Doa kami untuk Rakyat Mesir


Seminggu terakhir timeline saya dipenuhi dengan hashtag #saveEgypt dan #EgyptMassacre. Seakan-akan ingin berteriak bahwa negeri para Nabi tengah membutuhkan kepedulian kita. Tapi bagaimana caranya? Saya terus memantau perkembangan hari demi hari kejadian yang berlangsung melalui media TV. Ah sedikit sekali porsinya. Saya penasaran ingin tahu masalah apa yang sedang terjadi? Mengapa begitu banyak korban rakyat Mesir yang dibantai oleh militer. Inikah perang saudara yang memakan korban keluarga sendiri? Saya bingung..entah harus berkata apa? Ketika tahu banyak warga Mesir yang mempertahankan demokrasi dengan terus mendukung Presidennya yang terpilih secara demokratis namun digulingkan dengan cara tidak demokratis alias kudeta. Mengerikan melihat beberapa foto melalui media internet dan Youtube ketika banyak korban dibunuh oleh militer tengah sholat subuh, sedang memegang mushaf Al-quran, dan sedih sekali rasanya melihat anak-anak dan wanita juga ikut bagian dalam korban tersebut.

Saya sama sekali tidak menyukai Politik. Bahkan terlanjur membenci ketika melihat negeri ini banyak diisi oleh para koruptor dan pejabat yang hanya mementingkan diri sendiri dan keluarganya. Persetan dengan rakyat!! Mereka tak benar-benar memperhatikan rakyat sebagaimana janji-janji pengikat hati untuk rakyat agar memilih mereka duduk di parlemen. Bagaimana kekuasaan membuat rakyat menjadi tumbal segala-galanya akibat kerakusan untuk memimpin. Malu saya terkadang bertemu dengan pejabat di Indonesia ketika berada dalam satu pesawat. Mereka ingin dihormati justru seharusnya merekalah pelayan masyarakat kenapa pula harus meminta fasilitas nomor satu? Alasan agar bisa bekerja maksimal. Ah sampah tetaplah sampah sekalipun tempat membuangnya terbuat dari bahan yang bagus sekalipun.

Balik ke Mesir saya masih terus mencari berita-beritanya. Betapa rakyat banyak turun ke Jalan dan melakukan protes atas kekuasaan resmi yang dikudeta oleh Militer. Rakyat begitu antusias mempertahankan dan mendukung Presiden Mursi yang mereka cintai. Kemudian saya sadar betapa mereka mau mengorbankan jiwa dan raga karena ada sesuatu yang ingin mereka bela. Yaitu keadilan!! Terlepas politik itu tujuannya untuk kekuasaan asalkan sah dan daulat rakyat pasti saya dukung. Kenapa harus dikudeta Presiden yang sah terpilih atas pemilu? Ah inilah dunia banyak kepentingan yang terjadi. Terlepas dari analisa kepentingan barat yang tidak rela Mesir di pimpin oleh Presiden yang amanah, hafiz Alquran, dan Islamis. Saya sangat membenci sekali pembantaian ribuan rakyat oleh Mesir.

Bahkan saya masih tak habis pikir bagaimana mungkin rakyat Mesir dibunuh begitu saja oleh kelompok Militer yang seharusnya menjaga negara bukan membunuhi rakyatnya sendiri. Kenapa militer begitu patuh dengan kekuasaan yang salah? Bukankah mereka punya mata hati dan sadar bahwa tindakan mereka membunuh ribuan orang rakyat sama saja dengan pembantaian manusia!! Mana yang disebut demokratis? Mana suara-suara kemanusiaan yang hilang? Bukankah dulu saat bom Boston yang menewaskan tidak lebih dari seujung kuku rakyat Mesir dunia bergejolak mengutuk tindakan biadab tersebut. Sekarang ribuan orang sudah tewas mempertahankan harga diri bangsanya oleh kerakusan penguasa Militer dengan kedok menghalangi demonstran dan tindakan anarkis? Aneh….apakah dengan harus membunuh para demonstran yang notabene rakyatnya sendiri? Ah saya masih marah dan sedih melihat korban pembantaian yang terjadi di Mesir sana.

Dahulu waktu SD kita selalu diberikan pelajaran Sejarah bahwa Mesir lah negara pertama yang mengakui kemerdekaan bangsa Indonesia. Dalam  buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri”, ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia yaitu M Zein Hassan, LC menulis ribuan penduduk dan buruh Pelabuhan di Mesir turun ke jalan menolak penjajahan dan anti Inggris-Belanda. Saat terjadi serangan Inggris ke Surabaya pada 10 November 1945 Mereka melakukan sholat Ghaib di lapangan-lapangan, masjid-masjid di Timur Tengah terutama Mesir, dan mendoakan syuhada yang tewas saat pertempuran dahsyat tersebut, dan masih banyak lagi jasa Mesir buat bangsa Indonesia.

Lantas, kini bangsa Indonesia seakan telah melupakan jasa bangsa Mesir yang saat ini bergejolak. Saya pikir ini bukan ikut campur masalah yang terjadi di Mesir. Masalah utamanya bukan karena kita pro-pemerintahan Mesir atau kontra Pemerintahan. Masalah utamanya adalah telah terjadi pembantaian ribuan rakyat disana. Ini masalah umat manusia dan siapapun yang masih memiliki hati nurani tampaknya pasti akan ikut merinding melihat korban berjatuhan tak berdaya diberondong oleh peluru militer. Nggak harus jadi warga negara Mesir untuk menyikapi isu ini, cukup sebagai manusia biasa melihat betapa tak berdayanya kita ketika saudara kita tewas terbunuh lebih dari 3000 orang tanpa senjata. Masih pedulikah kita?

dan disini negeri yang mengklaim Penduduk Muslim terbesar di dunia menjadi tidak berdaya menyikapi kasus pembantaian saudaranya di Mesir. Ah saya malu membicarakan masalah ini. Toh masalah pembantaian muslim yang minoritas oleh penduduk mayoritas saja seperti di Palestina, Rohingya, dan lainnya kita tetap cuek bebek. Seolah nggak peduli bahkan cuma menggerutu karena kemacetan yang ditimbulkan ketika melihat ada sekelompok kecil orang yang peduli berdemo mengutuk dan berdoa. Rasa-rasanya bangsa ini sudah berubah menjadi bangsa dengan generasi yang miskin kepedulian,bahkan cuma bisa bengong saat ditanya apa masalah yang tengah terjadi di Mesir? Saya kadang malu melihatnya..

Disaat ribuan rakyat Mesir berkumpul di Rabi’ah al-adawiyah, dimana sebagian besar adalah pemuda yang setiap malam melantunkan ayat-ayat Al-quran dan meneriakkan Allahu Akbar maka sebaliknya di Indonesia, banyak pemuda yang masih terlena melantunkan lagu-lagu galau Cakra Khan, Noah, Padi, Dewa, dan lainnya. Seakan dunia sempit akibat diputus cinta padahal ribuan mil jaraknya disana banyak anak-anak penghapal Alquran dan pemuda shaleh tengah berteriak lantang dan bertakbir belum sempat mulut tertutup nyawa sudah melayang. Belum sempat para wanita yang melahirkan banyak pemuda Islam yang cerdas dengan kepalan tangan meneriakkan takbir sebelum tangan turun kepala sudah terpenggal, sedangkan disini masih banyak pemuda yang kita jumpai sedang asyik dengan kenikmatan dunia bermabuk-mabukan, pacaran dan menikmati tontonan tv yang tak berisi ilmu apapun hanya berisi candaan dengan tertawa terbahak-bahak. Ah kami malu dengan kalian wahai pemuda Mesir..kalian senantiasa berazzam bahwa hidup dan mati hanya untuk Allah sedangkan kami disini hanya mengisi hari hanya dengan membuka situs internet yang tiada guna di halaman sosial media…

Disini negeri yang penduduknya mengaku Muslim bahkan sangat sulit menemui masjid penuh pada saat sholat Subuh ataupun sholat rawatib kecuali Jumatan semata yang cuma ritual tak membuat kami begitu peduli dengan kondisi saudara kami nun jauh disana. Kami hanya peduli dengan bangsa kami sendiri yang walaupun kami tahu saat meninggal nanti tidak akan ditanya oleh malaikat dari negara mana kami berasal? Seharusnya kami mulai peduli dengan nasib saudara kami sehingga menjadi amalan walaupun hanya dengan doa dan aksi kecil yang hanya Allah saja yang tahu betapa kami sedih dan merasa tersakiti juga ketika saudara kami lainnya menangis disana.Terlebih saya yang sungguh sadar diri bahwa saya banyak kekurangannya, banyak maksiat dan dosa lainnya yang bahkan berdoa sendiri rasanya tak mampu menembus batas langit harus ada hal yang dilakukan tidak hanya dengan doa semata, tapi aksi lain yang lebih nyata yang terlihat gaungnya dan berjamaah…

Alhamdulillah walaupun tak bernilai apapun untuk rakyat Mesir. Tadi siang jum’at (16/8) ada sekelompok kecil orang yang peduli dengan nasib bangsa Mesir, Suriah dan Palestina dengan turun ke jalan terdiri atas ratusan pemuda, pelajar, pekerja bahkan ibu dan anak-anak ikut menggalang kekuatan untuk mengajak orang lain peduli dan berdoa bersama sekaligus mengutuk pembantaian biadab yang terjadi di Mesir.

IMG_8494 IMG_8493 IMG_8492 IMG_8491 IMG_8489 IMG_8488 IMG_8487 IMG_8486 IMG_8485 IMG_8484 IMG_8483 IMG_8482 IMG_8481 IMG_8480 IMG_8479 IMG_8478 IMG_8477 IMG_8476 IMG_8475 IMG_8474 IMG_8473 IMG_8472 IMG_8471 IMG_8470 IMG_8469 IMG_8468 IMG_8467 IMG_8466 IMG_8465 IMG_8462 IMG_8458 IMG_8457 IMG_8456 IMG_8455 IMG_8454 IMG_8453 IMG_8452 IMG_8451

 

Advertisements

3 thoughts on “Doa kami untuk Rakyat Mesir

  1. wah tulisannya bikin pikiran saya terbuka mas. Tadinya saya juga mikir kenapa harus peduli dengan bangsa lain wong di negeri sendiri banyak masalah. Cara pikir mas saya kagum..saya mulai suka tulisan mas…salam

  2. Iya Sob..gw memang tahu kalau kita nggak bisa melakukan banyak hal buat membantu saudara kita yang tertindas. Kadang bingung juga dengan apa harus membantu. Kalimat yang gw garis bawahi dari tulisan lo diatas adalah:

    Terlebih saya yang sungguh sadar diri bahwa saya banyak kekurangannya, banyak maksiat dan dosa lainnya yang bahkan berdoa sendiri rasanya tak mampu menembus batas langit harus ada hal yang dilakukan tidak hanya dengan doa semata, tapi aksi lain yang lebih nyata yang terlihat gaungnya dan berjamaah…

    ini yang gw suka dengan pemikiran lo yang kadang2 ga kepikiran sama kita-kita
    thanks sob buat masukannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s