Catatan Sederhana

Sepotong Hati yang baru….

Utankayu, 1 Januari 2013

Pagi ini saat teman-teman saya di kosan masih pada terlelap setelah semalem sampai pagi mereka merayakan tahun baru, saya bangun paling pagi seperti biasa. Ternyata jalanan komplek pun sangat sepi, hanya ada beberapa orang yang saya temui dengan wajahnya yang sama kelelahan juga. Mungkin mereka kloter terakhir yang pulang setelah pergantian tahun? Sebagian jalanan terlihat sangat kotor karena kampung tetangga juga menyelenggarakan pesta dangdutan semalam. Anak-anak kecil yang biasa saya temui saat libur tak terlihat batang hidungnya sama sekali. Saya akhirnya kesepian juga dan memutarbalik kembali ke kamar kos dan mulai menulis saja.

Saya ga tahu apa yang terjadi semalam diluar sana saat jam 00.00. Jam tersebut tampaknya saya sudah terlelap tidur setelah pulang dari sebuah tempat yang saya akui baru pertama kali dan sangat berkesan. Yup semalam eh tepatnya sore kemarin tanggal 31 Desember 2012. Saya tidak punya planning kemana mau melangkah? Setelah seharian menghabiskan waktu dengan membaca tiga buah buku + 1 novel. Akhirnya sore setelah ashar saya sengaja jalan-jalan sore. Sengaja tidak menggunakan mobil pribadi takut terjebak macet dan lagian saya memang ingin menikmati suasana Jakarta yang lengang. Akhirnya saya putuskan naik taksi dan bilang ke sopirnya terserah dia mau bawa saya kemana? Aneh kan?

Nah ini yang namanya takdir. Saya dibawanya keliling ke sekitar Menteng. Seolah-olah saya pendatang baru di Jakarta dan biarkan saja dia menyetir.Entah setelah melihat Masjid Agung Sunda Kelapa, saya langsung bilang untuk berhenti. Nah disitu saya melihat banyak orang berdatangan. Tua, muda, anak-anak semuanya komplit ada. Bahkan sebagian besar ibu-ibu seperti ada yang membawa bantal dan perbekalan dengan tas yang penuh. Semuanya tampak tersenyum dan memberikan salam saat berjumpa dengan saya. Saya pun menyambutnya. Saya duduk sendiri di selasar masjid sampai menunggu adzan maghrib datang. Selama menunggu saya perhatikan semua jamaah yang hadir di depan mata. Tambah lama semakin mendekati waktu maghrib jumlah orang yang hadir sudah sangat banyak dan saya harus bergeser dan akhirnya pindah ke dalam.

Akhirnya saya putuskan untuk ikut kegiatan di dalam masjid ini dan mulai memasang niat untuk melaksanakan iktikaf. Hmmm yap kata iktikaf biasanya saya dengar hanya saat ramadhan. Alias berdiam melakukan ibadah di dalam masjid. Jujur saya akan bilang semalam suasana sangat ramai bahkan membuat saya merinding mengingat suasana ramadhan beberapa bulan lalu. Saya terharu dan bahagia saat di dalam masjid banyak sekali jamaah yang sedang membaca tilawah alquran.

Kangen sekali dengan kedamaian seperti ini. Kemudian tak lama masjid pun seperti tak ada sisa buat yang hadir terlambat karena sudah sangat penuh. Mereka yang terlambat akhirnya memenuhi lorong-lorong masjid bahkan sampai halaman. Saya senang dan mengucapkan rasa syukur terus menerus akhrinya diberikan kemudahan jalan untuk membuka hati yang selama ini tertutup. Bersyukur akhirnya saya juga bisa bertemu dengan orang-orang baru yang menyenangkan dan apa adanya. Saya benar-benar merasakan persaudaraan dan persahabatan yang benar. Terlebih saat adzan maghrib berkumandang, disaat mereka ramai-ramai membuka perbekalan mereka untuk berbuka puasa. Ada saja yang menawarkan makanan ke saya. Ingin rasanya memeluk mereka satu persatu.Saya pun betah berlama-lama semalam di rumah Allah tersebut.

Dari maghrib sampai tengah malam, acara banyak diisi dengan berbagai kajian. Banyak kalimat positif yang saya dengar selama mengikuti kegiatan semalam. Mulai selepas maghrib bagaimana penceramah tersebut memberikan motivasi bagi kami yang hadir dan memberikan renungan mengenai hidup ini. Setelah itu ada juga Artis seperti Dude Herlino dan Mas Jaya Setiabudi yang membuka pikiran saya untuk mulai bergegas membuka rezeki ke orang lain dengan berdagang dan berwirausaha, dan yang paling menyentuh adalah saat Syeh Ali Jabir dengan lugas memberikan kajian tauhid tentang amalan yang bikin saya jadi mengakui selama ini banyak kesia-siaan belaka dalam hidup ini. Hmm ini mungkin malam tahun baru yang akan saya kenang. Banyak hal yang saya rasakan dan tak bisa saya tulis untuk dibagi mengenai kejadian semalam. Karena ilmu saya memang baru sedikit….bagi saya cukup mengerti kenapa Ayah melarang keluarga kami merayakan tahun baru.

Di keluarga saya memang tak pernah ada tradisi merayakan tahun baru. Tak pernah diizinkan sekalipun oleh Ayah. Dulu saat saya kecil membunyikan terompet saja dimarahi apalagi sampai mengadakan pesta barbeku. Dirumah malam pergantian tahun biasa saja seperti malam pada umumnya.Tidak ada acara doa bersama setelah jam tengah malam semuanya berlalu begitu saja. Barulah setelah saya remaja sering kabur kucing-kucingan keluar bersama teman-teman untuk konvoi keliling kota Palembang. Namun itu ga berlangsung lama selebihnya hanya dihabiskan di rumah saja. Saya ingat hanya beberapa kali melihat pesta kembang api secara langsung.Kalaupun melihat pesta kembang api paling sering pas acara HUT Kota Palembang atau 17 Agustus-an yang selalu ramai di pelataran Benteng Kuto Besak pinggiran sungai Musi. Terakhir tahun lalu saat malam pergantian tahun baru dari 2011 ke 2012 di Bibir Pantai Anyer. Saya akui tahun 2012 berlalu sangat cepat dan sepertinya tak memberikan kesan apapun.

Tak ada harapan yang saya panjatkan semalam. Cuma mengakui semua kesalahan dan dosa maksiat yang selama ini saya lakukan. Saya ingin rasanya menangis dan mencurahkan semua cerita saya namun tetap tidak bisa. Saya malu dan enggan melakukannya di tengah keramaian. Nanti saja pikir saya saat sudah kembali ke kosan. Saya teringat dengan seseorang dan kenapa nama dan wajahnya selalu saja datang. Mungkin pikiran bawah sadar saya sudah terisi full olehnya. Saya hanya mendoakannya saja setiap saat si jeleks itu hadir di pikiran. Berharap di suatu tempat sana dia baik-baik saja dan Allah menjaganya. Semua orang yang sayang tiba-tiba hadir dibenak dan membuncah sekali rasanya dada ini saat mendengar suara orang menangis di sekitar saya. Betapa saya malu ketika melihat orang-orang yang jauh lebih baik dari saya. Ah ternyata saya membutuhkan-Nya. Betapa tenangnya rasa di dalam dada. Ini yang selama ini saya cari.

Akhirnya saya ga kuat menahan perasaan di dada ini. Ini kali pertama dalam hidup saya merasakan betapa hebatnya perasaan bergemuruh di dalam dada ditengah orang ramai. Akhirnya keluar juga sedikit airmata. Walaupun saya tahan agar tidak ada yang mengetahuinya. Karena saya malu. Akhirnya saya lari keluar dan pergi menyendiri sambil menahan rasa ini. Dari kejauhan saya masih mendengar suara pembicara memberikan sugesti dan bermunajat. Saya cukup mendengarnya saja dari jauh dan merenungi apa yang sebenarnya hidup ini inginkan? Hati ini benar-benar hidup dan bulu roma kadang-kadang berdiri dan membuat saya merinding.

Sepanjang perjalanan menuju kosan saya lihat langit tampak penuh dengan kembang api dan suara mercon dan petasan memberikan warna baru. Ah sudah tahun baru rupanya. Dijalanan ramai orang yang keluar rumah menyaksikan langsung upacara masal membakar uang ah maksudnya kembang api itu kan dibeli pake uang. Jadi Ayah saya pernah bilang kalau acara tahun baru acara membakar uang. Sampai di kosan, alhamdulillah bisa segera tidur semalam. Dan bisa bangun pagi seperti biasanya tanpa terlambat. Sampai tulisan ini dibuat kamar kosan tetangga satupun tak ada yang terbuka. Ah betapa lelapnya mereka….

Saya merasakan pagi ini sepotong hati yang baru telah lahir.Setahun silam saat malam pergantian tahun baru sepotong hati yang lain juga telah tumbuh. Namun itu adalah kemustahilan dan kefanaan. Maafkan aku kalimat itu sering kali keluar dari mulut ini sepanjang tahun 2012. Sudahlah buat apa diingat kembali. Akhirnya saya tahu disemua kesedihan ini. Ada hikmah lain yang sengaja dibuat untuk skenario hidup ini.Setelah lama berfikir  untuk membujuk hati supaya tegar. Ternyata percuma semakin menyakitkan rasanya disakiti itu. Semua membuat hidup ini menjadi sesak. Benar rasanya ketika ada orang yang kita sayangi pergi begitu saja meninggalkan kita maka sejatinya dia telah membawa separuh hati kita.Saya bilang dalam diri ini bahwa tidak bisa melanjutkan hidup dengan hati yang masih tersisa separuh. Biarlah sakit hati itu menemani masa lalu. Namun keikhlasan atas takdir hidup yang dijalani membuat saya yakin bawah jika Hati ini sudah terlalu lama rusak maka saya harus memutuskan untuk membuat hati yang baru…Hidup kita bukan di masa lalu, hidup kita di masa yang akan datang. Jadi maafkan dan lupakan masa lalu. Biarlah masa lalu menjadi kenangan sembari sedikit demi sedikit menumbuhkan hati yang baru dan memperbaiki banyak hal sedikit demi sedikit juga untuk diri sendiri…..

2 thoughts on “Catatan Sederhana

  1. Tulisannya sangat menyentuh mas. Membuatku berpikir juga, masa lalu yang buruk tidak perlu diingat memang. Lebih baik fokus menatap masa depan yang Insya Allah akan menjadi cerah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s