catatan Asril Wardhani

cuma coretan biasa

Al-Qashash

1). Allah menetapkan terbang & ulat sbg kebaikan bagi burung, maka jika burung terbang & makan ulat adalah baik baginya,

2). Allah menetapkan berenang & cacing sbg kebaikan bagi ikan, maka jika ikan berenang & makan cacing adalah baik baginya,

3). Allah menetapkan menjulang tinggi & matahari sbg kebaikan bagi pohon, maka jika pohon menjulang tinggi & mendapat sinar matahari adalah baik baginya,

4). Allah menetapkan bergerak & gizi sbg kebaikan bagi jasmani, maka jika jasmani bergerak & mendapat makanan bergizi adalah baik baginya,

5). Allah menetapkan menjelajah & ilmu sbg kebaikan bagi fikiran, maka jika fikiran menjelajah & mendapat ilmu adalah baik baginya,

6). Allah menetapkan ibadah & dzikir sbg kebaikan bagi hati, maka jika hati diajak beribadah & ingat kpd Allah adalah baik baginya.

—————————————————————–

Menabur Benih Gandum Sembari Berdzikir

Di sebuah desa, di dekat kota Thus tinggallah seorang hamba Allah yang saleh. Imam Ghazali yang telah kembali ke kota Thus pun segera mengunjunginya. Menyaksikan kedatangan Imam Ghazali, orang saleh yang sedang menabur benih gandum di kebunnya tersebut, serta merta menyambutnya. Salah seorang teman orang saleh itu bermaksud menggantikannya menabur benih gandum sementara dia menemui Imam Ghazali, namun orang saleh tersebut menolak permintaannya.

Dalam hati, Imam Ghazali bertanya-tanya, mengapa ia tidak mau digantikan? Beberapa waktu kemudian beliau pun menanyakan alasan orang saleh itu tidak membiarkan temannya menggantikannya menabur benih gandum tersebut. Orang saleh itu pun menjawab, “Aku selalu menabur benih gandum ini dengan hati yang khusyuk dan lisan yang berdzikir kepada Allah. Aku berharap agar setiap orang yang memanen gandum ini nantinya memperoleh keberkahan. Karena itulah aku tidak menyerahkan benih ini kepada seseorang yang akan menaburnya dengan hati yang tidak khusyuk dan lisan yang tidak berdzikir kepada Allah.

Orang-orang saleh terdahulu selalu menanamkan niat yang baik dalam setiap gerak dan diam mereka. Karena itulah, kehidupan orang-orang saleh terdahulu diliputi keberkahan. Lain halnya dengan kita yang hidup di zaman sekarang. Saat ini, jangankan ketika menanam benih, dalam shalat pun kita sering lupa dan tidak mengingat Allah. Yang teringat adalah dunia; anak, pasangan hidup, pekerjaan, dan berbagai kegiatan duniawi yang mewarnai kehidupan kita sehari-hari. Alangkah indahnya jika kita dapat mencontoh akhlak orang saleh dalam kisah di atas. Bagaimana kiranya jika ketika menanak nasi, memasak di dapur, menyuapi anak, dan sejenisnya, semua itu dilakukan sembari berdzikir kepada Allah….?

Ta’riful Ahya Bifadhailil Ihya, Darul Fikr, Beirut, Juz.I, Hal.172

———————————————————————————————————————————————

KASIH SAYANG YANG MENDIDIK

Suatu hari putera Hakim Syuraih berkata kepada ayahnya: “Ayah, saya punya masalah dengan seseorang. Tolong Ayah dengar dulu permasalahannya. Jika munurut Ayah, saya yang benar, saya bermaksud membawa persoalan ini ke pengadilan. Tetapi jika sebaliknya, saya akan menyelesaikannya secara damai”.

Setelah mendengar persoalan yang disampaikan anaknya, Hakim Syuraih tahun bahwa puteranya ada di pihak yang salah. Namun ia tidak memberitahukannya secara terus terang. Bahkan sebaliknya, ia mendorong puteranya untuk maju ke pengadilan.

Dalam sidang pengadilan, Hakim Syuraih menyatakan puteranya kalah dalam perkara. Hal ini otomatis menjadikan puteranya sangat kecewa dan marah. Begitu keduanya pulang dan tiba di rumah, sang anak menggerutu melampiaskan kekecewaannya kepada ayahnya dengan berkata: “kalau saja bukan karena nasehat ayah, saya tidak akan membawa perkara itu ke pengadilan. Ayah telah mempermalukan saya”.

Hakim Syuraih berkata kepada anaknya: “dengar puteraku, di dunia ini kamu adalah orang yang paling ayah sayangi, tetapi Allah SWT lebih ayah cintai. Seandainya ayah berterus terang bahwa kamu dipihak yang salah, ayah khawatir kamu akan menunaikan niat kamu untuk berdamai dengan cara menyuap orang yang sedang berperkara denganmu. Dan itu sama sekali tidak dibenarkan dalam Islam wahai puteraku tersayang”.

Sumber: Kutipan dari Kitab Al-Thabaqat al-Kubra oleh Muhammad bin Sa’ad.

———————————————————————————————————————————————-

HIDUP DAN BERBAGI

Ibnu Absyadz, seorang ahli nahwu yang sangat terkenal, menceritakan tentang pengalaman dirinya. Pada suatu hari beliau sedang berada di lantai atas masjid raya di Mesir. Beliau sedang menyantap makanan bersama beberapa orang. Tiba-tiba muncul seekor kucing. Ada salah seorang yang melemparkan satu kepal makanan pada kucing tersebut. Setelah mengambil makanan tersebut, kucing itu lari dan menghilang dari hadapan orang-orang yang sedang makan.

Namun tidak lama kemudian, kucing itu muncul lagi. Salah seorang yang sedang makan kembali melemparkan makanan untuk kucing itu. Setelah mengambil makanan itu, kucing itu kemudian lari dan menghilang kembali. Hal itu dilakukan beberapa kali. Melihat kelakuan kucing itu, orang-orang yang sedang makan menjadi penasaran, dan mengikuti kemana kucing itu pergi membawa makanan yang mereka berikan.

Setelah mengikuti kucing tersebut ternyata mereka menemukan kucing tadi membawa makanan yang didapatnya ke sebuah reruntuhan kayu. Setelah sampai di balik reruntuhan kayu tersebut, makanan yang dibawanya diletakan dihadapan beberapa kucing buta. Maka kucing buta tersebut memakan makanan tersebut. Beberapa orang di masjid yang menyaksikan perbuatan kucing itu kemudian menjadi takjub. Ibnu Absyadz berkata, “Jika untuk kucing buta saja Allah menggerakan hati kucing lain untuk memenuhi kebutuhan makannya, sehingga dia tidak terhalang untuk mendapatkan rezeki, maka pasti Allah juga tidak akan membiarkanku terlantar dan akan memberikanku rezeki yang cukup”.

 —————————————————————–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: