Catatan kegiatan Aquarius Sebelasthlon 2013


Saya akui bahwa akhir-akhir ini waktu weekend saya banyak dihabiskan untuk berolahraga terutama lari. Setiap Minggu selalu saja ada race atau lomba lari yang diadakan oleh berbagai perusahaan silih berganti. Menyenangkan rasanya bisa berpartisipasi dan menemukan kegemaran baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Sepanjang tahun 2013 ini saja saya sudah 8 kali ikutan race, belum termasuk yang sudah mendaftar tapi batal ikut karena waktunya bareng dengan lomba lari lainnya. Ujung-ujungnya sekarang koleksi baju race dan medali sudah lumayan bikin saya senang. Awalnya nggak pernah kepikiran ikutan lomba hanya untuk koleksi baju dan medali. Perasaan bahagia pada saat bisa mengalahkan diri sendiri dan mencapai garis finish adalah sesuatu yang membuat saya ketagihan ikut ajang lari secara terus menerus. Bahkan kalau selama ini hanya mencoba yang 5K & 10K kepengen meningkat kedepannya dengan ikutan half marathon 21K dan full marathon 42K. Mudah-mudahan suatu saat setelah saya cukup pede dengan pace saya yang dibawah 5 min/km.

Saya sekarang mengerti betul kenapa orang banyak menyukai olahraga lari ini. Dengan semakin sering ikutan race semakin tahu sedikit demi sedikit kemampuan dan endurance. Ada pepatah yang saya ingat kuat dibenak ini tatkala membaca tulisan yang berbunyi “Your Limit is NO Limit when you keep believing You Can!!” Nah minggu (2/6) kemarin saya mencoba tantangan lari lainnya dengan mengikuti ajang Aquarius Sebelasthlon 2013. Ajang ini sendiri diselenggarakan untuk memperkenalkan produk isotonik baru dari The Coca Cola Company yaitu Aquarius yang konon kabarnya merupakan minuman isotonik nomor satu di Jepang. Pada saat mendaftar saya pikir lomba-nya sangat unik karena memadukan 11 olahraga dalam satu kegiatan. Padahal di hari yang sama saya juga sudah terdaftar ikutan lomba UBL 10K dan Kujang 10K. Cuma keduanya saya batalkan namun karena sudah bayar akhirnya tetap mengambil race-pack-nya saja. Sedangkan ajang Aquarius Sebelasthon sendiri gratis tanpa bayaran sepeserpun. Saya pun mendaftarnya pas h-2 sebelum hari H di GOR Bulungan.

Screen Shot 2013-06-04 at 10.19.43 PM

Yang membuat saya suka dengan ajang Aquarius Sebelasthlon ini adalah proses pendaftarannya yang terlihat begitu rapi dengan adanya jadwal pemeriksaan kondisi fisik kesehatan calon peserta lomba dan pernyataan kondisi sehat. Sehingga kita tahu kategori mana yang harus kita ikuti berdasarkan jenis yang disediakan yaitu Sportsman atau Casual Sportsman. Akhirnya saya memilih kategori kedua dimana coba berbeda jarak tempuh lari yaitu 5K dan 3.5K. Walaupun pendaftarannya gratis namun fasilitas race pack yang didapat peserta lomba cukup baik seperti  kaos, BIB nomor peserta yang dilengkapi dengan RFID, dan handuk kecil. Yang menarik adalah kaos peserta ternyata dibuat dari bekas botol plastik daur ulang yang dimodifikasi sedemikan rupa dengan bahan kainnya. Sumpah saya nggak merasa sedang memakai plastik pas memakai kaosnya malahan adem aja.

Lomba Aquarius Sebelasthlon sendiri dimulai jam 7 pagi di Lapangan D Senayan. Agak sedikit telat sih dari jadwal yang semestinya jam 6.30 wib. Perlombaan dimulai dengan lari 5K untuk kategori Sportsman dan 3K untuk kategori casual sportsman. Cuma sayang pada saat melintas jalur lari kondisinya kurang steril karena melalui jalanan yang penuh dengan kendaraan. Pada saat hari H memang kondisi komplek GBK sedang banyak acara termasuk acara tabligh Akbar dari salah satu ormas yang membuat banyak bus berdatangan. Kondisi ini membuat para peserta sedikit terhalangi terlebih penanda jarak setelah kilometer pertama nggak jelas berada dimana. Banyak peserta yang akhirnya memutuskan berjalan kaki karena setiap lari selalu saja terhalang dengan kendaraan yang lewat. Untungnya marshall mudah ditemui sehingga jalur yang dilalui peserta nggak berantakan. Termasuk juga water station  yang cukup baik sudah tertuang dalam gelas-gelas kecil sehingga tak menyulitkan peserta untuk mengatasi dehidrasi.

Kategori lomba pertama ini saya selesaikan dengan waktu yang lumayan lama yaitu 30 menit 34 detik. Kemudian olahraga kedua adalah jalan cepat sepanjang 200 meter. Untuk jalan cepat saya berhasil mencapai waktu 25 detik dan dilanjutkan dengan lomba yang ketiga yaitu lari halang rintang sejauh 50 meter. Nah  pada saat lari halang rintang ini saya mengalami paha sakit akibat tarikan otot yang terlalu kencang sehingga agak sedikit nyeri saat melompat empat buah palang rintang dengan ketinggian 50 cm dan lebar 10 cm serta terpisah sejauh 10 meter antara satu dengan lainnya.

Yang membuat saya hampir didiskualifikasi saat melakukan lomba yang keempat yaitu lari mundur sejauh 20 meter. Pada saat hampir mendekati akhir saya terlalu pede sudah merasa berlari sejauh 20 meter dengan langsung membalikkan badan namun marshall cuma memberikan peringatan dan memaklumi untuk memberikan kesempatan meneruskan ke lomba kelima yaitu meniti Balok sepanjang 8 meter tanpa boleh menyentuh tanah. Balok titian ini ditaruh diatas sebuah pembatas dengan ketinggian 30 cm dari tanah. Pada saat meniti ini saya mencoba berjalan saja karena takut jatuh dan kemudian agak sedikit kewalahan saat melakukan lomba keenam yaitu hiking dengan ketinggian 15 meter. Pada saat hiking saya sempat terjatuh namun dibantu dengan alat bantu yang disediakan panitia. Jalur hiking sendiri cuma 1.8 meter dengan sudut kemiringan 45 derajat dan lebar 8 meter. Setelah puas menuruni jalur hiking akhirnya diteruskan dengan lomba ketujuh yaitu lari cepat (sprint) kembali sejauh 100 meter dan kemudian masuk ke lomba kedelapan yaitu tire path dengan panjang 10 meter. Dalam lomba kedelapan ini agak sedikit macet karena banyak peserta yang kakinya keselip diantara ban dan banyak juga yang tidak berlari melainkan cuma melangkah saja. Sehingga membuat antrian dijalurnya. Hal ini dapat dimaklumi karena kondisi jalanan yang becek dimana banyak yang menghindari sepatunya kotor.

Nah yang paling saya hindari adalah lomba kesembilan yaitu Monkey Bar. Dimana jalur monkey bar memiliki lebar lintasan 1 meter dengan ketinggian 2.25 meter dari tanah dan jarak antara bar adalah 20 cm. Sedangkan kategori sportsman dan casual sportsman sedikit berbeda panjang lintasannya masing-masing berjarak 3 meter dan 1.65 meter. Untuk lomba kesembilan ini saya gagal. Entahlah tiba-tiba saja tangan ini terpelintir akibat bar yang terlalu licin atau saya yang kurang seimbang sehingga pada saat beralih dari satu bar ke bar lainnya ditengah lintasan jatuh ke tanah. Oleh Marshall nomor peserta saya ditandai dengan spidol. Hadeeh bikin saya kesal saja saat meneruskan ke jenis lomba yang kesepuluh yaitu crawling dengan tinggi jaring 65 cm dan panjang lintasan 10 meter. Untungnya tanah dilapisi karpet sehingga tak menyulitkan buat saya untuk merangkak dan kemudian masuk ke jenis lomba terakhir yaitu tire hurdle. Di kategori lomba terakhir ini cuma menjalani olahraga memindahkan ban dengan dipanggul dibahu berjarak 10 meter. Tidak ada kesulitan yang berarti sampai akhirnya saya finish dengan total catatan waktu yang cukup lama menurut saya 54 menit 23 detik.

Saya pikir saya sudah didiskualifikasi pada saat gagal di monkey bar. Namun rupanya pada saat finish masih kebagian juga medali atau lebih tepatnya suvenir hehehe. Lumayan seru sih pengalaman mengikuti kompetisi Aquarius Sebelasthlon dengan 11 jenis olahraga yang menjadi satu. Cuma kok saya belum maksimal memenuhi semua target perlombaan. Terasa masih ada yang kurang. Mudah-mudahan tahun depan masih diselenggarakan lagi event serupa dan ingin mencoba kategori utama yaitu sportsman.

sebelasthlon

Advertisements

One thought on “Catatan kegiatan Aquarius Sebelasthlon 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s