tumblr_mkm1sfxc3m1ripan8o1_500Kepala saya tiba-tiba saja pusing. Barusan saya tengok jam di dinding menunjukkan pukul 1 pagi. Entah kenapa tidur nyenyak saya harus terbangun gara-gara mimpi yang tak menyenangkan datang. Saya kehausan dan terasa ingin mandi. Sebuah mimpi yang tak bisa saya ceritakan datang kembali. Ah ada sesuatu yang salahkah dengan cara tidur sampai harus bermimpi menyeramkan seperti ini? Rasanya tidak juga, tadi sebelum tidur saya sempatkan berdoa seperti biasa. Hmm memang tertinggal wudhu sih karena saya benar-benar letih setelah pergi kesana kemari berlebaran. Tadi siang memang tamu datang tiada henti dirumah. Sehingga membuat saya tidak merasa betah dan akhirnya melarikan diri pergi ke rumah salah seorang sahabat. Dari satu rumah singgah disatu rumah lainnya terus menerus singgah dirumah teman berikutnya tanpa terjadwal membuat hari raya sabtu ini (10/8) menjadi sangat sibuk buat saya dan tentu saja perut kencang sekencangnya terisi banyak makanan dan minuman.

Saya mencoba menenangkan diri ditepian kasur. Sembari sedikit meraih gelas berisi air putih yang senantiasa tersedia di meja samping tempat tidur. Lega rasanya bisa mendinginkan kerongkongan ini setelah air segelas penuh habis tanpa sisa. Entahlah saya cuma berkata “ada sesuatu yang salah dengan otakku” kenapa kemudian sulit sekali untuk memejamkan mata setelah air dalam gelas tadi kosong saya minum?

Astaga, tiba-tiba saya teringat sesuatu. Yap kemudian segera saya ambil handphone dan melihat ada sebuah alert ulangtahun yang muncul tepat jam 00.00 wib. Mungkin saya tadi terlalu capek sampai bunyi alarm di hp ini tak membangunkan dari tidur. Hanya mimpi tentangnya yang akhirnya membuat saya terbangun. Kaget! Yap sangat aneh pikir saya. Saya lupa mematikan alert ini setahun yang lalu dan kini sudah setahun rupanya ulangtahunnya datang kembali.

Saya ingat bahwa tepat jam 00.00 wib tadi hari sudah berganti dengan tanggal baru. Tepat setahun yang lalu saya ingin menjadi orang pertama yang ingin mengucapkan selamat ulang tahun buat sahabat yang bisa jadi ingin saya anggap sebagai saudara. Namun..semuanya sudah berakhir. Kisah kami hanya menjadi kisah klasik buat saya simpan rapat-rapat. Sebuah kisah persahabatan yang harus berakhir tanpa ada penjelasan…hanya kisah biasa namun tidak dengan cara yang biasa. Walaupun begitu saya benar-benar tak pernah membencinya. Karena bagi saya siapapun yang telah datang mengisi hidup kita selama ini semuanya sudah dikirimkan oleh Tuhan buat mengisi lembaran kisah di dunia secara bersama.

Malam ini saya bingung. Apa saya harus mengucapkan selamat ulangtahun kepadanya? Pertanyaan pertama tiba-tiba muncul. Hmm tapi bukankah dia sudah tidak mau lagi berteman dengan saya? Pertanyaan kedua datang setelahnya membatalkan niat pertama. Kenapa saya jadi berubah jadi penakut begini ya? Padahal hanya mengucapkan selamat ulangtahun tidak ada salahnya. Perkara dia mau membalas atau tidak, bukan menjadi masalah. Toh niat baik kadangkala bisa jadi tidak baik kalau salah mengartikannya. Yang penting kita sudah melakukan niat baiknya. Hmm pikiran saya kesana-kemari tak menentu.

Ah sudahlah buat apa? Untuk apa saya harus bersusah payah mengucapkan kepada seseorang yang tak pernah menganggap saya ada? Yang ada justru malah nanti saya dianggap telah menganggunya. Pikiran-pikiran seperti itu tiba-tiba menganggu pikiran ini. Bahkan tiba-tiba teringat kembali SMS terakhir yang pernah ia kirimkan sebelum persahabatan kami usai. “Dani kamu xxxxx. Jangan pernah menghubungi saya lagi” atau SMS lain yang membuat saya kaget ketika ajakan berdamai dengannya ditolak “Saya tak akan pernah mau bersahabat dengan orang seperti kamu”. Setelah sms itu, akhirnya saya pun berniat tak ingin lagi menganggunya. Melepaskan seorang teman yang “andai dia tahu betapa berartinya dia” telah berjasa membuat banyak perubahan dalam hidup ini itu sama halnya kehilangan benda yang paling kita cintai. Yang jelas saya menyesal telah membuat persahabatan kami berakhir hanya karena sikap saya yang melampaui batas. Everything happens for a reason..

Seketika bayangan masa lalu bersamanya muncul. Hal-hal yang baik yang diutarakannya mengenai banyak hal tetap saya ingat. Seperti saat pertama kali bertemu, dia orang pertama yang bilang bahwa kami memiliki kesamaan. Tapi toh ternyata sekarang sudah nggak sama lagi. Atau saat dia memprotes kenapa saya tidak memakan buah tomat saat makan siang di sebuah restoran? Seandainya dia tahu inilah buah yang paling saya benci. Tapi saya biarkan dia menjelaskan manfaat dari buah tomat yang tanpa sepengetahuannya kemudian saya berjanji akan berusaha untuk mencoba memakan buah tomat. Dengan susah payah ALhamdulillah sekarang bisa makan satu buah tomat penuh tanpa dibuang. Atau saat makan bakso di sebuah kedai di Malang, dia yang memprotes bahwa jangan sering makan-makanan yang diberi pewarna atau pengawet. Padahal kami saat itu baru saja tiba di kedai Bakso dan laper sekali. Sejak saat itu saya selalu menolak makanan apapun yang terlihat mencolok dan mengandung pengawet..ah seandainya dia tahu kalau saya penurut tanpa harus berkata-kata ‘ia’.

Entahlah kenapa saya menurut dengan semua apa yang diucapkan dan perintahnya. Saya beruntung telah mengenalnya walaupun hanya sebentar saja. Saya yang penakut, kurang berani, dan susah menolak. Tiba-tiba harus mengubah cara dan sikap saya supaya lebih berani, tidak penakut dan punya pendirian sendiri. Hal ini saya pelajari ketika kami berlibur bersama di sebuah pulau di Ujung Timur Pulau Jawa. Saya begitu bersemangat dan senang. Bisa melakukan petualangan bareng. Namun karena saya terlalu lebai inilah malapetaka yang menyebabkan dia tak menyukai cara saya berekspresi. Banyak kalimat yang saya sampaikan sepanjang perjalanan namun sama sekali tak direspon, padahal andai dia tahu..banyak kalimat doa sakti yang terucap. Sialnya saya menggunakan bahasa asing yang sama sekali membuat saya terlihat begitu sombong dan angkuh dimatanya ditengah-tengah angkutan pedesaan yang berisi penduduk lokal. Bagi saya mengingat masa itu menjadi perjalanan yang menyenangkan untuk diingat.

Banyak hal yang membuat saya kagum dengan sahabat saya itu. Terlebih keinginan saya untuk mengenal adat istiadat daerahnya semua berawal dari cerita-cerita tentang kampung halamannya. Tapi saya memang tipikal yang selalu menyembunyikan segala keinginan dan tak pernah benar mengucapkannya. Sehingga orang lain suka salah paham apa yang saya maui. Toh percuma saja mengucapkannya kadangkala semua yang saya ingini toh tak terkabul juga. Lebih baik disimpan dalam hati saja sama halnya dengan komentarnya kalau kami tengah berbincang masalah yang tak disukainya, “buat apa sih mikirin yang berat seperti itu. Nambah beban pikiran saja” Makanya saya tak mau membebani pikiran dengan segala keinginan takut ga kesampean dan akhirnya kecewa. Ah andai dia tahu..bahwa sejak dia beberapa kali mengucapkan kalimat itu saya benar-benar jadi orang yang bebas tanpa banyak pikiran.

saya sudah bisa mengatasi rasa takut tanpa sepengetahuannya..berani untuk mencoba hal-hal baru yang dulu jarang saya lakukan. Ah andai dia tahu kalau sekarang saya sudah bisa berenang bahkan menyelam!! Satu kegiatan yang dahulu membuat saya minder jika saya hanya berdiam diri ditepi pantai atau kolam renang melihatnya berenang dan mengapung. Andai dia tahu sejak saat itu saya bertekad ingin bisa berenang, berpetualang bersama…

dan seandainya dia tahu..sejak dia bilang “sesekali buat tulisan yang memotivasi donk…” sejak saat itu saya banyak berfkir dan tiba-tiba dihujani banyak ide dan kebingungan untuk menulis darimana. Malam ini tangan saya dingin..saya cuma ingin menulis. Entah buat menuangkan segala hal yang nyangkut dipikiran dalam tulisan itu sudah membuat saya begitu puas. Ya Tuhan..saya sama sekali tak bisa menduga kenapa malam ini tiba-tiba harus diingatkan kembali tentangnya? Semua kenangan berebut kembali di kepala ini. Bukankah saya sudah datang merelakan masa lebaran bersama keluarga tahun lalu untuk menemuinya berjarak ratusan kilometer namun sayangnya saya tak berhasil menemuinya dan meminta maaf sudah dilakukan pun dengan berbagai usaha saya untuk mencari keberadaannya melalui sinyal acak semuanya mengalami kejadian yang sia-sia. Seharusnya setelah tiga kali meminta maaf saya terlepas dari rasa penyesalan ini. Seruan penuh kebencian itu datang lagi namun dia tertutupi bersama banyak hal kenangan baik yang jauh lebih banyak dari kejelekan. Wajahnya dikala senang dan duka itu datang kembali. Semuanya kembali menjalin seluruh kejadian dengan pemahaman yang baru. Andai dia tahu..saya benar-benar menyesal tapi caranya mungkin salah dimatanya..

Ah sudahlah..di dunia ini memang banyak pemahaman yang saya tak ketahui. Seiring waktu mudah-mudahan saya bisa memaknainya dengan lebih baik. Bukankah sebuah kisah yang baik tak selamanya harus berawal dari kondisi yang baik..bagaimana kemudian saya kemudian diam untuk beberapa saat dan berkata “J’aurais du etre plus gentille – aku harusnya bersikap lebih baik.”berfikir ditengah pagi buta ini sudah bukan masanya mengkhawatirkan hal itu lagi. Saya ingin berbuat baik dan terus berdoa buatnya. Karena saya yakin doa di pagi buta seperti ini pasti akan bergema ke seluruh alam semesta, sembari mengucapkan selamat hari lahir sobat..semoga Allah meridhoi dan memberikan keberkahan buat hidupmu sampai akhir hayat..ah andai dia tahu..

Entah kenapa tiba-tiba hati ini lapang kemudian…ah dimanakah dia berada saat ini? apakah dia berlebaran di kampung halamannya? Wallahu’alam..saya coba mencari namanya di daftar kontak hape. Tidak ditemukan !!! Saya lupa telah mendeletenya. Namun saya masih ingat betul nomornya diluar kepala. Mungkin saja saat ini dia sudah berganti nomor telepon karena takut diganggu saya. Entah darimana energi itu datang tiba-tiba jari ini sudah memencet tombol panggilan ke nomor yang sudah lama saya ingat. Terdengar suara tersambung..astaga. Kenapa jadi berbuat menganggu orang seperti ini? Saya selalu saja menyelesaikan perkara yang baik dengan penutup yang tidak baik. Untung saja saya sadar dan langsung mematikannya segera. Ternyata sahabat saya itu masih menggunakan nomor yang lama…Ya Tuhan maafkan saya..berkali-kali merasa menyesal untuk kedua kalinya hanya karena tak sengaja memencet panggilan ke nomor yang dahulu sering saya telepon. Saya berjanji tidak akan menganggu-nya lagi..karena saya juga malu jika harus bertemu dengannya lagi. Yang jelas pagi buta seperti ini saya berharap bisa memejamkan mata untuk melanjutkan tidur …ah andai dia tahu…

selamat hari lahir sobat..semoga sukses selalu…walaupun saya bukan temanmu lagi. Tapi sampai kapanpun dirimu tetap akan menjadi temanku…

Palembang, 11 Agustus 2013, 1.54 WIB

Advertisements