going home

Menjelang subuh sebuah alert sms muncul dilayar handphone saya. “Assalamualaikum, Nak kapan kamu pulang?” sebuah pertanyaan sederhana yang dikirimkan dari rumah nun jauh disana. Menjelang akhir puasa ini tampaknya cuma saya sendiri yang belum memutuskan untuk pulang atau tidak saat lebaran nanti? Rasa-rasanya sudah terlalu sering saya pulang dalam setahun terakhir menjumpai orang-orang yang saya sayangi. Memang rutinitas pulang senantiasa saya lakukan paling tidak dua atau tiga bulan sekali. Kebetulan jarak tempuh dari Jakarta ke Palembang nggak terlalu jauh. Ya cuma butuh 45 menit sudah sampai dengan menggunakan jalur udara.

Cuma pertanyaan kapan pulang tidak pernah dikirimkan kecuali menjelang hari raya saja. Saya menyukai kata ‘Pulang’ bahkan hampir dari semua orang yang saya tanya menyukainya. Kata ini begitu indah terdengar saat kita membutuhkan waktu untuk kembali kepada orang-orang yang kita sayangi. Bahkan sejak SD mendengar bel pelajaran akhir berbunyi itu membuat gembira karena akhirnya bisa pulang.

Pulang menurut saya bisa berarti kembali menuju asal muasal kita entah bertemu orangtua, saudara, teman sebaya, lingkungan dan sebagainya dimana kita merasa nyaman, tempat berteduh yang berisi segala hal tentang memori masa kita kanak-kanak sampai akhirnya dewasa kita pergi entah kemana? Tempat dimana segala kenangan masa lalu tetap tersimpan rapi. Pulang juga berarti kita memutuskan diri untuk melerai segala keluh kesah, gundah gulana, rasa capek dan mencari rasa kasih sayang ataupun tempat peristirahatan yang tenang apapun bentuknya. Dan begitulah sejauh-jauhnya kita pergi menjauh suatu saat kita pasti akan merindukan PULANG.

Saat pulang artinya kita menemukan kembali mimpi-mimpi kita yang pernah terucap dari dalam rumah sejak kecil. Setiap sudut rumah punya kisahnya sendiri bahkan untuk menceritakannya kembali kita mampu dengan sangat detil. Hal yang senantiasa saya lakukan saat pulang adalah melihat foto album masa lalu. Betapa banyak kejadian terekam yang telah saya lalui sampai saat ini.

Saat pulang kita membuka kembali masa lalu yang pernah dijalani. Membaca kembali pelajaran lama yang kadang kita lupa awal kita belajar berdiri membuka dunia baru yang tanpa kita sadari kita sudah terlalu banyak berjalan, bahkan berlari. Melihat kembali foto-foto usang yang terpajang di dinding rumah saat-saat bahagia tercipta, bertemu dengan keluarga yang kurun waktu tertentu pernah bersama-sama, melihat rona wajah saudara kita satu persatu yang penuh ketulusan mencintai kita apa adanya tanpa perlu kita minta. Kendatipun dahulu masa kecil kita pernah berkelahi hanya karena masalah kecil tapi tak pernah sama sekali membenci mereka bahkan kini semakin mencintai satu sama lain.

Saat pulang artinya kita merindukan diri kita yang apa adanya, dimana keberadaan kita diterima oleh keluarga kita. Ya..kita cuma butuh kesederhanaan saat tiba dirumah, tak banyak aksesoris yang kita gunakan saat pulang dan berada di rumah. Bahkan kita lepas semua hal yang membuat kita jumawa diluar sana. Saat pulang kita benar-benar menjadikan diri ini sangat bebas. Rasa-rasanya semua kebutuhan tak diperlukan saat Pulang karena semua sudah tersedia apa adanya di rumah. Yaitu kasih sayang..

Saat pulang kita tak akan pernah merasa takut untuk kembali ke pangkuan Ayah-Bunda. Walaupun kadang banyak khilaf dan perbuatan yang membuat duka bagi keluarga. Namun mereka tak pernah mempedulikannya lagi. Cuma ingin anaknya pulang ke rumah. Perasaan takut hanya muncul saat kita melakukan perbuatan yang tak menyenangkan. Bayangkan dahulu saat kecil kita senantiasa ditanya apa saja yang kita lakukan selama diluar rumah oleh orangtua. Jika kita menjawab hal-hal yang baik betapa bangga dan bahagianya mereka. Namun jika kita melakukan perbuatan yang tidak baik pastinya saat pulang kita merasa bersalah dan membuat marah orangtua. Momen-momen itu senantiasa terekam dalam kehidupan saya saat ini untuk menjadikan saya tidak melupakan pelajaran masa lalu.

Jika pulang ke rumah membuat kita begitu nyaman dan bahagia. Lantas apakah sama halnya saat nanti kita pulang menghadap Allah? Bukankah sejatinya semua manusia akan pulang dan tentunya sama saat kita pulang ke hadapan-Nya kelak pasti kita akan ditanya hal-hal apa saja yang kita lakukan selama kita pergi ke dunia. Bukankah kita akan merasa takut jika kita pulang dan ditanya Allah bahwa selama kita di dunia banyak perbuatan yang tidak disukai Allah kita lakukan. Pasti Allah akan sangat marah. Bukankah sebaliknya jika ada perbuatan yang Allah sukai kita lakukan akan menambah cinta-Nya kepada kita dan memberikah anugerah yang tiada tara kelak.

Cuma sayangnya kita tak akan pernah tahu kapan kita akan pulang kembali kehadapan Allah? Semuanya misteri dan butuh tiket berupa amal-amal shalih. Agar kelak saat kita pulang kita akan mendapatkan tempat yang nyaman berupa istana indah nan megah,dengan taman-taman yang dihiasi sungai-sungai berair susu, taman-taman yang berisi pohon-pohon dengan buah yang manis dan enak, bunga-bunga yang beraneka warna dan halaman yang berupa permadani, serta ditemani oleh sahabat-sahabat yang setia dan shalih yang bau wanginya membuat saya betah. Disambut oleh bidadari-bidadari surga dan para ahli surga lainnya. Bertemu dengan raja-sebenarnya yaitu Allah SWT semata dan hidup bahagia selama-lamanya disana. Siapa coba yang tak mau pulang ke tempat seperti itu?

Karena semua tahu kita akan pulang maka tak ada yang berniat menghabiskan waktu seorang diri. Karena pulang itu artinya kita bertemu kembali dengan orang kita sayangi dan cintai.  Pulang juga berarti kerinduan. Apapun masa lalu kita selagi kita masih punya keluarga maka jangan pernah malu untuk pulang. Pulanglah dimana masa lalu kadang bisa menjadi bahan renungan untuk mengenggam dunia selagi masih bisa tangan mengepal. Berubahlah sedikit demi sedikit agar kepulangan kita bisa membuat kita yakin untuk kembali pulang yang sebenar-benarnya. Karena saat pulang kalian akan menemukan keluarga yang sebenarnya. Saudara-saudara kitapun yang tetap menganggap kita adik atau kakaknya. Bagaimanapun saat pulang adalah saat kembali mencari kenangan yang hilang. Tidak akan ada yang pernah pergi dari hati selagi kita pulang dan menemukan kembali mimpi-mimpi usang yang belum sempat terwujud atau bahkan membuat mimpi-mimpi baru.

dan kini saya sudah memutuskan akan pulang sembari menjawab sms yang tadi belum sempat dibalas ” walaikumsalam, insya Alloh ananda pulang lebaran ini bu. Kangen sudah sama Ayah, Ibu, abang dan adik di rumah makan ketupat dan rendang bersama” dan hari ini saya tak ada niat untuk tidak pulang dan benar-benar kangen suasana hari raya bersama keluarga. Ada sepotong janji kehidupan yang lebih baik akan saya bawa dan ucapkan. Melesat, berpilin. Memejamkan mata membayangkan suasana bahagia bersama keluarga. Mendadak waktu terasa berjalan lambat…lambat sekali. Ah kangen sekali rasanya ingin segera pulang…

..dan saat-saat keping rindu yang senantiasa membuncah dalam dada, teringat masa-masa meninggalkan rumah. Namun setelah memahami semua kepergian itu. Nyatanya hanya satu keinginan yaitu ingin segera pulang setelah tahu betapa arti pentingnya Pulang.

#utankayu, 5:18 AM; 6 Agustus 2013

Advertisements