agustus 2015 172

Kalau anda bertanya-tanya kapan waktu yang pas buat mengeksplore Jakarta terutama bersama keluarga? Sebagian besar akan menjawab saat akhir pekan. Terlebih buat anda yang bukan warga Jakarta, akhir pekan adalah saat yang tepat dimana urusan macet tidak separah hari kerja. Bicara tentang Jakarta memang kurang lengkap tanpa membicarakan macetnya. Macet adalah makanan sehari-hari yang tidak bisa dihindari oleh warga Ibukota ini.

Sayapun ingin sesekali mencoba bepergian tanpa membawa  kendaraan pribadi. Dan kali ini saya ingin menghabiskan weekend dengan mencoba menggunakan sarana transportasi umum.

agustus 2015 161

agustus 2015 165

Syukurlah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah banyak melakukan peremajaan dan perbaikan di sana sini. Setelah Busway, kini Pemprov DKI Jakarta menyediakan Bus Tingkat Wisata GRATIS untuk warga Jakarta (dan tentunya para wisatawan) yang ingin melihat-lihat wajah Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta pernah menyebut layanan bus tingkat wisata ini dengan nama “Mpok Siti” agar lebih popular dan berbau Betawi. Sejarahnya, pada awal beroperasi di bulan Februari 2014 silam semua pengemudinya adalah wanita. Maka disebut dengan ‘Mpok’ sedangkan ‘Siti’ merupakan plesetan nama dari ‘City’ alias kota.

agustus 2015 172

agustus 2015 194

Seru juga begitu tau Jakarta akhirnya punya bus tingkat wisata. Apalagi bus yang disediakan dilengkapi dengan fasilitas AC dan Wifi. Awalnya keberadaan bus tingkat wisata ini tidak terlalu populer. Karena masyarakat minim informasi dan jadwal hanya bisa diketahui melalui akun resmi twitter bus ini. Namun sekarang kondisinya sudah mulai berubah.

Sayapun akhirnya berkesempatan mencoba layanan transportasi ini bersama keluarga. Tentu sebelumnya saya telah mempelajari tentang jadwal dan rute bus.

agustus 2015 227

agustus 2015 262

Jakarta City Tour Bus beroperasi mulai hari Senin – Sabtu mulai pukul 09:00 – 19:00 WIB. Sedangkan hari Minggu hanya beroperasi mulai pukul 12:00 – 19:00 WIB. Rute yang dilewati adalah tempat-tempat iconic Jakarta seperti Bundaran HI, Pasar Baru, Masjid Istiqlal, Pertokoan Sarinah, Balai Kota, Pecengongan, Museum Nasional hingga Monas.

Setelah mencobanya, saya rasa inilah sarana yang paling pas buat wisatawan untuk berkeliling Jakarta dengan sarana umum yang mudah dijangkau, gratis, praktis dan tidak perlu berjalan jauh seperti halnya kita menggunakan transportasi busway atau lainnya.

agustus 2015 266

agustus 2015 298

agustus 2015 322

Beberapa warga yang saya ajak ngobrol mengaku senang dengan adanya layanan ini. Bahkan beberapa yang menyarankan agar dapat dibuat koridor lainnya yang menjangkau lokasi wisata tidak hanya di seputaram Jakarta Pusat namun bisa menjangkau wilayah lainnya seperti Kota Tua dan kawasan wisata lainnya di  Jakarta.

Sayangnya keberadaan bus tingkat wisata ini tidak dilengkapi dengan adanya pemandu wisata (tour  guide) yang bisa menerangkan tentang objek wisata yang dilalui. Pertanyaan yang disampaikan oleh penumpang ditangani oleh petugas on-board yang ramah tetapi dengan keterbatasan bahasa Inggris dan cara berkomunikasi yang belum begitu baik.

Untuk menaiki bus tingkat wisata ini sangat mudah. Cukup dengan mencari halte bus (halte dirancang cukup nyaman untuk melindungi dari panas maupun hujan) dengan tanda dan tulisan City Tour Bus. Setiap 10 – 15 menit bus akan datang dan penumpang tidak perlu berdesakan karena ada petugas yang mengatur antrian dan jumlah penumpang.

agustus 2015 329

Supaya lebih nyaman, saya sih  menyarankan untuk jalan mulai pagi. Sayangnya kalau weekday waktu tempuh bus ini jadi lebih lama karena macet. Saat weekend problemnya adalah mengantri karena banyaknya warga dan wisatawan yang ingin mencoba layanan baru ini.

Saya sengaja memilih duduk dilantai dua. Desain jendela penumpang dibuat sangat besar dengan lapisan kaca yang tahan surya sehingga cukup nyaman duduk di sisi manapun. Yang menyenangkan adalah tempat pemberhentian bus ini terintegrasi dengan rute busway, sehingga memudahkan penumpang atau wisatawan  untuk dapat berpindah-pindah rute dan mencapai lokasi lain dengan mudah.

agustus 2015 290

Kebetulan saya sempat bertanya ke sepasang wisatawan dari Ukraina yang baru pertama kali datang ke Jakarta. Menurutnya transportasi cuma-cuma seperti ini memang sudah menjadi standar kota-kota besar di dunia buat pendatang sepertinya. Namun dia masih kesulitan menemukan rute bus-nya  karena tidak ada informasi seperti di booklet wisata atau dari hotel tempat dia menginap.

Penyediaan papan informasi wisata di setiap halte pemberhentian bus juga akan sangat berguna. Dengan minimnya petugas yang bisa berbahasa Inggris maupun warga local yang juga kurang paham, papan informasi wisata akan sangat membantu.

agustus 2015 305

Jujur saja walaupun masih banyak kekurangan, namun saya sangat mengapresiasi pengadaan city tour bus ini. Setidaknya Jakarta City Tour Bus sangat nyaman dan bersih. Selain itu kita tak perlu takut kecopetan atapun kegerahan. Adanya petugas di setiap unit bis juga sangat membantu bagi para manula, penyandang cacat, maupun keluarga yang membawa kereta bayi. Bagian tengah lantai bawah dikhususkan bagi manula dan penyandang cacat yang menggunakan kursi roda, dan bisa juga digunakan untuk tempat menaruh kereta dorong bayi .

Saya sebagai warga Jakarta bangga akhirnya Jakarta punya layanan City Tour Bus. Sistem pengelolaan yang dilakukan Pemprov dalam pengoperasian layanan bus cuma-cuma ini membuat warga menjadi lebih tertib dan teratur. Warga rela mengantri dan tidak main serobot seperti biasanya. Secara tidak langsung hal ini mengajarkan warga untuk mulai berdisiplin. Saya tetap optimis Jakarta akan menjadi semakin baik ke depan. Kalau Melbourne dikenal sebagai the Most Liveable City in the World, mungkin suatu saat akan tiba giliran Jakarta…

Notes: Ditulis untuk Artikel Feature Majalah OZIP-The Leading OZ Indo Post Magazine di Melbourne, Australia

Advertisements