6a0105364a8fba970c01910287e01a970c-800wi

Dear Kuda Langit,
Dimanakah letakmu? terakhir kita bertemu dalam taman padang yang seluas-luasnya dan tak menyisakan sedikitpun ragu akan keberanian menunggang di bahumu. Mengguncang-guncang seluruh bagian tubuh ini dalam pelana yang tak sedikitpun merasa perlu banyak bergerak hanya dirimu bilang “cukup genggam erat-erat jemarimu dalam tali yang terkekang dileherku dan aku akan membawamu mengembara” begitu kira-kira tawaran yang tak pernah aku tolak setelahnya.

Dan seketika itu jua tangan ini merasakan cengkraman yang sangat ketat dalam satu kali tarikan napas yang membuatku begitu terkejut namun gembira setelah mengetahui betapa rasa takut telah hilang dalam perburuan kita menangkap banyak serta mengusir semua bayang-bayang ketakutan dan ketidakberanian di padang yang seluas-luasnya itu. Betapa banyak hamparan padang yang telah kita lalui dan kemudian membuka mataku bahwa banyak bagian dari alam ini yang belum pernah aku jumpai dan lihat.

Sesekali aku terjatuh dalam satu lompatan besar ketika tahu bahwa dirimu membawaku terbang tanpa kendali. Bumm…bumm…pantat ini terasa sakit namun tak begitu perih ketika bersentuhan dengan tanah di hamparan padang yang seluas-luasnya itu. Bagaikan jatuh ke sebuah permadani yang empuk dan nyaman. Bergumul hingga bergulingan dalam ritme yang tak terlalu cepat di bukit-bukit kecil yang kemudian terhenti dalam kolam yang airnya jernih. Begitulah hidup ini senantiasa akan banyak gelombang bukit namun akhirnya akan terhenti dalam kejernihan pikiran dan emosi. Tertahan untuk berhenti sebentar kemudian aku ambil seteguk air di kolam merasakan betapa segarnya untuk diminum memberikan nafas baru bahwa hidup harus terus menerus dimulai dengan perjuangan hal-hal baru…

dan akhirnya aku pun berpisah denganmu wahai kuda langit..entah kemana sekarang dirimu berada? Masih terbang di bagian sebelah mana padang..

Advertisements