Good Morning…


tumblr_msobwkw4Qe1s0jzyco1_500

Pagi ini, setelah menunaikan shalat shubuh di Masjid samping kosan, saya seperti biasa duduk depan laptop. Sudah malas untuk membuat teh panas. Cuma segelas air putih sudah cukup untuk menetralisir hasil metabolisme selama tidur semalam. Ditemani sama CD baru Edcoustic “LOVE” yang baru diterima kemarin sore. Menyenangkan bisa santai dipagi hari itu. Kebiasaan ini sudah hampir setahun terakhir saya jalani dan rasanya cukup senang menjalaninya. Tadinya saya termasuk orang yang suka melanjutkan tidur setelah shubuhan dan setelah itu bangun kesiangan. Sehingga menyebabkan saya terpaksa harus buru-buru lekas mandi,beres-beres dan berangkat ke kantor dengan sangat tergesa-gesa. Kehidupan waktu pagi menjadi menjengkelkan karena sempitnya waktu dan harus ditambah dengan kemacetan yang tiada henti. Namun kini saya sudah mengubahnya menjadi lebih rileks, nyaman dan tentu saja jadi lebih teratur dikala pagi. Mudah-mudahan saja bermanfaat. Banyak waktu luang yang saya peroleh dengan membaca, menulis, menonton tv, bahkan sesekali pergi keluar kosan untuk jogging atau jalan kaki. Kadang mikir kenapa hal baik ini tak saya lakukan sejak dari kecil? Tapi ungkapan lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali akhirnya menempel di benak saya.

Perubahan mendasar yang cukup penting terjadi adalah kehidupan saya mulai terorganisir. Mulai menyusun rencana-harian, mingguan bahkan bulanan. Mau ngapain aja? Bermanfaat atau enggak? Sudah mulai menilai mana yang harus diprioritaskan mana yang harus ditinggalkan..dan bla..bla.. Banyak buku yang dibaca tidak lekas hilang dari ingatan. Kekuatan bangun di pagi hari itu begitu luar biasa. Jadi lebih disiplin dengan mengatur batas tidur hanya sampai terdengar bunyi azan shubuh di pagi hari. Masalah telat tidur sudah tidak menjadi penghalang. Bahkan kini tidur saya nggak mengenal istilah 8 jam istirahat. Ya kalau ngantuk saya langsung tidur. Kalau belum ya baca buku atau menulis. Bahkan sering terbangun tatkala sudah tertidur pulas. Begitu terus tanpa harus complain jika kekurangan waktu tidur di kasur. Semaksimal mungkin saya membatasi bermalas-malasan di kasur kecuali jika memang harus sambil baca buku. Nonton TV-pun menjadi rutinitas dengan mencari channel yang ringan-ringan saja dipagi hari seperti komedi, hiburan (no gossip news), atau bisnis. Saya lagi menghindari nonton berita. Karena males dengan ulasan politik, kekerasan, dan kasus korupsi yang silih berganti peran utamanya muncul di layar kaca.

Pagi ini, saya membuka kembali catatan-lama mengenai perjalanan hidup yang pernah saya buat. Oh ya selain blog ini, banyak tulisan lain yang dibuat secara berceceran entah di buku, dokumen laptop, blog, atau sekedar ngetwit sampah. Intinya saya bisa mendokumentasikan semua hal yang terjadi dan alami selama ini. Bersyukur!! Cuma kata itu yang pas buat menggambarkan kondisi saya saat ini. Karena ingat kata-kata Murobbi mengenai bersyukur, pasti akan membuat banyak pintu rezeki lainnya terbuka satu persatu. Nikmat sekali memiliki hati yang PLONG dan melepas beberapa pikiran yang tampak berupa angan-angan semata. Nikmatnya itu tak bisa dibandingkan dengan materi semata. Karena kenikmatan memang tak bisa diukur dengan banyaknya kekayaan harta, jabatan yang tinggi, atau lainnya. Tapi nikmat memiliki hati yang tenang dan jauh dari gelisah itu sumber kebahagiaan yang membuat kita kadang lupa. Perkara yang kadangkala luput misalnya saya bersyukur memiliki rezeki berupa keluarga penyayang yang tiada henti mensupport baik dalam kondisi suka maupun duka tanpa pamrih. Rezeki lainnya misalnya saya beruntung  rasanya setiap hari selalu saja ada teman yang datang memberikan salam baik teman lama maupun teman baru. Rezeki yang tiada terkira bukan sekedar materi semata.

tumblr_msny3l48Jo1st94ibo1_500

Bolak-balik catatan lama ternyata memberikan banyak pemahaman baru dari sekedar tulisan yang sudah dibuat saat kejadian masa lampau untuk pelajaran dimasa depan. Cerita masalah pertemanan banyak menghiasi catatan saya tersebut. Teman ini adalah harta saya yang harus dijaga baik-baik. Bagaimanapun keberadaan mereka memberikan warna disetiap episode perjalanan hidup hari demi hari. Karena sebagian besar mereka datang tak pernah diduga darimana asalnya dan mengenal saya sebagaimana layaknya saudara yang saling memberikan kasih sayang juga. Untuk bersahabat tentu saja mudah, tak perlu akad perjanjian, tak perlu proses baiat, atau tandatangan diatas materai. Selama kita mengenal wajahnya dan tahu namanya mereka sudah menjadi bagian teman. Kadarnya bisa jadi sekedar kenalan kemudian berlanjut jadi sahabat bahkan menjadi saudara. Tentu jumlahnya tak pernah kita hitung walaupun bisa. Tapi buat apa?

Jika kita kehilangan sahabat, tak perlu ragu bahkan gelisah. Cukup buang penyakit hati berupa kesombongan yang kadang membuat masalah menjadi berlarut. Buang rasa ego yang membusung dalam dada. Singkirkan pikiran negatif tentangnya. Kadangkala mengingat satu kesalahan suatu pertengkaran tak akan pernah ada habisnya. Posisi kita selalu merasa ingin menang sendiri. Cukup Ucap bismillah bahwa perselisihan ini bagian dari pendewasaan dan bergegaslah meminta maaf. Tak lebih tak kurang hanya itu yang coba saya lakukan. Kalau akhirnya langsung dimaafkan alangkah senangnya…tapi ngomong-ngomong masalah kehilangan sahabat itu rasanya nggak pernah ada dalam kamus saya. Agak aneh aja ketika kita sudah mengenal terus tiba-tiba nggak saling kenal…intinya sih selama kita sudah mengenal seseorang baik ada keberadaannya maupun tidak, tetaplah takdir sudah mempertemukan.

Bagaimana kalau kita dicuekin bahkan diabaikan? Biarkan saja toh akhirnya masalah sudah selesai saat meminta maaf.Tinggal teman kita yang menanggung masalahnya sendiri. Bahkan agama Islam mengajarkan jika sudah 3x meminta maaf namun belum juga dimaafkan, artinya kita tak memiliki andil lagi dalam permusuhan. Hargai keputusannya untuk tidak mau menjalin pertemanan dengan kita sehingga kita pun ikhlas melepaskannya. Paling nggak kita sudah berlapang dada dan bersungguh-sungguh meminta maaf. Cukup doakan saja. Karena hati manusia itu sesungguhnya sangat lembut. Sebagaimana batu cadas yang kelak akan berlubang tatkala setitik air yang terus-menerus jatuh dipermukaannya. Insya Allah jika kita mendoakannya alam semesta akan membantu membawa doa kita dan mudah-mudahan Allah menggerakkan hati teman kita yang masih keras membatu agar lembut. Selanjutnya bergembiralah, karena kita sudah melakukan hal-hal baik. Cari teman pengganti sebanyak-banyaknya karena dunia ini hanya persinggahan sementara dan sayang kalau hanya diisi dengan dendam dan permusuhan. Berbuatlah hal yang baik saja jangan sampai terlambat apalagi menunda. Karena kesempatan belum tentu datang lagi.

:: jadilah engkau di dunia seakan-akan engkau adalah seorang yang asing atau seorang musafir [yakni ia hanya rehat sementara untuk kemudian menuju negeri akhirat sebagai tujuan akhirnya] Shohih Al Bukhori no.6416 ::

Ternyata hidup ini cukup simple ya kalau saya pikirkan kembali. Jadi kepikiran dengan beberapa perkara yang pernah menimpa saya. Seringkali orang bisa terjatuh justru karena kerikil kecil bukan batu besar. Hal ini berlaku buat siapapun baik yang berhati-hati sekalipun. Nah apalagi yang tidak memikirkan untuk berhati-hati bahkan sengaja memilih jalan yang salah. Istilahnya mungkin lebih memilih jalan yang zig-zag bukan bengkok dibanding memilih jalan yang lurus dan penuh aturan. Maunya menggunakan aturan sendiri. Lah bagaimana toh ya? Tentang segala apapun yang terjadi dalam hidup ini semua sudah ada aturannya. Resiko apapun yang membuat kita jatuh harus kita ambil. Karena itu kata ‘hati-hati’ seringkali menjadi pesan klasik..semestinya ditambahi dengan kata “hati-hati ya menjalani hidup ini dan selalu gunakan hati”.

tumblr_msnkemK9kU1r6tf7xo1_500

Seandaianya terkena kerikil pun. Hal pertama yang ingin saya tanamkan dalam diri adalah rasa positif dan keyakinan yang begitu kuat bahwa Allah akan membantu siapapun hambanya yang meminta pertolongan. Masa sih Allah tak mampu menyelesaikan urusan hamba-Nya. Nyokap pernah bilang kalau ada masalah ngapain sih ditanggung sendiri. Balikin aja sama yang Maha Kuasa. Laporin bahwa kita sedang ada masalah dan mohon agar masalah kita diambil bahkan kita serahkan semua kepada-Nya. Karena kita nggak sanggup menanggung masalah walaupun sekejap mata. Bukankah Allah sendiri yang bilang disebuah hadis Qudsi yang menyatakan bahwa “Aku seperti apa yang disangkakan hamba-Ku kepada-Ku. Jika dia berfikir baik tentang Aku, itu yang akan dia dapat. Jika dia berfikir buruk tentang Aku, itu juga yang akan dia dapat.”

Persis bangetkan kalau kita itu nggak harus menanggung semua beban masalah karena itu tanamkan keyakinan yang kuat segala sesuatunya kita serahkan saja sama perencanaan-Nya. Sehingga kita bisa menikmati hari-hari dengan banyak kebaikan dan dahsyatnya banyak rezeki yang tiada disangka-sangka terutama hati yang lapang. Setiap awal pasti ada akhir. Hari ini senang bisa jadi besok sedih lagi hehe karena kesedihan dan kesenangan itu ibarat koin bermata dua yang saling berhimpitan tapi tetap satu kesatuan.Cuma beda aja cara menyikapi suatu keadaan. Buat orang-orang yang sudah ridho atas segala ketentuan dengan yang tidak. Toh hasil akhirnya sama saja. Yang mensyukuri rasa senang akan dapat pahala begitupun yang ikhlas mendapat musibah/ujian juga akan dapat pahala. Jadi tetap satu kesatuan kan hidup ini? Nggak ada yang rugi satupun terhadap segala kondisi.

Tapi pertanyaannya apakah kita akan mengakhiri rasa senang dan rasa sedih itu dengan biasa saja atau luar biasa? Tentu, kita menginginkan pilihan yang terakhir.Caranya mulailah berubah sedikit demi sedikit ke aturan yang diridhoi-Nya. Bukankah setiap melakukan pekerjaan kita mengharapkan hasil yang sebaik mungkin? Tak ada namanya di dunia ini didapatkan secara cuma-cuma semuanya butuh pengorbanan dan perjuangan. Sehingga bila kita telah berubah, barulah setelah itu pertolongan-Nya akan datang dan insya Allah impian kita akan terwujud. Tak ada keinginan yang datang secara gratis. Sesuai dengan firman Allah Swt yang berbunyi, Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum tersebut mengubah nasibnya sendiri (QS.Al-Ra’d [13]:11).

udah ah Nggak sadar sudah jam 6 pagi dan saatnya buat mandi dan berkemas berangkat ke kantor dengan hati senang…ciao semangat bismillah…penuh optimisme menyambut masa depan…

Advertisements

2 thoughts on “Good Morning…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s