Wah saya melewatkan tahun baru? Tapi dari dulu saya suka bingung dengan tahun baru. Apa sih bedanya dengan pergantian hari, tanggal, dan bulan setiap hari cuma sekarang ganti tahun? Tahun 2015 ini saya ga pake resolusi apapun. Saya cuma kepikiran bagaimana caranya biar setiap hari senantiasa dihiasi rasa syukur. Pengen punya cerita bermutu disetiap tulisan saya. Suka sulit membagi waktu antara pekerjaan, hobi dan akhirnya lupa deh… Iya juga sih blog ini sudah lebih 2 bulan ga saya kunjungi. Lagi pengen diam dulu. Bahkan dua bulan kemarin itu sama sekali banyak banget kegiatan yang seharusnya bisa saya share. Bahkan saya tadinya berencana mau mem-vakumkan blog ini sementara waktu. Tapi kok sayang banget ya? Ada kerinduan buat menulis seperti waktu dulu. Mencurahkan ide dan hal-hal yang terlintas dalam pikiran. Tapi kok susah ya? Saya ga berbakat membuat tulisan bagus. Seringkali mandeg saat mau mulai menulis. Akhirnya ya sudahlah saya diamkan saja beberapa lama….

Namun kangen buat nulis selalu datang. Harus mulai nih kata saya dalam hati..ga penting mau dibaca atau enggak?Sepertinya saya ikut-ikutan istilah Pak DI kalau masa iddah untuk absen menulis sudah selesai. Gatel juga pengen nulis sesuatu. Walaupun saya ga punya ide semenarik Pak DI yang setiap tulisannya langsung dibaca banyak orang.

Tapi, saya penasaran dengan blog saya ini. Iseng-iseng saya cek data statistik untuk mengetahui tulisan mana yang paling banyak dibaca oleh pengunjung blog. Ternyata ada satu tulisan yaitu Berterimakasihlah karena telah disakiti telah dibaca sebanyak 35.000 kali. Dipertengahan Januari 2015 saja masih dibaca sebanyak 2.264 kali. Saya langsung berfikir ternyata banyak juga ya yang baca? mudah-mudahan tulisan saya itu cukup bermanfaat dan menyenangkan bisa membantu banyak orang untuk ‘move forward on’ dari rasa galau dan sakit hati. Jadi tertarik untuk menulis yang lebih baik lagi dan menginspirasi banyak orang.

Statistik untuk tulisan "Berterimakasihlah karena telah disakiti'
Statistik untuk tulisan “Berterimakasihlah karena telah disakiti’

Aktivitas menulis memang saya sukai sejak dulu. Tulisan saya memang jauh dari kata ‘bagus’. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk menulis apa adanya dengan bahasa yang mudah dimengerti dan mudah-mudahan enak dibaca. Tapi kadangkala ga gampang juga untuk menuliskan sesuatu kegiatan dan ide dalam bentuk tulisan. Saya sering mengalami ‘deadlock’ atau istilah saya ‘otak buntu’. Seringkali cuma berhasil menulis satu kalimat pembuka..dan mikir lama banget untuk menulis kalimat berikutnya..dan seringkali gagal merampungkannya. Banyak tulisan yang akhirnya cuma jadi draft saja. Setelah itu menjadi tulisan yang ‘basi’ buat diposting.

Kegiatan saya selama dua bulan terakhir sejak postingan perjalanan saya ke KL cuma baca dan beli buku banyak-banyak. Setiap weekend cuma marathon baca buku disela-sela kegiatan lainnya. Lumayan buat nge-cas pikiran biar bertambah wawasan dengan banyak tahu ide dan pemikiran orang lain. Saya lagi suka baca biografi nih akhir-akhir ini. Menyenangkan tahu sisi lain dari tokoh yang saya kagumi dengan membaca kehidupan pribadinya. Banyak hal yang saya tahu intinya. Tapi saya sendiri suka lupa diri..beli buku banyak tapi cuma kebaca beberapa buah. Ujung-ujungnya cuma penghias lemari dikamar. Tapi ga masalah..beli bukunya dulu..bacanya belakangan.

Tapi jujurlah..keinginan untuk jadi penulis itu sama sekali nggak ada. Cuma iseng dan hobi aja..jadinya kayak ga ternganggu jika tulisan saya di blog ga ada yang baca juga hehe..awalnya buat blog cuma buat merekam semua kegiatan dan pemikiran saya yang cuma dikonsumsi buat saya juga sewaktu-waktu. Tapi sekarang..jadi niat mau menulis yang bagus dan belajar banyak supaya bisa menceritakan ide dan kegiatan dalam sebuah tulisan yang bermutu. Tulisan bermutu itu kata orang adalah tulisan yang apa adanya dengan bahasa yang mudah dimengerti dan memberikan inspirasi buat pembacanya..Saya harap bisa melakukannya kelak. Hitung-hitung beramal..Doakan ya..

salam takzim

#dani

Advertisements