendiri. Intinya lawan saja. Selama terjadi kejang tersebut saya memperlambat gerakan lari sambil merubah kaki atau tangan secara random. Kemudian terus berlari perlahan-lahan sampai sakit diperut berangsur menghilang. Pikiran juga harus terus dijaga untuk terus menerus berhasil mencapai tiap kilometer dengan tuntas. Saya biasanya akan mengucap “yes” atau “alhamdulillah” setiap berhasil melewati tiap kilometer. Hal ini cukup membantu untuk menuju kilometer berikutnya.

Hasil Akhir yang memuaskan

Nah yang bikin semangat lari itu saat kita sudah hampir mendekati tujuan. Biasanya di KM 8 atau KM 9 semangat saya timbul. Bahkan beberapa kali ada kalimat-kalimat lain yang muncul di pikiran. “Tinggal sedikit lagi” atau “ayo kamu bisa!!”. Nah berlari di KM akhir ini itu menyenangkan bagi saya. Seperti ingin segera mendapatkan kebahagiaan yang harus diraih sesegera mungkin. Banyak peserta yang saya perhatikan juga demikian. Mulai berlari sedikit cepat bahkan ada yang benar-benar cepat menjelang kilometer terakhir. Mereka biasanya sudah bisa mengatur interval dengan membagi waktu dalam beberapa kilometer sehingga target bisa tercapai. Cuma kok kalo sudah kecapekan itu meraih garis finish seperti nggak sampai-sampai?

IMG_6417 IMG_6412

Kemampuan lari saya pada Mapala UI Half Marathon kali ini lumayanlah menempuh 1 jam 2 menit. Dengan pace 6’42 min/km. Agak sedikit turun dari pace rata-rata sebelumnya yang 6’27” min/km mungkin karena selama ini berlari di jalan yang datar sedangkan untuk lintasan UI ada yang trail sehingga memperlambat kecepatan lari. Tapi saya cukup puaslah nggak terlalu berubah jauh. Hasil racing bisa dilihat disini bisa dicek race result. Apakah setelah ini mau melanjutkan ke marathon? Masih mikir-mikir untuk nyobain yang half marathon dulu.

Kalah dengan anak kecil

Disela-sela saya istirahat selesai menyelesaikan racing tiba-tiba ada anak kecil yang menghampiri saya. Duduk begitu saja sambil tersenyum dan menawarkan minuman. Ah baik banget nih anak kemudian terjadilan percakapan sebagai berikut..oh iya nama anaknya Rifqi Nurgono berusia 13 tahun.

IMG_6426
Rifqi Nurgono

Rifqi : Kakak, tadi saya berhasil loh melewati kakak!

Saya : Oh ya?  Kapan tuh kok Kakak nggak melihat kamu ya?

Rifqi : (sambil tertawa) he..he..he.. iya pas deket bunderan itu loh kak. Yang ada patung UI-nya.

Saya : wah hebat kamu! Emangnya kamu nggak capek?

Rifqi : Capek sih..tapi pengen nyobain sampe finish.

Saya : Wah sering ya kamu ikutan lari?

Rifqi : Enggak..ini malahan yang pertama

Saya : Masa sih? Tadi kakak lihat temen-temen kamu banyak yang larinya kenceng

Rifqi : Temen yang mana? Saya sendirian loh kak. Yang anak kecil itu emang sekolah lari jadinya cepet.

Saya : Oh kirain. Kalau sendirian emang mana orangtua kamu? Mereka nggak ikutan juga?

Rifqi : Nggak. Saya datang sendiri kesini. Kan rumahnya deket.

Saya : Wah hebat..kenapa ikutan sendiri nggak ngajak temen?

Rifqi : Ah nggak tahu ya kak? Pengen ikutan aja. Nyobain yang baru. Kan saya sering lari disini.

Saya : Trus rasanya gimana sudah ikutan?

Rifqi : Ya seneng aja…bisa ngalahin kakak hehehe

Saya : Oh..berarti kamu bisa jadi atlit tuh?

Rifqi : Nggak ah..saya mau buat kesehatan aja hehehe (sambil ketawa)

setelah ini dia mulai cerita tentang keluarganya yang hobi olahraga trus tentang atlantis yang semalem dia denger di berita. Banyak hal yang diluar imajinasi saya dia tanyakan.

Saya : Oh ya emang kamu tahu catatan waktu kamu?

Rifqi : Nggak..cuma pake jam tangan ini (sambil menunjukkan jam tangan biasa)..paling kurang satu jaman.

Saya : Wah berarti kamu beneran ngalahin kakak nih?

Rifqi : Hehehe…iya donk tapi tadi aku terus dibelakang kakak loh.

Saya : Ngapain?

Rifqi : Kan lari kita sama nggak jauh beda..jadinya ya patokannya kakak

Saya : Tapi kamu kan bisa melewati kakak tadi?

Rifqi : Iya..itu pas aku lihat kakak sudah kecapekan

Saya : He..he..he..

Rifqi : Setelah itu aku didepan kakak sampe finish

Saya : lain kali kita lomba ya?

Rifqi : siapa takut?

ya sudah setelah itu kita cerita-cerita pengalaman saya ikutan lari. Memang benar kita bisa banyak belajar dari seorang anak kecil. Dibalik usia muda mereka, tentunya cara berfikir mereka masih jernih dan menyenangkan. Mudah-mudahan bisa ketemu Rifqi lagi di racing berikutnya. Setelah sebelumnya saya add Facebook-nya untuk berjanji men-tag foto-nya memegang medali.“Jangan lupa ya kak? Nanti mau saya tunjukin ke temen-temen fotonya” pinta terakhirnya sebelum kami berpisah. Siip…

Advertisements