Cara baru nonton film selain di Bioskop


bioskop9Kali ini saya mau review satu lokasi di Jakarta yang bisa dijadikan alternatif dalam menonton film. Idenya saat demam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2 yang lagi heboh awal bulan lalu karena animo masyarakat untuk menonton film Indonesia di bioskop sudah terbilang bagus. Bahkan sampe ngantri kayak sembako. Nah film  AADC ini bisa jadi salah satunya yang membuat bioskop sekarang jadi rame bahkan industry perfilman sekarang boleh dibilang sudah pulih kembali.

Melihat potensi yang cukup baik dalam memberikan alternatif tempat hiburan khususnya tempat nonton. Maka di Jakarta ada beberapa lokasi bioskop mini yang bisa dijadikan tempat untuk menonton film bareng teman dan keluarga. Saya mencoba mereview beberapa diantaranya yang cukup terkenal.

bioskop10

Orang tidak akan menyangka dipelataran basement parkir sebuah pusat perbelanjaan mewah Dharmawangsa Square terdapat sebuah tempat untuk menonton film. Dari luar terlihat seperti sebuah toko buku. Karena banyak sekali rak-rak yang tersusun rapi seperti sebuah buku. Padahal kalau kita masuk ternyata rak tersebut berisi ribuan (saya sendiri kurang tahu berapa jumlahnya saking banyaknya) DVD. Bahkan bisa jadi anda akan mengira ini adalah tempat penyewaan DVD yang sempat rame beberapa tahun lalu.

Dari beberapa rak yang saya lihat dan terbagi atas beberapa kategori film. Nampak empunya sengaja merawat DVD asli tersebut dengan baik. Nah dibalik rak-rak yang tersusun tadi terdapat sebuah ruangan yang sengaja dibuat untuk siapa saja yang ingin menonton dengan layar yang cukup besar.

Ukuran bioskopnya sendiri boleh dibilang mini hanya berukuran 4×4 dan terdiri dari sofa bed yang hanya cukup untuk 6 orang. Hal ini sengaja dibuat oleh empunya agar orang lebih rileks dan nyaman serasa menonton film dirumah sendiri.

Subtitle sengaja dipilih sebagai nama tempat yang membuat orang akan ingat untuk menonton film dan idenya sendiri berawal dari kegilaan Enrico Putono, pemilik subtitle, pada film. Setiap bepergian kemanapun dia selalu menyempatkan diri menonton film dan membeli DVD film-film lama atau baru bahkan yang tidak diputar di Indonesia. Saat itu koleksi film di subtitle kebanyakan bergenre perang sesuai kesukaan Enrico yang lama kelamaan jumlah koleksinya semakin bertambah banyak bahkan mulai merambah ke film langka dan film Independen yang kini menjadi salah satu kekhasan bioskop mini subtitle.

Nah saking banyaknya film yang sudah dikoleksi dan sayang menganggur begitu saja. Maka pada tahun 2001 saat demam DVD melanda, Enrico yang saat itu masih bekerja di salah satu bank swasta akhirnya berpikiran untuk mendirikan tempat penyewaan DVD original pertamanya di Jalan Latuharhari, Menteng Jakarta Pusat. Lama kelamaan bisnisnya semakin berkembang pesat dan membuatnya berfikir untuk mengembangkan bisnis penyewaan DVD lebih serius. Tahun 2004, kemudian subtitle pindah ke pusat perbelanjaan mewah di Dharmawangsa Square dengan mengusung konsep baru yaitu tempat penyewaan DVD yang dilengkapi dengan tempat menonton.

bioskop9

Seru juga sih berada didalam bioskop mini ini. Karena ruangannya sengaja diset seperti tempat bioskop besar dengan sistem tata suara yang apik dan nyaman. Bahkan bisa memesan makanan dan minuman sambal menonton.

Idenya sendiri ternyata berasal dari pengalaman pemilik subtitle saat berada di luar negeri terutama Korea. Disana menurutnya konsep penyewaan DVD sangat baik karena penonton bisa membawa pulang film yang disewanya atau langsung menonton langsung di teater mini yang disediakan pengelola.

Hal ini yang kemudiaan dikembangkan subtitle di Jakarta melihat sebagian penyewa tidak memiliki peralatan yang mumpuni dalam menonton film terutama pada saat itu harga hometheatre sangat mahal. Maka subtitle mencoba menangkap peluang tersebut untuk menyediakan lokasi menonton film dengan harga terjangkau dan fasilitas setara bioskop dalam versi mini.

bioskop4

Belakangan animo masyrakat untuk menonton film di bioskop semakin meningkat. Subtitle harus mencari cara bagaimana untuk terus mempertahankan bisnisnya. Salah satu andalan subtitle adalah genre film yang jarang diputar di bioskop terutama film berkelas yang menang di festival film internasional, film klasik dan film independen. Sehingga subtitle tidak pernah merasa khawatir takut ditinggalkan penontonnya karena sudah memiliki segmentasi penonton yang berbeda dengan bioskop besar.

Ini terbukti dari jumlah antrian penonton yang cukup banyak di subtitle. Padahal menurut staf Subtitle awalnya mereka tidak menyangka jika orang yang datang Cuma buat menyewa film saja. Lama kelamaan jumlah penonton yang memesan bioskop semakin banyak bahkan sampai harus menunggu berhari-hari. Ini dikarenakan film-film yang disediakan di subtitle terutama yang independen tersedia cukup banyak.

Ada sekitar 10 ribu jenis film yang tersedia mulai yang ber-genre peperangan, documenter, drama, komedi,kartun dan sebagainya yang hampir separuh dari koleksinya merupakan film impor. Jadwal pemutaran bioskop mini di tempat ini dimulai dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam.

Untuk bisa menonton film di subtitle tidak bisa langsung datang ke tempat melainkan harus di pesan jauh hari sebelumnya. Beda dengan pada saat awal subtitle berdiri. Lima orang karyawan akan melayani penonton setiap harinya termasuk dalam mengatur jadwal film dan mencari film yang diinginkan penonton.

Cukup dengan menjadi anggota subtitle dan membayar ruangan sebesar Rp. 130 ribu untuk regular sedangkan ruangan khusus yang menyediakan fasilitas blue ray sekitar Rp.135 ribu cukup buat enam orang teman kita dan nikmati asyiknya menonton film berkelas dengan tata suara yang apik sambal menyeruput teh, kopi dan makanan yang disediakan oleh pemilik bioskop mini.

artikel ini dipublikasikan di Majalah Ozip yang terbit di Australia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s