0006AW50F8DDB7F8D7EAF2original

Siapa bilang bulan puasa aktivitas plesiran bisa berkurang? Memang sih kegiatan banyak terkonsentrasi untuk ibadah di dalam kota dan kalau perlu menghindari perjalanan yang jauh dan menghabiskan energi dan tenaga. Nah pilihan yang bisa dilakukan selama bulan puasa biasanya nggak jauh dari pergi mengunjungi masjid –masjid besar yang tersebar di seantero Jakarta sambal mendengarkan ceramah agama dan satu lagi biasanya sekalian plesiran ke beberapa lokasi pasar kuliner dadakan atau pasar beduk yang bermunculan di seantero Jakarta.

Pergi ke pasar beduk dalam keadaan berpuasa merupakan tantangan tersendiri. Dimana perut dan kerongkongan dalam kondisi lapar dan haus dengan cuaca terik matahari yang cukup panas. Apalagi kondisi cuaca Jakarta di bulan puasa tahun ini sangatlah panas jarang hujan. Jangan sampai gara-gara melihat barisan aneka rupa jenis minuman berbagai rasa dengan perisa warna yang menggoda mata, mengundang dengan berbagai hidangan juadah yang menggoda lidah membuat kalap dan batal puasanya.

IMG_1619

Pilihan mencari kudapan berbuka saat ini sudah semakin banyak. Mulai dari pinggiran jalan, perkantoran, pusat perbelanjaan  bahkan beberapa masjid  yang cukup terkenal di Jakarta selama bulan puasa ini mereka menyediakan halaman untuk digunakan oleh berbagai pedagang untuk menggelar berbagai kebutuhan warga terkait keperluan ibadah, seperti pakaian muslim, mukena, tasbih, buku, sampai berbagai makanan beraneka rupa tersedia. Sebagai contoh halaman Masjid Agung Sunda Kelapa di kawasan Menteng Jakarta Pusat. Lokasinya yang berada di pusat kota membuat aktivitas halaman masjid berubah menjadi seperti pasar. Setiap sore menjelang berbuka puasa ramai warga ibukota yang datang. Umumnya mereka datang ke pasar beduk ini untuk membeli makanan pembuka karena memang sebagian besar pedagang menyediakannya.Walaupun tak menutup kemungkinan mereka membeli keperluan ibadah lainnya seperti minyak wangi, sarung, baju koko, dan lain-lain.

IMG_1601

Aneka menu berbuka puasa ini digelar didepan halaman masjid secara terbuka. Sehingga pada saat saya datang sudah tercium aroma jenis masakan yang menggoda untuk dibeli. Lain halnya dengan masjid Al-Azhar di Kawasan Kebayoran Jakarta Selatan. Kalau disini variasi penjualnya didominasi oleh pedagang tekstil walupun ada juga yang menjual makanan menu berbuka. Yang membedakan di pasar beduk Al-Azhar setiap pedagang hanya boleh menjual jenis yang tidak dijual pedagang lainnya. Mungkin pengurus masjid sengaja membuat peraturan ini agar tidak terjadi kecemburuan antara pedagang satu dengan lainnya. Yang menyenangkan pilihan menu jadi beraneka rupa terutama menu santapan berbuka mulai dari pedagang es tebu, kolak pisang, aneka sirup, kelapa, sampai ke penganan Indonesia seperti gorengan, aneka kue, pempek dan ada juga yang menjual kebab dan burger.

IMG_1620

Aktivitas Bazar Ramadhan juga tidak hanya terjadi di masjid besar. Lokasi lain yang sudah cukup terkenal di Jakarta yang memang favorit dan selalu ramai dikunjungi adalah Pasar Kaget di daerah Bendungan Hilir dan Kramat Jakarta Pusat. Dua kawasan ini sudah sejak lama menjadi pilihan warga dalam berburu menu pembuka puasa. Nah dua kawasan ini memang sengaja  menjual makanan dan minuman saja untuk berbuka. Sebagian besar pedagangnya sudah menggelar aneka rupa panganan baik kue, kolak, minuman ringan, bubur, sampai makanan berat sejak pukul 2 siang dan berakhir di pukul 8 malam. Yang menjadi primadona tentu saja aneka makanan di dua lokasi ini adalah kudapan khas berbuka puasa yang tak dijual saat bulan-bulan biasa.

Sebagai contoh seperti beberapa penjual air tebu, air kelapa segar, sirup yang entahlah rasanyanya jarang saya lihat warnanya saat hari biasa, aneka kolak dan bubur, terlebih makanan yang jarang sekali ditemukan seperti ayam golek, kambing bakar, martabak Palembang dan pempeknya, nasi biryani, roti canai pun Nampak terlihat dijual sampai puluhan jenis makanan kapau khas Minangkabau tersedia aneka rupa dan harga.

IMG_1606

Untuk menuju ke dua lokasi ini memang butuh kesabaran yang lebih. Selain berada di pinggir jalan yang ramai kendaraan dan macetnya luar biasa. Kawasan Bendungan Hilir dan Kramat selalu padat pengunjung khususnya menjelang pukul 4 sore dimana cuaca tidak terlalu panas dan pedagang pun sudah mulai lengkap menjual aneka kudapan berbuka dan jenis makanannya bisa terbilang lengkap dari penjuru nusantara.  Nah inilah kesempatan bagi warga Jakarta  untuk berburu kuliner sepuasnya sambal menyiapkan  menu berbuka puasa.

Lokasi lainnya yang sempat saya intip adalah kawasan perkantoran yang memang rutin menjadi lokasi bazaar Ramadhan. Biasanya sih mereka sudah mempunyai daftar pedagang yang menjadi binaan mereka. Sebut saja gedung Kementrian Sosial Pusat, Menara Jamsostek, Sampoerna Strategic Square dan Plaza Bapindo. Yang menyulap salah satu ruangan seperti ballroom dan hall menjadi lokasi open table berbagai aneka rupa dagangan.

bazaar-menara-jamsostek_6

Umumnya yang dijual adalah aneka rupa keperluan untuk berbuka dan lebaran. Lebih menyasar ke pekerja yang tidak memiliki banyak waktu untuk bepergian ke pasar kaget dan pusat perbelanjaan di waktu kerja. Disaat seperti ini terutama pada saat jam istirahat kantor banyak pekerja yang mendatangi bazaar Ramadhan di perkantoran dekat mereka bekerja untuk mencari  keperluan selama puasa bahkan lebaran. Namun, siap-siap  beradu dengan pengunjung dari gedung tetangga sekitar bazaar yang juga memiliki misi yang sama untuk berbelanja. Bazaar di perkantoran ini agak berbeda dengan yang diluar dikarenakan segmennya adalah pegawai kantoran umumnya barang yang dijual sedikit berkualitas dan harga khusus. Tak jarang, barang yang ditawarkan memiliki kualitas bagus dan unik.

Jadi selama puasa ini banyak sekali tempat yang bisa dikunjungi untuk berburu aneka rupa keperluan selama puasa dan tentu saja menyambut lebaran. Tulisan saya diatas belum termasuk pusat perbelanjaan dan swalayan yang juga menggelar aktivitas serupa buat warga Jakarta untuk mengisi waktu  selama bulan puasa Ramadhan.

Advertisements